
Minggu tenang. Itu istilah untuk seminggu sebelum ujian nasional dimulai. Gak kerasa semua itu udah ada didepan mata.
Sebentar lagi aku akan kehilangan moment-moment waktu aku lagi sama Fany, Vanya, kegilaan Alex, kedongoan Asen, kemurkaan Ridho dan tentunya kecuekan Dirga. Meskipun sikap cuek Dirga sudah mulai luntur. Tapi tetap saja aku akan tetap merindukan hal-hal itu. Dirga yang terus menjauhiku menjadi Dirga yang terus mengganggu ku.
Aku merapikan masker diwajahku. Kemudian aku duduk terdiam di balkon kamar.
"Ndraaaaa....."
Duh ganggu hari santaiku aja deh ah..
"Apaan bang?? Jangan bilang lo mau nyuruh gue kepasar ya mentang-mentang gue libur!" sahutku kesal.
"Buka dulu elahh pintunya! Pagi-pagi gini kenapa di kunci sih?"
Aku membukakan pintu bang Joe "Hem apaan???"
"Anjey! Ini adek gue? Atau hantu sih? Mukanya ijooo giniii...."
"Abang ih apaan sih! Duh masker Diandra berantakan nih kalau ngomong terus!!"
"Turun buruan! Ada yang nyariin lo!"
Hah? Demi apa? Siapa yang berani ganggu hari santaiku??
"Siapa???"
"Udah buruan turun aja apa susahnya sih! Gue jamin lo gak akan Nyesal kalau liat!!"
Akhirnya dengan terpaksa aku turun ke ruang tamu. Tentunya dengan muka masih bermasker. Sayang kali kalau aku mencuci mukaku sekarang, baru berapa menit yang lalu aku pakai masker.
"Sia--"
"Pagi Ndra!!"
"Dirga? Ngapain lo pagi-pagi kesini?" tanyaku heran. Angin apa Dirga kesini pagi-pagi di hari libur pulaaa..
"Lo gak malu nemuin gue dengan muka masker gitu??"
"Lah? Si bodo teiing lah!! Mau apa lo kesini di hari libur?"
"Gue mau ajak lo pergi refreshing."
"Refreshing??" Aku berjalan menghampiri Dirga dan duduk tepat di sebrangnya.
"Iya refreshing. Gue pengen ngajak lo pergi ke suatu tempat yang gue jamin lo akan suka sama tempatnya."
"Duh Ga! Ini hari libur kaliii malas banget dah ah gue keluar!!"
"Ayolah Ndra! Jarang-jarang kan gue ajak lo keluar gini??"
"Kenapa lo gak ajak Laras aja?"
__ADS_1
"Yang gue mau itu lo! Yang gue mau, gue datang ke tempat itu bareng lo! Bukan sama yang lain-lain!!"
Aku menghela napas panjang "Tapi--"
"Eitss!! Gue gak terima penolakan! Sebelum gue kesini gue udah izin sama Nagra! Gue juga udah ngomong sama bang Joe, dan mereka udah setuju soal ini!"
"Oke! Tunggu gue siap-siap dulu!!"
Dirga mengangguk. Gue segera kembali kekamar. Memejamkan mata dan mengingat kejadian barusan.
Itu tadi beneran si Dirga ngajak aku pergi?
Aku segera mencuci muka dan bersiap untuk pergi bareng Dirga.
**Drrrtttt....
Kak Nagra ðŸ¤**
Hari ini lo jadi milik Dirga seutuhnya ya. Lo bisa puas-puasin ketemu, ngerangkul, ngegandeng Dirga sesuka hati lo. Tapi setelah ini tolong lupain Dirga demi gue. Bisa kan Ndra?? Gue sayang lo Ndra! Selalu!!
Lo? Gue? Sejak kapan kak Nagra pakai lo gue lagi? Bukannya aku kamu ya biasanya??
Tapi ya udah lah..
Me : berasa aku barang kak! Kamu ngomong aku jadi milik Dirga seutuhnya. Btw ini ada apaan sih? Kenapa lo biarin gue jalan sama Dirga? Yang ada proses gue move on bakalan gagal dodol!!
Kak Nagra 🥰
Udah lo nurut aja! Ini termasuk cara memperlancar proses move on lo. Selesein apa yang lo mulai dengan baik-baik Ndra. Gue tau lo masih belum bisa lepasin Dirga. Okeyy! See you boncel!
"Lama ya? Sorry deh!!"
"Gak masalah! Udah biasa gue nunggu cewek dandan!!" aku tersenyum miris, cewek lo kan cewek cantik jelas kalau dandan lama wajar. Lah aku??
"Yuk berangkat.."
"Abang gue mana? Kok gue samperin kekamar kagak ada??"
"Dia pergi duluan. Katanya lo taruh aja kuncinya di tempat biasa."
"Oh oke!!" Aku segera mengunci pintu dan mengikuti langkah Dirga ke arah--
Mobil??
"Kita mau pergi kemana sih? Kenapa harus naik mobil? Kenapa gak naik motor aja? Kita mau pergi jauh ya? Lo mau culik gue? Lo mau jual organ tubuh gue ya? Atau lo mau jual gue ke--"
"Bawel! Buruan masuk!!" Dirga mendorongku agar aku cepat memasuki mobilnya.
"Duh Ga mau kemana sih???"
"Lo diam aja deh!!"
__ADS_1
"Iiihhh Gaa!! Kita mau kemana???" tanyaku sekali lagi.
"Udah nurut aja!!"
Akhirnya aku hanya bisa terdiam mengikuti ucapan Dirga.
📌
"Woy ciil!! Banguuuun aelah tidur mulu lo!!"
Aku menggeliat mendengar suara Dirga. Ah iya aku baru ingat, aku pergi sama Dirga.
"Turun!! Lo mau didalam mobil aja??" aku mengerjapkan mataku beberapa kali.
Pantai???
Aku mengikuti langkah Dirga keluar mobil. "Ngapain mantai?" tanyaku polos.
"Ngapain aja Ndra! Yang penting gue pengen manfaatin waktu gue selama 24 jam ini sama lo. Cukup gue dan lo aja yang ada disini. Tanpa Nagra, Laras, ataupun Fabian."
"Gaa--"
"Yuk kesitu.." Dirga menarik tanganku dan membawaku ke tepi pantai. Ternyata sudah hampir setahun aku gak pernah pergi ke pantai lagi.
"Sini duduk di samping gue.." aku menuruti permintaan Dirga..
"Ndraa.."
"Em???"
"Gimana? Lo udah siap ujian?"
Aku tertawa mendengar pertanyaan Dirga. Pertanyaan macam apa itu? "Ga, siap gak siap Minggu depan kita udah ujian."
"Jadi lo kuliah dimana??"
"Gue..." aku nampak berpikir sejenak.. "Gue kuliah bareng kak Nagra. Lo sendiri?"
Dirga terdiam. Ia menatap lurus kearah pantai. "Ga?"
"Gue punya dua pilihan Ndra, tapi gue masih belum tau mau pilih yang mana. Ada sesuatu yang kudu gue pastiin dulu."
"Tapi ya udahlah. Gue ajak lo kesini itu untuk senang-senang bukan untuk melow-melow-aaaannn" ucap Dirga sambil mengusap rambutku.
"Ya udah yuk main aiir." aku menggeleng keras!! "No Ga!! Gue gak bawa baju!!"
"Udah! Gue bawa baju 3 kok. Satu buat gue satu buat lo! Habis itu kita pergi ke butik dekat sini kita beli baju buat lo!!" teriak Dirga sambil menggendongku membawaku ketengah pantai.
Akhirnya setelah hari itu. Setelah hari dimana ia memintaku mundur. Setelah aku tidak bisa tertawa lepas bersamanya lagi. Hari ini, aku bisa merasakan itu lagi. Aku bisa tertawa lepas karenanya. Bahkan hari ini aku tertawa bersamanya. Dan ia tertawa karenaku.
**Terima kasih Ga..
__ADS_1
Terima kasih untuk hari ini**...
📌