
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
... HAPPY READING... ...
.
.
Begitu tiba di bandara. Zayn dan Felix, rekan kerjanya langsung melakukan penerbangan karena memang sudah jam nya. Perjalanan kali ini memang hanya mereka berdua. Tidak melibatkan Asisten ataupun sekertaris sebagai pendamping.
Sebetulnya Zayn sangat lah jarang pergi ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. Biasanya rekan kerja yang mau bekerjasama dengan Evander lah yang mendatangi perusahaannya.
__ADS_1
"Felix, apakah putrimu sudah bisa berjalan sendiri?" tanya Zayn karena terakhir kali dia datang ke rumah Felix saat bayinya lahir.
"Sudah dari dua bulan lalu. Sebetulnya aku mau memiliki anak laki-laki, bukan perempuan." jawab Felix disertai iringan nafas panjang. Pertanda bahwa dia tidak bahagia dengan kelahiran putrinya. Begitulah jika menurut orang-orang yang mendengarnya. Namun, tidak dengan Zayn. Dia tidak mau berprasangka buruk akan sesuatu yang membuatnya berdosa.
"Terima saja dengan lapang dada. Jika aku sendiri bila istriku hamil malah ingin memiliki anak perempuan." Zayn tersenyum tipis. "Istri, anak dan harta adalah titipan dari Allah. Jika kamu menerimanya dengan ikhlas, Insya Allah ada hikmahnya dari setiap pemberian Allah padamu." lanjutnya lagi.
Sangat terlihat tenang saat menyebut nama Allah. Zayn juga tidak lepas dari zikir. Bibirnya bergerak pelan sesuai bacaan yang dia ucapkan dan Felix tahu itu.
"Kenapa kamu mau anak perempuan? Bukankah biasanya orang-orang mau anak pertamanya laki-laki? Apalagi dirimu mempunyai perusahaan besar. Siapa yang akan menjadi penerus mu bila dia seorang wanita?" Felix menatap kearah Zayn menunggu jawaban.
"Alasan kenapa aku mau anak perempuan adalah aku ingin dia cantik seperti ibunya. Memiliki sifat lemah lembut dan sabar. Sehingga bisa menjadi panutan untuk adik-adiknya kelak. Jujur jika anak pertama ku laki-laki, aku takut dia memiliki sifat seperti ku."
__ADS_1
"Kau hebat sekali bisa memiliki pemikiran seperti itu. Dan... jujur aku iri padamu yang mempunyai istri Solehah. Selain cantik, istrimu bisa menjadi guru agama untuk anak-anak mu." Felix tersenyum juga.
Akan tetapi satu tangannya lagi mengepal erat. Untuk menahan rasa cemburunya karena Zayn yang memiliki Shafira. Mereka sudah lama menikah. Maka sudah pasti juga Zayn lah yang lebih dulu menikmati tubuh istrinya. Begitulah pemikiran kotor Felix. Seorang yang memiliki sifat iri hati dan serakah pada hak orang lain.
"Felix, kamu bisa menjadikan istrimu wanita Solehah. Kamu adalah imam dalam rumah tangga kalian. Ingatlah kita sebagai seorang suami akan mempertanggung jawabkan apabila membiarkan istri kita mengumbar aurat nya." kata Zayn karena tahu jika istri Felix suka berpakaian seksi.
"Sebagai ayah, suami, kakak laki-laki dan anak laki-laki. Kita akan dituntut di akhirat nanti hanya karena lalai tidak bisa menjaga keluarga dari perbuatan dosa." lanjutnya lagi yang sudah banyak belajar ilmu agama.
"Huem, iya. Aku menyesal dulu tidak mencari istri seperti Shafira istrimu." jawab Felix membuat Zayn berpikir tentang perkataan pria itu.
"Berbahagialah kau Zayn. Sebentar lagi rumah tangga mu akan hancur. Wanita Solehah seperti Shafira pasti tidak akan mau memiliki suaminya tidur bersama mantan kekasih. Pada saat itulah aku akan datang dan merebutnya darimu."
__ADS_1
Gumam Felix di dalam hatinya. Sedangkan Zayn karena pesawat sudah mulai lepas landas. Tidak bicara apa-apa lagi. Dia hanya terus berzikir agar diberikan keselamatan saat berada dalam pesawat maupun di setiap langkah kakinya.
... BERSAMBUNG... ...