
Setelah adegan izin izinan itu gue lebih memilih menjauh dari Diandra. Dan kebetulannya Lagi, selama semingguan kemaren Diandra dan juga Dirga sama-sama lagi ujian. Jadi gue bisa punya alasan kenapa gue ngejauh dari mereka.
Sehari setelah Diandra pergi sama Dirga. Gue mergokin dia ngelamun sendirian. Entah apa yang ia pikirin. Tapi ia terus-menerus gak fokus sama apa yang gue ajarin ke dia.
Gue rasa pilihan gue kemaren salah waktu ngebiarin Diandra sama Dirga pergi. Gue akan kehilangan Diandra. Yah, gue rasa begitu. Diandra akan balik ke Dirga. Itu berat. Tapi kalau pada kenyataannya memang harus begitu. Siapa yang bisa ngelarang??
Gue berjalan menyusuri koridor sekolah gue yang sudah di sulap semenarik mungkin. Beberapa hari lagi adalah hari puncak prom night mereka. Gue tau? Jelaslah. Ada si Laras yang cerita ke gue semuanya.
Gue mencari seseorang yang selama seminggu ini selalu gue rindukan. Bahkan setiap detiknya..
Gue liat gadis itu turun dari panggung setelah latihan..
Gue menghampiri Andra dari belakang dan membisikinya sesuatu "Jadi setelah nyanyi lagu ini berdua ada yang gagal move on nih??"
"Kak Nagraaaaa...." Andra langsung memeluk gue erat. Lo kangen gue juga ya Ndra??
"Kakak kemana aja sih?" ucapnya sambil melonggarkan pelukannya..
"Kangen sama aku?" Diandra mengangguk "Gak ada yang bisa aku gangguin kalau gak ada kakak..."
Gue melotot mendengar ucapannya. Sontak gue menarik hidung Diandra hingga membuatnya menjerit..
"Kaaakkk iihhh sakit bangettt!!"
"Jadi baper gak nih habis nyanyi ini???"
"Kalau aku nyanyinya sama Rizky Nazar atau Jefri Nichol baru aku baper!"
"Yeee halu lo Ndraa..." ucap gue sambil mengacak rambut Diandra...
Setelah itu, gue ngelihat dengan mata kepala gue sendiri kalau Diandra sama Dirga sekarang akur banget. Tanpa gue sadari pun, itu hari terakhir gue ngelihat Dirga..
๐
Hari ini adalah malam puncak prom night di sekolah Diandra. Baru 10 menit yang lalu gue gak balas chat Diandra, dia sudah nelpon gue beberapa kali..
Gue berjalan mendekati hape gue yang gue taruh di meja..
25 panggilan dari Iqbal..
Gue segera menghubungi Iqbal balik. Gue kira si Diandra yang telpon gue..
__ADS_1
"Halo Bal.. --"
"Buruan nyalain tv lo sekarang!!"
"Hah ngapain njey? Gue buru-buru nih mau ke sekolah! Lo ga datang prom night emang??"
"Buruan bgsd!"
Gue segera mengikuti instruksi dari Iqbal.
Berita kecelakaan pesawat?? Siapa emang yang kecelakaan?
"Terus kenapa Bal ? Pesawat punya bokap lo yang jatuh atau gimana sih? Gue gak mudeng nih!!"
Drrrtt...
"Cek pesan gue sekarang!" suara di seberang semakin terdengar suara orang yang menahan tangis. Ada apa sih sebenarnya??
Gue segera membuka WhatsApp gue. Ternyata Iqbal mengirimkan screenshot pesan dia dan--
Dirga..
Astaga shiit! Gue baru ingat! Hari ini Dirga harusnya udah balik kesini..
Dirga si bungul
Sampe lo foto duluan sama si Diandra gue gorok leher lo. Setengah jam lagi gue take off kok. Salam ya buat Diandra. Potoin dia dong plis. Biar jadi penyemangat gue di pesawat nanti..
Me : aelah cuy! Lebay bannar sih!! Iya nanti gue fotoin. Betewe lo naik pesawat apaan???
Dirga si bungul
Gue naik pesawat Li** **** 473883. Doain ya gue selamat sampe sana biar gue bisa duet bareng Diandra terus hidup bareng sama dia..
Me : Yee halu lo. Ya udah lo hati-hati. Bismillah Yee. Ingat lo ditunggu sama Diandra. Jadi lo harus selamat sampai sini! Mau gue jemput gak?
Dirga si bungul
Wah lo pengertian banget sih. Boleh deh. Jam 6 lo harus udah di bandara ya. Okee bye..
"Bal! Anying lo! Maksud lo--"
__ADS_1
"Gue tadi ke bandara, waktu gue, Asen, Alex sama si Ridho sampe bandara, keadaan bandara ricuh banget, banyak orang yang lari sana sini, terus mereka nangis. Ternyata ada kecelakaan pesawat. Dan lo tau, nama pesawat yang kecelakaan sama persis sama pesawat yang disebutin Dirga di chat gue sama dia barusan. Gue saranin lo bawa Diandra ke sini sekarang! Gue tau ini berat buat dia! Tapi ini kenyataan nya! Gak ada yang selamat di pesawat itu!"
Tuuttttt...
Telepon itu terputus. Gue masih terdiam di tempat. Gue masih mencerna semua kejadian yang barusan di ceritain Iqbal. Ya Tuhan secepat itukah Dirga harus balik? Bahkan dia belum selesein urusan dia sama si Diandra. Sepatu itu, sepatu yang mau dia kasih ke Diandra masih sama gue. Dia bilang dia mau nitip di kamar gue.
Gue segera memakai baju dan menelepon Laras untuk segera ke sekolah...
๐
"Graa.. sumpah gue gak nyangka banget kejadiannya bakal gini.." Laras disamping gue terus menangis sepanjang perjalanan ke sekolah untuk ngejemput Diandra.
"Ras, plis lo jangan nangis terus kayak gini. Gue gak mau terlihat lemah didepan Diandra. Kalau gue nangis siapa yang bakal kuatin dia ngadepin ini? Bisa jadi dia lebih hancur dari lo kalau lo nangis didepan dia.."
Laras terus menangis sampai kita berhenti didepan gerbang sekolah gue yang dulu..
Laras berlari mencari Diandra. Gue berusaha menghapus air mata yang terus ngalir di pipi gue. Sialan! Gue gak boleh nangis!
"Ndra..."
"Hey Ras ada apa? Kenapa lo nangis kayak gini??"
Gue berjalan mendekati dua perempuan yang gue sayangi itu..
"Kak lo apain nih si Laras sampai dia nangis gini??"
Gue segera memeluk Diandra erat "Ndra..." Tangisan gue pecah. Gue sanggup nyampaikan ini semua ke Diandra. Gue takut dia hancur lagi. Gue takut dia down lagi. Sangat-sangat takut..
"Kak ada apa? Jelasin sama aku!" Diandra melepaskan pelukannya "plis jelasin ke aku! Kalau kalian cuma datang kesini terus cuma untuk peluk aku sambil nangis mending ntaran aja kalau acara udah selesei.."
Gue memejamkan mata sebentar "Pesawat yang Dirga tumpangi kecelakaan.."
Diandra langsung menjauh dari gue..
"Apaan sih lo kak! Gak usah bercanda kaakk pliis. Gue lagi nungguin dia nih! Bentar lagi gue manggung sama dia.." omel Diandra..
"Ndra.. hikks... Yang di omongin... Hikks.. kak Nagra.. itu benar .." sahut Laras. Ia berusaha untuk kuat berbicara..
"Apanya yang bener Ras???" bentak Diandra..
Gue terdiam kemudian gue menatap Diandra tajam "Dirga kecelakaan! Kalau lo gak percaya ikut gue sama Laras kita ke bandara sekarang!!!"
__ADS_1
๐