
"Jadi sekarang apa rencana lo selanjutnya Gra? Diandra udah makin jauh dari jangkauan Dirga!"
Gue masih terdiam menikmati semilir angin di balkon kamar gue "Lo sebenarnya ada rasa gak sih sama si Diandra? Kalau ternyata dia jadi suka sama lo gimana? Yang ada kita jadi salah banget dong udah jauhin Dirga sama Diandra.."
"Ras.." gue berjalan mendekati Laras yang sedang asik bermain game di kasur gue "Gue harus bilang berapa kali sih? Gue anggap Diandra itu kayak gue anggap lo sekarang. Adek aja udah cukup. Gue akui gue nyaman kok sama dia. Tapi gue tetap sama niat awal gue, gue akan ngebantu Dirga buat dapatin Diandra.."
"Dan sekarang Dirga udah sayang banget sama Diandra, jadi gimana kakak Nagra-ku tersayang?"
"Gak ada yang tau Ras soal perasaan Diandra ke Dirga sekarang, gue sendiri gak yakin gimana perasaan dia ke Dirga, kadang Diandra itu kelihatan kalau dia masih suka ke Dirga, tapi kadang juga kelihatan kalau Diandra gak mau peduli sama Dirgaa.."
"Gak mau peduli bukan berarti gak peduli kan? Dia itu masih peduli Gra, cuma ya itu! Dia berusaha gak mau peduli lagi, dia berusaha buat bersikap biasa ke Dirga."
"Jadi apa gue harus jujur tentang semua rencana kita dari awal ke Andra?"
"Janganlah dodol!!!" Laras langsung menghentikan gamenya dan menatap gue tajam..
"Mending lo biarin Andra pergi sama Dirga seharian gimana? Jadi biarin mereka menghabiskan waktu mereka selama sehari itu berdua. Lo harus izinin sih kalau mau semua rencana kita berhasil! Nanti biar gue ngomong ke Dirga buat minta izin sama lo gimana?"
"Gue setuju tuh! Semoga si Dirga gak curiga deh ya, kan yang dia tau gue pacaran nih sama si Diandra."
"Ah iya njey! Lo tau gak sih, sepatu inceran gue mau Dirga kasih dong ke Diandra!!"
__ADS_1
"Sepatu yang 800 ribuan itu?" gue tertawa mendengar ucapan Laras, pasalnya sepatu itu sudah jadi incarannya sejak sebulan lalu, begitu juga Diandra, Diandra pernah cerita ke gue soal sepatu itu.
"Dia bilang dia mau nambahin 500 ribu. Awalnya gue nolak. Itukan Limited edition banget, kalau gue jual lagi harusnya lebih dari segitu!"
"Terus ujung-ujungnya lo kasih juga gak?" tanya gue..
"Lo tau Gra? Dia mau bayar 3x lipat cuma demi sepatu mennn!!!" gue melongo mendengar ucapan Laras. 3x lipat dari 800 ribu, 2 juta 400 men. Gila juga nih bocah!
"Lo serius dia bayarin sepatu lo seharga handphone?"
"Iya lah! Lo gak percaya? Nih gue kasih tunjuk uang tabungan gue! Kemaren sisa tabungan di atm gue itu cuma 5 juta. sekarang jadi nambah 7 juta 400 ribu!" Laras menunjukkan nominal yang ada di atmnya. Gue tertegun, gila juga nih cewek, tabungan gue aja gak sampe segitu.!
"Mau buat apa lo punya tabungan sebanyak itu??"
"Gra, ntar malam lo nginap ya dirumah Dirga lo ngomong ke dia! Gue coba ngomong ke dia dulu sekarang! Oke?? Bye gue kerumah dia dulu!!"
Gue hanya bisa menggeleng melihat kelakuan adek tiri gue. Gue terus memikirkan tentang saran Laras, apa gue beneran ikhlas ngelepasin Diandra buat Dirga? Apa gue akan tetap jadi orang yang dia hubungi selain Fabian dan juga Joe? Perasaan gue abu-abu banget Ndra ke lo. Gue gak tau gimana jadinya kalau gue liat lo sama Dirga lagi.
📌
"Dirga diatas, lo samperin aja ke kamarnya!" gue mengangguk, gue mamantapkan pilihan gue, gue yakin ini pilihan gue yang terbaik. Entah jadinya Diandra akan tetap sama gue atau justru kembali ke Dirga.
__ADS_1
Gue berjalan menyusuri rumah Dirga, rumah yang beberapa tahun yang lalu gak pernah gue datangin lagi. Semenjak insiden antara gue, Laras dan Dirga terjadi, baru ini gue balik lagi kerumah Dirga..
Gue terdiam didepan sebuah kamar dengan tulisan Dirgantara_Gaga . Gue memejamkan mata sebentar kemudian menongolkan kepala gue kedalam kamar..
"Cuy gue boleh masuk?"
"Masuk aja Gra.." gue berjalan mendekat dan duduk tepat di samping Dirga.
"Gra gue mau minta izin sama lo.." belum apa-apa Ga, kenapa sih lo to the point. Gue masih ragu sama pilihan gue..
Gue memejamkan mata sebentar "Gue juga mau ngomongin itu Ga sama lo, Laras udah cerita soal usulan dia.." gue terdiam sebentar "Gue rasa lo bisa coba itu. Siapa tahu setelah itu dia bisa lupain lo! Dan lo bisa relain dia buat gue!"
Fiks!!
Keluar dari rencana gue sama Laras, semoga Laras gak dengar apa yang barusan gue omongin sama Dirga. Gue harus bisa rebut Diandra perlahan dari Dirga. Gue rasa sekarang gue jatuh cinta sama dia, bukan lagi anggap dia sebatas adek.
"Jadi lo izinin gue gak nih?"
"Gue izinin tapi lo harus janji sama gue, Diandra gak boleh lecet sedikitpun. Jangan sampai dia kenapa-napa setelah jalan sama lo. Dia terlalu berharga dari apapun Ga.."
"Gue jamin dia bakal balik dengan keadaan yang lebih baik. Bahkan akan lebih baik dari sekarang."
__ADS_1
Setelah pembahasan Diandra yang selalu menguras perasaan, akhirnya untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun resign, gue dan Dirga akhirnya main ps juga.
📌