Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Obat Perangsang.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


... HAPPY READING... ...


.


.


"Panas sekali. Brengsek! Siapa yang sudah berani menjebak ku." umpat Zayn tidak kuat merasakan gejolak di dalam tubuhnya. Walaupun belum pernah mengunakan obat tersebut, tapi dia tahu bagaimana penawarnya. Selain berhubungan intim, satu-satunya cara adalah berendam air dingin. Sampai reaksi obatnya hilang sendiri.


Zayn tidak melihat sekeliling kamar. Dia melepaskan baju kaosnya begitu pun celana jeans yang ia pakai. Sehingga yang tersisa hanyalah celana Boxster. Lalu dia melangkah ke arah kamar mandi. Namun, baru saja mengisi air kedalam Bathub untuk berendam. Tiba-tiba seseorang memeluknya dari arah belakang.


Meskipun tidak menoleh untuk mencari tahu siapa orangnya. Zayn bisa menebak jika yang memeluknya adalah seorang wanita. Dua gunung kembar yang tidak tertutup itu menempel sempurna dipunggung Zayn. Membuat jiwa kelelakian nya semakin mengeras ingin segera disalurkan.


Apa lagi begitu memeluknya, tangan Raisa dengan lancang meraba senjata pamungkas pria itu. Ya, yang memeluk Zayn adalah Raisa. Mantan kekasihnya yang sudah masuk ke kamar Zayn saat pria itu berangkat ke restoran buat makan malam.


Namun, baru saja tangan Raisa hendak meraba masuk kedalam celana Boxster. Zayn sudah mendorong tubuh wanita itu sekuat tenaga.


"Bedebah! Jadi kau yang melakukan?" hardik Zayn menahan emosi dan reaksi obat terkutuk itu.


"Iya, aku lah yang melakukannya, karena jika tidak memberimu obat perangsang, mana mungkin aku bisa merasakan tubuh kekar mu." Raisa kembali mendekati Zayn dengan hanya memakai baju lingerie seksi. Bagian dadanya memperlihatkan dua bongkah gunung kembarnya yang cukup besar dan menggoda iman.


Sedangkan bagian bawah memperlihatkan sawah miliknya yang hanya ditutupi oleh jaring yang sangat tipis. Namun, mata Zayn tidak melihat ke bawah. Dia hanya menatap muka Raisa penuh kebencian.


"Astaghfirullah hal Azim. Kenapa kau menjadi hina seperti ini, Raisa. Cepat pergilah dari sini sebelum aku---"

__ADS_1


"Sebelum kau khilaf untuk menikmati tubuhku? Jika begitu aku tidak ingin pergi sebelum kita bersenang-senang." sela Raisa tersenyum menggoda. Wanita itu tidak peduli pada perkataan Zayn karena tujuannya adalah untuk membuat mantannya terpedaya.


"Raisa! Jangan membuatku berlaku kasar padamu. Cepat keluar dari kamar ku!" Zayn mencekal tangan Raisa yang hendak memeluk tubuhnya dari depan.


"Aku akan pergi setelah kita saling memberikan kenikmatan, Zy. Ayolah! Aku tahu pasti Fira tidak bisa memuaskan mu diatas ranjang." tidak menyerah Raisa mengunakan satu tangan untuk menyentuh barang milik Zayn yang menonjol keluar.


"Eeem!" Zayn berusaha sekuat tenaganya agar tidak terperdaya. Walaupun reaksi tubuhnya begitu menikmati saat bersentuhan dengan Raisa.


"Zy, ayolah! Kita saling mencintai. Aku ingin menikmati tubuhmu. Ayo kita lakukan tanpa memikirkan dunia luar." Raisa terus menerus mencoba merayu Zayn. Sebab pria itu mulai terbakar oleh gairah.


"Tidak-tidak! Aku sangat mencintai Fira istriku. Ya Allah, tolong kuatkan lah imanku. Aku tidak kuat bila menahannya lebih lama lagi."


Do'a Zayn yang sudah memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan tangan Raisa. Padahal niatnya tadi adalah menyeret wanita itu keluar dari kamarnya. Namun, reaksi obat tersebut lebih kuat dibandingkan pikiran normalnya.


Membuat Zayn kembali membuka matanya. Namun, yang dia lihat adalah wajah Shafira. Pikirannya semakin kacau dan tidak bisa menahan dirinya lagi.


Aaaghk!


Erang Zayn sambil menahan tangan Raisa yang bermain pada Lele tunggalnya.


"Kenapa, Zy? Nikmat bukan? Biar aku memuaskan mu malam ini, sayang. Coba kau lihat dua bongkahan ini. Apakah kau tidak ingin merasakannya?" tanya Raisa sebelum tubuhnya kembali di dorong kasar oleh Zayn.


Aau!


Teriak Raisa karena kesakitan. Zayn mendorong sekuat tenaganya. Sampai-sampai tangan wanita itu mengalami cedera.

__ADS_1


"Aku sudah bilang, pergilah dari sini, Raisa! Kau dan sekutu mu akan menyesal sudah berani menjebak ku." usir Zayn kembali mendapatkan kesadaran. Tanpa menunggu lagi dia menyeret tangan Raisa keluar.


Tidak tanggung-tanggung, pria itu membanting lagi tubuh mantan kekasihnya sampai Raisa berteriak kesakitan. Namun, Zayn tidak peduli dan menutup pintu kamarnya lagi.


Ttttttddd!


Ttttddd!


"Fira!" mata Zayn langsung terbuka jelas begitu ponselnya berbunyi.


📱 Shafira : "Assalamualaikum, Mas. Apakah Mas sudah kembali ke hotel?" tanya Fira tersenyum di layar ponsel. Mereka sudah berjanji untuk menelepon dengan video call.


📱Zayn :"Fira, tolong Mas, sayang. Aku tidak bisa menahannya lagi." jawab Zayn yang wajahnya bercucuran keringat dingin. Tatapan matanya begitu sayu ingin merasakan sentuhan seorang wanita.


📱 Shafira : "Astaghfirullah hal Azim! Mas, Mas Zayn kenapa? Aku tidak---"


📱 Zayn : "Fira, Mas di jebak mengunakan obat perangsang. Bantu Mas untuk menyalurkannya." potong Zayn berjalan kearah kamar mandi untuk berendam.


📱 Shafira : "Inalillahi wa inna ilaihi Raji'un. Ba--bantu bagaimana, Mas? Fira tidak tahu caranya,"


📱 Zayn : "Ikuti saja apa yang Mas katakan, Sayang. Mas tidak kuat menahannya. Aaaagh!" Zayn mengerang nikmat saat dia membuka celananya. Baru memperlihatkan si Lele tunggal pada sang istri saja dia sudah tidak tahan.


📱 Zayn : "Sayang, tolong lakukan seperti saat kita lagi bercinta. Biar reaksi obatnya bisa hilang." pinta Zayn penuh harap supaya Fira bisa menolongnya.


... BERSAMBUNG... ...

__ADS_1


__ADS_2