
"Makasih" ucapku sambil melepas sabuk pengaman.
Bukan, bukan kak Nagra yang antar aku pulang. Tapi Gaga yang antar aku pulang. Aku gak tau kenapa bisa tiba-tiba Gaga marah waktu liat aku jalan sama kak Nagra. Bahkan Gaga sampai bilang kalau aku itu miliknya. Ya Tuhan makasih sudah membuka lebar mata Gaga. Ihiiyy.
Aku membuka pintu mobil tapi pergerakan gue terhenti saat tangan mulus Gaga menggenggam tanganku "Mulai besok berangkat bareng gue terus!"
Aku melongo mendengar ucapan Gaga. "Hah? Tapi Ga--"
Gaga melambaikan tangannya didepan mukaku "Gue gak terima penolakan! Lo nolak ajakan gue, gue anggap Lo udah gak suka sama gue!!"
Aku terdiam menatap Gaga, ini serius? "Gaga? Kamu serius? Aku gak akan nolak kalau gitu! Karna sampai kapan pun aku akan terus suka sama kamu."
Gaga menghembuskan napasnya. *Bukan untuk yang terakhir kali ya. Tapi untuk kesekian kalinya saat mendengar ucapanku. "Udah buruan turun, gue mau balik."
Aku turun dari mobil Gaga dengan senyum mengembang.
๐
"Lo kenapa masuk-masuk rumah bukannya salam malah senyam-senyum??" si Joe ah bukan Jojo ya, tapi bang Joe-ku yang ku sayang ganggu khayalanku aja.
"Apaan sih bang. Adek Lo yang comel dan unyu ini lagi bahagia banget tau..." ucapku sambil berjalan ke arah dapur.
"Kenapa Lo?" tanya bang Joe penasaran.
"Assalamualaikum maahhhhh! Anak mama yang cantik comel bin unyu ini udah pulang.."
"Andra sayang, jangan teriak-teriak gini dong duh, kamu itu anak perempuan jangan suka teriak-teriak." omel mamah.
"Dia lagi aneh mah makanya dia begitu. Tadi masuk rumah aja bukannya salam malah senyam-senyum gak jelas." hedeh, si tiang listrik nyahut aja.
"Apaan sih bang, gak usah kepo deh ya! Gue tuh lagi bahagia banget."
Aku menuangkan sebotol air es ke gelas kesayanganku. Iya aku punya gelas kesayangan. Gambarnya Winnie the Pooh. Comel banget dah ah.
"Mamah tau gak, Gaga tadi bilang ke aku kalau mulai besok dia yang antar jemput aku."
"Wah serius Ndra? Mamah gak salah denger kan? Kamu lagi gak halu kan??" mamah duduk di sebelahku.
"Mamah percaya? Kayak gak tau Andra aja mah, dia kan sering halu." sahut bang Joe.
Aku mencomot roti isi punya bang Joe "Abang mulutnya ihh. Andra beneran mah, Andra gak halu kok. Liat aja besok pagi, Gaga pasti main kerumah." ucapku sambil mengunyah roti isi.
"Itu roti isi punya gue juga Lo comot-comot aja!!" sungut bang Joe. *Rasain.
"Abang, Abang tadi udah makan 2 biji kan. Gak boleh gitu sama adeknya." omel mamah. *Hahaha mampus Lo bang.
"Kamu ganti baju sana, terus makan siang." pinta mamah. Ah iya aku baru ingat aku belum ganti baju. Tapi ada satu lagi yang buat aku jadi terheran-heran.
"Bentar deh mah, itu Abang kok masih dirumah? Kagak kuliah? Kagak kerja? Aelah pemalas banget sih bang." cerocosku.
"Ekh mulut sembarangan kalau ngomong. Dosen gue gak masuk. Makanya gue gak masuk. Terus kalau kerja, gue shift malam hari ini." sungut bang Joe.
"Lo kenapa sih bang gak kerja di kantor papa aja? Kenapa harus kerja jadi barista kayak gitu?" tanyaku. Aku masih tetap penasaran sama alasan bang Joe memilih kerja jadi barista. Padahal papa sudah menawarkan jabatan yang lebih baik di kantor papa.
"Lo juga kenapa milih jadi pelayan restoran?" bang Joe tanya balik ke aku.
"Biar bisa nambahin uang saku gue lah."
"Diandraa ganti baju dulu sayang..." teriak mamah dari dapur.
Aku langsung berlari menaiki tangga. Mengganti baju kemudian duduk lesehan bersandarkan springbedku. *Bukan bersandarkan bahunya si doi.
Ting...
Aku mengambil hapeku di atas meja. Penasaran siapa yang mengganggu lamunanku.
Nagra the Explorer
Hah? Kak Nagra?
Nagra the Explorer (3)
*Ndra..
Udah sampai dirumah?..
__ADS_1
Lo gak di apa-apain kan sama si bocah satu itu*?..
Aku tertawa membaca pesan kak Nagra. Terlebih nama line kak Nagra yang sedikit aneh.
Aku mulai mengetikkan balasan untuk kak Nagra.
Me : Udah kak. Aman kok. Kakak kan tau sendiri tadi Gaga bilang kalau gue itu miliknya. Jadi dia gak akan nyakitin apa yang udah jadi miliknya ^^
Aku tersenyum mengingat ucapan Gaga, ternyata selama ini dia menganggapku miliknya.
Makasih Ga, makasih untuk hari ini.
๐
Pagi ini aku sedikit merubah penampilanku. Ku biarkan rambutku tergerai dengan warna yang sedikit keabu-abuan. Semalam aku sengaja mengganti warnanya. Sepatu juga. Sekali-kali aku pakai sepatu yang dibeliin mamah be-hak dikit sih sepatunya supaya aku bisa kelihatan sedikit tinggi.
"Udah cantik kali ya gue.."
"Andraaaa di cariin teman Lo nih buruan turun! Jangan kebo Mulu maluuuuu!!!!"
Aku terkejut mendengar teriakan bang Joe. Nih apaan sih pagi-pagi udah teriak-teriak aja.
Teman? Tunggu-tunggu. Jangan-jangan itu Gaga. Oh my good!! Duhhh..
Aku kembali ke depan cermin. Merapikan rambut juga seragamku.
"Huft.." aku berjalan pelan keluar dari kamar.
Tunggu!!
Itu bukan Gaga, dari belakang pun sudah jelas itu bukan Gaga. Terus siapa yang pagi-pagi datang ke rumahku?
"Woy curut! Turun kenapa malah bengong di tangga gitu? Kalau Lo jatuh ntar gue gak punya adek kayak Lo lagi kan ribet." cerocos bang Joe.
"Joe gak boleh ngomong gitu sama adek sendiri." belum sempat aku menyahuti ucapan bang Joe. Mamah sudah duluan menanggapi ucapan bang Joe. Mampus Lo bang.
Orang yang bang Joe sebut temanku itu menoleh menghadapku.
Kak Nagra? Whaaattt????
"Mau ajak Lo berangkat bareng." jawab kak Nagra.
"Tapi kan gue mau berangkat sama Gaga."
"Pagi sayang.." sapa mamah.
Aku menghampiri mamah yang ada didapur. "Pagi mah."
"Pagi pa." sapaku pada papa yang baru aja turun.
"Pagi juga sayang." jawab papa sambil duduk di kursi kebangsaan nya.
"Wah kayaknya ada tamu spesial nih. Temannya Andra ya?" tanya papa.
"Iya om." Kak Nagra menyalami papa.
"Oh kamu cowok yang sering di ceritain sama Andra ya? Namanya kalau gak salah--"
Aduh papa salah orang. Aku segera memotong ucapan papa daripada kesalah pahaman ini tambah panjang..
"Aduh bukan paaa! Dia kak Nagra kakak kelas Andra. Dia bukan Gaga yang sering Andra ceritain!!"
"Ohh bukan? kirain ini si Gaga." sahut papa.
"Assalamualaikum. Selamat pagi.." wah suaranya aku kayak kenal. Pasti si Gaga.
"Bentar yah mah, pa itu pasti suara Gaga." seruku kemudian berlari ke arah pintu utama.
Aku terkejut melihat Gaga benar-benar menepati ucapannya.
"Gue laper gak sempat sarapan."
"Hah?" Aku melongo mendengar ucapan Gaga. Aku salah dengar deh kayaknya.
"Lo budek ya? Gue laper. Mau ikutan sarapan."
__ADS_1
"Aduh iya-iya yuk masuk." Ajak aku sambil menggandeng tangannya.
"Gak usah pegang-pegang tangan gue." ucap Gaga sambil menghempaskan tanganku.
"Itu motor Nagra?"
"Kok kamu tau? Iya kak Nagra kesini. Aku gak tau. Aku kira tadi kamu ternyata kak Nagra." jelasku. Tapi yang ada dia justru nyelonong ninggalin aku gitu aja.
"Pagi om, bang." sapa Gaga sambil menyalami mereka satu persatu. Duh dah cocok jadi bagian keluargaku nih.
"Ini baru Gaga pa, yang sering Andra ceritain." bisikku pada papa.
"Nak Gaga?" tanya papa sambil tersenyum.
"Ekh? Iya om?"
"Teman sekelasnya Andra? Gimana Andra kalau dikelas?" tanya papa. Ini papa apa-apaan sih.
"Papa apa-apaan sih.." sungutku.
"Dia orangnya yah gitu om. Sedikit berisik."
"Waduh kayaknya sarapan kali ini akan ramai banget ya. Kita sarapan bareng aja yuk sekalian." seru mamah sambil membawa menu terakhir sarapan kita.
"Pagi Tante." sapa Gaga sambil menyalami mamah.
"Sebentar deh, kamu pasti Gaga yang sering di ceritain sama Andra itu kan?" tanya mamah saat Gaga selesei menyalami mamah.
"Iya tante, saya Gaga." jawab Gaga sopan. Wih bisa sopan juga dia.
"Nak Gaga, sama nak Nagra jangan malu-malu makan yang banyak yah. Anggap aja dirumah sendiri." ucap mamah. Mamah nih emang terlalu baik sama orang baru.
"Iya Tante" jawab Nagra dan Gaga bersamaan.
"Jadi kalian berangkat bertiga?" tanya papa. Aduh papa jelas aku berangkat sama Gaga lah. Ya kali bertiga.
"Andra berangkat bareng saya om." jawab kak Nagra. Apa-apaan ini??
"Enggak om. Andra berangkat bareng saya. Soalnya kemaren kami sudah janjian." jawab Gaga.
"Ekh iya pa. Kemaren Andra sudah janjian sama Gaga untuk berangkat bareng." sahutku.
"Nak Nagra memangnya tidak menelpon Andra dulu?" tanya mamah.
"Tadi rencananya mau bikin kejutan gitu Tante. Tapi gak papa kok. Lain kali aja kita berangkat bareng." jawab kak Nagra.
Aku melirik jam di tangan kananku. "Duh mah, pa, Andra sama Gaga berangkat deh ya udah mau telat soalnya."
Gaga dan kak Nagra juga melirik jam yang ada di tangan mereka.
"Iya Tante, saya juga kalau gitu." jawab kak Nagra.
"Wah buru-buru semua ya. Ya sudah lain kali sarapan bareng lagi ya. Hati-hati kalau berangkat sekolah." ucap mamah sambil menyalami Gaga, kak Nagra dan juga aku.
"Bang--" belum selesei aku ngomong bang Joe sudah memotong ucapanku.
"Lo utang cerita sama gue. Gue tunggu ntar pulang sekolah! Awas aja!!"
"Bawel!!" teriakku.
"Lo berangkat bareng gue kan?" tanya kak Nagra saat kami betiga sampai didepan rumah.
"Dia berangkat bareng gue!" jawab Gaga sambil menarik tanganku.
"Lo jangan kasar gitu sama Andra!" pinta kak Nagra sambil menghempaskan pegangan Gaga di tanganku.
"Lo masuk duluan gih. Gue mau ngomong sebentar sama si ketua OSIS yang terhormat ini." seru Gaga.
"Tapi Ga--"
"Buruan!!" bentak Gaga.
Aku langsung duduk didalam mobil Gaga. Hubungan mereka memang gak pernah baik sepertinya. Sikap Gaga yang arogan, nakal sering dihukum berbanding terbalik sama kak Nagra yang baik, ramah, dan juga dia ketua OSIS. Jadilah mereka musuh. Kak Nagra yang sering menghukum Gaga.
๐
__ADS_1