Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Hijrah Cintaku. ( Zayn )


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


Ceklek!


"Assalamualaikum!" ucap Zayn untuk pertama kalinya mengucapakan assalamualaikum saat masuk kedalam rumah mewah nya. Biasanya pemuda itu akan masuk semaunya saja.


Berhubung tidak ada orang yang mendengarnya setelah menutup pintunya kembali. Zayn berjalan semakin masuk kedalam rumah tersebut. Namun, saat melewati ruang keluarga dia juga tidak ada menemukan istrinya.


"Ramai sekali, ada siapa?" gumam Zayn langsung melangkah kearah dapur untuk melihat ada siapa di rumahnya.


"Haa... ha... Bibi bisa saja. Saya hanya bisa sedikit. Bukannya hebat," tawa Fira karena dia dibilang seperti seorang chef terkenal. Padahal hanya membuat beberapa masakan untuk nanti makan malam.


"Tapi Saya serius, Non. Nona benar-benar istri idaman. Cantik, pintar masak dan juga sangat baik. Tuan muda sangat beruntung sekali bisa menikah dengan Non Fira," kata si bibi yang sejak tadi selalu memuji Shafira.


"Agh! Bibi bisa saja. Saya tidak seperti itu, Bi. Mungkin saja Mas Zayn ti---"


"Assalamualaikum!" begitu mendengar ada yang mengucapkan salam. Si bibi dan Fira sama-sama menoleh kearah belakang.


"Waalaikum salam warahmatullahi Wabarakatuh. Mas," seru Fira tersenyum dan langsung mengambil tongkatnya untuk berdiri, karena saat ini dia lagi duduk di kursi meja makan. Namun, melihat istrinya seperti kesusahan. Zayn cepat-cepat berjalan kearah istrinya dan membantu Fira untuk berdiri.


Sedangkan si Bibi lagi mengaduk masakan yang dibuat oleh Fira. Asisten tersebut hanya membantu saja.


"Mas, kok sudah pulang?" tanya gadis itu sambil mencium tangan suaminya seperti mana istri yang sesungguhnya. Fira bertanya karena tidak biasanya Zayn pulang sebelum sholat ashar. Biasanya selalu sore.


"Iya, apakah kakimu masih sakit?" tanya Zayn degan suara lembut. Bukan dingin seperti biasanya.


"Alhamdulillah, sudah tidak terlalu sakit," jawab Fira sambil melihat kearah kakinya sendiri.


"Syukurlah! Kamu kenapa malah di dapur?" Zayn kembali bertanya. Namun, bukan itu yang membuat Fira langsung menatap padanya. Tapi kata-kata kamu. Itu yang membuatnya kaget. Selama mereka berdua menikah baru kali ini Zayn menyebutnya seperti itu. Biasanya pemuda itu selain bicaranya kasar. Juga selalu mengunakan kata kau.


Akan tetapi ada apa ini? Selain sudah mengucapakan salam. Zayn juga berbicara dengan lemah lembut dan juga mengunakan kata kamu.


"Fira, kamu kenapa?" tanya Zayn karena Fira malah menatap padanya.


"Ti--tidak ada apa-apa. Apakah Mas mau sesuatu. Biar aku buatkan?" jawab Fira tergagap dan cepat-cepat memutuskan tatapan mata mereka lebih dulu.


Salting! Ya, anggap saja Fira merasa malu karena perlakuan baik suaminya. Sebab tatapan mata Zayn padanya juga sangat teduh. Bukan tatapan seperti burung elang yang siap menerkam musuhnya.


"Tidak! Aku hanya ingin mengajakmu ke kamar. Ayo kita ke atas," ajak Zayn sedikit menyugikkan senyuman karena bila lagi salting Fira terlihat sangat menggemaskan.


"Kenapa aku baru sadar jika dia sangat menggemaskan." gumam Zayn seraya menoleh kearah bibi yang lagi memasak.

__ADS_1


"Bi, kami apakah barang-barang nona sudah dipindahkan ke atas?" tanyanya karena tadi pagi Zayn sudah menyuruh sang asisten memindahkan barang-barang istrinya.


"Sudah Tuan, walaupun Saya harus berdebat dulu sama non," Fira langsung menatap pada pembantu tersebut agar tidak mengatakan pada Zayn bahwa dia tidak mau pindah.


"Oke, terima kasih karena sudah bekerja dengan baik. Bibi teruskan memasaknya, karena nona mau---"


"Mas, aku lagi memasak. Jadi Mas kembali saja kekamar. Aku aka---


"Tidak ada penolakan. Ayo kita ke kamar karena yang memasak sudah ada bibi dan biar dia yang meneruskan pekerjaannya," sela Zayn yang tidak bisa dibantahkan lagi.


"Tapi---"


"Ayo ke atas. Apa mau ku gendong dari sini," ancaman Zayn langsung membuat Fira cepat-cepat bicara.


"Bibi, tolong teruskan masakannya, ya. Saya mau kembali ke kamar dulu," pamit Fira yang tidak mau bila Zayn kembali mengendong tubuhnya.


Sudah cukup tadi malam saja. Jangan sekarang lagi karena kaki Fira sudah sembuh jika menurut gadis itu sendiri.


"Iya Non, Nona tidak perlu khawatir. Biar Bibi yang meneruskan memasaknya. Lagian ini hanya tinggal matangnya saja. Rasa masakannya kan sudah dicicip sendiri oleh Non tadi," jawab si bibi tersenyum.


"Ayo," ajak Zayn sambil memegangi bahu Fira.


"Mas, aku bisa berjalan sendiri. Ini hanya luka kecil, bukan patah atau---"


"Iya, ayo jalan," Zayn melepaskan pegangan tangannya. Namun, mereka tetap berjalan saling bersinggungan. Meskipun begitu banyak pertanyaan dibenaknya. Fira tetap saja menurut perkataan suaminya.


"Tidak! Aku sholat dan istirahat di kamarku,"


"Mulai sekarang kamu... akan satu kamar denganku," mendengar ucapan suaminya Fira langsung berhenti melangkah dan melihat kearah Zayn.


"Ayo naik, nanti kita bicarakan setelah dikamar," ajak pemuda itu kembali membantu istrinya.


"Mas Zayn kenapa? Kok tumben bersikap baik dan berbicara lembut seperti pada manusia. Dia tidak lagi merencanakan untuk membunuhku malam ini, kan?" gumam Fira merasa takut.


"Astaghfirullah hal Azim! Ya Allah, ampuni hamba mu ini karena telah suudzon pada Mas Zayn. Hanya saja ini semua sangat aneh." sampai Zayn menyuruhnya masuk. Fira terus bergumam dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Ayo masuk," titah suaminya sudah membukakan pintu kamar. Lalu Fira hanya mengangguk dan begitu tiba di dalam kamar. Gadis itu duduk di atas sofa. Begitu pula dengan Zayn yang duduk dihadapannya.


"Ada apa, Mas? Apa ada yang ingin Mas katakan?" tanya Fira yang tidak tahan bila hanya diam saja.


"Fira..." ucap Zayn tidak melanjutkan lagi ucapannya.


"Iya, ada apa? Tolong jangan membuatku takut. Jujur melihat sikap Mas berubah baik seperti ini aku menjadi takut. Bila Mas lagi merencanakan sesuatu karena membenciku. Maka tolong urungkan. Sebab setelah pernikahan kita genap satu tahun. Aku sendiri yang akan memberitahu kedua orang tua kita. Aku tidak akan membawa-bawa Mas Zayn saat mengatakan bahwa kita akan berpisah," ungkap Fira karena dia memang takut bila Zayn melakukan sesuatu padanya.


"Sudah bicaranya?" tanya Zayn yang tidak menyela saat istrinya bicara panjang kali lebar.


"Iya, sudah!" jawab Fira disertai anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Fira... sebelum mengatakan maksudku. Aku ingin meminta maaf kepada mu. Atas semua sikap dan ucapan burukku padamu selama ini,"


"Ma--maksudnya?"


"Maksudnya aku meminta maaf padamu. Maafkan aku sudah melukai hatimu dengan perkataan ku," ucap pemuda itu tidak gengsi lagi untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah dia lakukan.


"Mas, sebelum dirimu meminta maaf, aku sudah memaafkanmu.. Karena aku tahu bahwa aku bukanlah gadis yang Mas sukai. Jadi Mas tidak perlu merasa bersalah, karena aku mengerti kenapa kamu sangat membenciku,"


"Terima kasih, karena sudah mau memaafkan aku. Namun, aku... tidak ingin berpisah denganmu. Aku mau kita membangun rumah tangga seperti mana pasangan pada umumnya," ungkap Zayn yang saling tatap dengan Fira karena dia tidak yakin jika gadis itu mau memberinya kesempatan.


Zayn tahu bahwa dia adalah manusia paling kotor. Jadi sudah siap juga jika Fira akan menolak hidup bersamanya.


"Apakah Mas serius? Lalu apa alasannya?" tanya Fira yang tidak sama seperti pemikiran Zayn. Gadis itu sangat senang bila suaminya benar-benar ingin membina rumah tangga bersamanya.


"Aku serius," jawab si Casanova yang berniat untuk hijrah. "Tidak ada alasan yang bisa aku jelaskan. Namun, aku hanya ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi karena aku... mencintaimu,"


Deg!


Fira yang tadi sudah menunduk sekarang kembali menatap mata suaminya.


"Cinta?" ulang Fira takutnya dia salah dengar. Jantung gadis itu langsung berdegup kencang saat mendengar pengakuan suaminya.


"Iya, aku menyukaimu Fira. Mungkin terdengar seperti lelucon. Namun, ini nyatanya dan mungkin memang sudah sejak awal perasan ini sudah ada. Akan tetapi karena rasa tidak suka ku pada perjodohan diantara kita. Aku membohongi perasaanku sendiri," jawab pemuda tersebut karena tadi saat di perusahaan. Dia telah bercerita pada kedua sahabatnya tentang apa yang dia rasakan bila berdekatan dengan istrinya.


Jadi menurut Aksa dan Edo. Zayn telah jatuh cinta pada istrinya sendiri. Makanya sekarang Zayn ingin memastikan sendiri apakah dia benar-benar mencintai istrinya atau tidak dan ternyata semuanya benar.


Jantung Zayn berdebar-debar saat tatapan mata mereka bertemu. Ternyata selama ini perasaan itu sudah ada. Akan tetapi karena Zayn memiliki ego yang tinggi dan memiliki trauma untuk percaya lagi pada seorang wanita. Membuatnya selalu bersikap kasar pada Shafira.


"Aku tahu aku tidak pantas untukmu. Namun, setidaknya sampai waktu yang kamu tentukan. Aku ingin menjadi imam untukmu. Kamu tidak perlu khawatir karena aku tidak akan melakukan apapun padamu. Kita cukup seperti ini saja," sadar diri bahwa dia tidak pantas bersanding dengan Fira. Pemuda itu langsung menjelaskan pada istrinya supaya tidak salah paham pada niatnya.


"Tapi jika kamu mau memberiku kesempatan. Aku benar-benar sangat bersyukur, karena aku sangat mencintaimu. Akan tetapi bila tidak bisa memberiku kesempatan maka tidak apa-apa. Sekarang kamu mau memaafkan aku saja itu sudah cukup," lanjutnya lagi karena Fira hanya diam saja.


"Jika kamu mencintaiku karena nafsu. Maaf, aku tidak bisa, Mas," jawab Fira degan sangat tenang. Lalu setelahnya dia bicara lagi.


"Tapi jika kamu mencintaiku karena Allah. Maka jangankan kedua tangan ku. Bila masih ada pintu hatiku yang lainnya, maka akan aku buka. Agar kita bisa bersama-sama mendapatkan ridho nya," ucapan Shafira tentu saja membuat Zayn yang tadinya telah siap menahan kecewanya langsung menatap Fira lekat.


"Aku mencintaimu karena Allah Fira, karena aku sangat yakin bahwa dirimu adalah gadis yang dikirimkan oleh Allah untuk membawaku kejalan yang benar," jawab Zayn cepat.


Setelah membaca buku diary Fira. Benar-benar membuat pemuda itu merasa bahwa dia adalah manusia paling kotor, karena dosa-dosanya selama ini yang selalu berbuat zinah.


"Untuk bisa bersanding dengan mu. Aku akan tinggalkan semua masa laluku. Aku rela tinggalkan semuanya, asalkan kita akan tetap bersama," Zayn kembali menyampaikan apa yang ada didalam hatinya.


"Hijrah cintaku padamu membuatku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi. Maukah kamu memberiku kesempatan? Untuk memperbaiki diriku yang sudah berlumur dosa. Aku ingin berhijrah melalui cintaku padamu. Mungkin pernikahan kita, adalah cara Tuhan untuk membawaku agar bisa kembali ke jalan nya,"


"Huem... baiklah! Aku akan memberimu kesempatan. Namun, jika kamu memiliki niat lain. Maaf, aku tidak bisa," jawab Fira mengangguk setuju bahwa akan memberi suaminya kesempatan.


"Terima kasih! Untuk membuktikan semuanya. Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu. Sampai aku benar-benar layak untukmu," seru Zayn sedikit merasa gemetar karena tidak menyangka bahwa Fira mau memberinya kesempatan.

__ADS_1


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2