Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Masakan Tuan Muda.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻


... HAPPY READING... ...


.


.


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh... Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh..."


Zayn mengucapkan salam setelah sholat mabgrib. Diikuti oleh Shafira sebagai makmumnya.


Ya, malam ini adalah pertama kalinya Zayn menjadi imam sholat istrinya. Setelah tadi sama-sama memasak. Akhirnya kedua pasangan tersebut kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya sebelum mengerjakan sholat mabgrib.


Begitu selesai berzikir dan membaca surat-surat pendek. Zayn mengakhiri dengan do'a yang diaminkan oleh Fira. Baru setelahnya mereka berdo'a masing-masing yang hanya mereka dan Allah saja yang tahu do'a nya.


"Ya Allah.. tolong kuatkan imanku agar selalu berada di jalan yang benar. Tolong bantu aku agar bisa menjadi suami yang bisa membahagiakan istriku dunia maupun akhirat." do'a terakhir Zayn sebelum memutar tubuhnya kearah belakang karena Fira pun sudah selesai berdo'a.


"Mas, tolong maafkan semua salahku. Tolong bimbing diriku untuk bisa menjadi istri yang lebih baik lagi. Agar keluarga kita selalu diberi ridho nya," ucap Fira meminta maaf. Seakan-akan dia memiliki kesalahan pada suaminya.


"Mas juga ingin meminta maaf padamu. Kamu tidak pernah memiliki salah apa-apa padaku, Fira. Justru sebaliknya akulah yang begitu banyak dosa padamu. Aku juga ingin dibantu dan bimbingan mu agar bisa menjadi suami dan imam untuk keluarga kita," jawab Zayn mengelus kepala Fira yang lagi mencium tangannya.


"Mari kita sama-sama belajar untuk lebih baik lagi," jawab Fira tersenyum dan sudah kembali duduk seperti suaminya. Saat ini mereka masih duduk diatas sajadah.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena dirimu sudah mau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Jika tidak karena mu, mungkin sekarang aku masih berada dalam lembah dosa," tanpa aba-aba. Zayn sudah menarik tubuh Fira untuk dia dekap di dada bidangnya.


Bukan hanya itu saja, Zayn juga berulangkali mengecup kepala gadis itu yang masih dibalut oleh mukena.


"Jujur... aku benar-benar merasa tidak pantas bersanding dengan mu. Aku merasa kotor pada tubuhku," ungkap Zayn yang memang selalu merasa kotor karena selama beberapa tahun dia hidup bersama para wanita bayarannya.


"Astaghfirullah hal Azim... kenapa Mas bisa memiliki pemikiran seperti itu? Semua orang pernah melakukan dosa. Mas cukup bertaubat nasuha, tidak mengulangi kesalahan yang sama. Pasti Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah Mas lakukan," seru Fira merenggangkan pelukan mereka.


Namun, hanya kepalanya yang menjauh dari dada bidang Zayn. Sedangkan tubuh mereka hanya berjarak beberapa senti saja.


"Kamu tahu sendiri, entah berapa banyak wanita yang sudah aku tiduri. Aku pikir dengan begitu bisa membalas rasa sakit ku karena pernah dikhianati. Biasanya setiap aku lagi galau, maka aku akan menghabiskan malam dengan wanita yang aku bayar untuk melakukan hubungan one night stand bersama mereka," Zayn berhenti sejenak. Lalu kembali melanjutkan ungkap hatinya.


"Namun, jujur setelah kita menikah. Meskipun aku sangat membencimu dan suasana hati sering tidak karuan. Aku tidak pernah menghabiskan hubungan diatas ranjang lagi. Aku hanya membayar mereka dan tujuanku membawanya ke rumah kita karena aku ingin menyakitimu," setelah mengungkapkan semuanya Zayn kembali menarik Fira untuk dia peluk.


"Itulah yang selalu menghantuiku dan seringkali aku berpikiran untuk mengembalikan mu ke rumah ayah dan ibu. Aku akan mengakui bahwa aku tidak pantas untukmu, aku ini hanya manusia yang menjijikan. Namun, aku tidak sanggup bila harus melakukannya. Aku tidak sanggup bila harus hidup tanpa mu,"


"Jika begitu jangan lakukan. Karena aku juga tidak akan meninggalkan mu hanya karena masa lalu yang Mas lakukan," jawab Fira menjauhkan tubuh mereka. Ia tatap mata suaminya yang penuh penyesalan. Lalu Shafira tersenyum dan berkata.


"Aku tidak mencintai masa lalu mu, Mas. Tapi aku ingin kita membangun masa depan bersama. Bersih pun dirimu sejak dulu, bila hatimu dipenuhi oleh sifat iri, dengki, dendam maupun yang buruk lainya. Itu jauh lebih hina," saat bicara seperti itu. Fira tersenyum kecil dia begitu bahagia, karena Zayn sudah benar-benar bertaubat.


"Ketahuilah Allah tidak pernah memandang umatnya hina. Melainkan manusia itu sendiri yang menganggap dirinya hina dan terkadang karena itu banyak dari mereka malas untuk bertobat karena berpikiran sempit. Sudah tahu salah, masih dilakukan. Dengan bahasa sudah terlanjur penuh dosa dan taubat pun Allah tidak akan pernah mengampuni dosa-dosanya," jelas Fira membuat Zayn terus menatapnya lekat.


"Jadi... jangan pernah merasa tidak pantas untukku. Kita sama, aku juga masih belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Makanya aku selalu berkata, mari kita sama-sama berusaha untuk lebih baik dari sebelumnya,"

__ADS_1


"Shafira... terima kasih. Kata-kata mu lah yang membuatku berhijrah," Zayn mengenggam kedua tangan istrinya dan berkata lagi.


"Mulai sekarang aku tidak akan berpikiran seperti itu lagi. Jadi jangan pernah bosan untuk mengingatkan aku," pinta Zayn lega karena ternyata Fira tidak pernah menganggap nya hina.


"Tentu saja aku tidak akan pernah bosan. Mas adalah imam sholat maupun imam untuk akhirat ku nanti. Jadi aku juga tidak mau bila memiliki sopir yang tidak tahu jalan, karena bisa-bisa mobilnya akan menabrak tiang listrik," Fira sengaja berbicara seperti itu untuk mengubah topik pembicaraan mereka.


"Haa... ha... orang lagi serius. Tapi dirimu malah bercanda," tawa Zayn karena Fira pun lagi tersenyum sambil melepas mukenanya.


"Aku lapar, ayo kita makan malam dulu. Mungkin karena cacing di perutku sangat penasaran rasa masakan Tuan Muda Zayn," goda Fira karena sore ini Zayn yang membantunya memasak.


"Wah benarkah? Kalau begitu aku mau minta bayaran karena masakan seorang Tuan Muda Zayn sangatlah mahal," bukan hanya Fira yang menggoda suaminya, tapi juga pemuda itu.


"Haa... ha... tidak masalah, karena suamiku memilik banyak uang. Aku akan meminta padanya. Jadi sebutkan saja berapa nominal yang Anda butuhkan," tawa Fira sudah berdiri dibantu oleh suaminya.


"Benarkah kamu ingin tahu berapa nominal uang yang harus dibayar?" sambil berbicara kedua pasangan suami-istri itu berjalan keluar dari kamar karena Zayn sebetulnya juga sudah lapar.


"Iya, benar. Jadi Tuan Muda sebutkan saja mau dibayar berapa, karena aku akan meminta pada suamiku," jawab Fira juga dengan mimik wajah seriusnya. Namun, sangat lucu menurut Zayn.


"Tapi bagaimana bila suamimu tidak mau memberi uangnya?"


"Jika dia tidak mau memberi uang nya, maka aku akan marah padanya," benar-benar pasangan yang kompak. Mereka berdua memerankan drama diri mereka sendiri.


"Baiklah, karena Tuan Muda Zayn sudah banyak uang. Jadi aku mau meminta bayarannya adalah dirimu. Aku ingin malam ini kamu..." Zayn segaja tidak melanjutkan ucapannya karena melihat tubuh Fira menegang seketika.

__ADS_1


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2