
π»π»π»π»π»π»
...HAPPY READING......
.
.
Setelah mengantar Fira sampai ke kelasnya. Zayn langsung mengendarai mobil mewahnya menuju ke perusahaan.
Selama dalam perjalan pikiran pemuda itu kembali mengigat pesan yang kembali dikirimkan oleh Raisa mantan kekasih yang sudah melukai hatinya. Sehingga Zayn terjebak kedalam lembah dosa.
"Astagfirullah hal azim. Ya Allah... Tolong jauhkan aku dari perbuatan dosa. Aku tidak mau kembali ke jalan yang salah hanya karena seorang wanita. Tolong beri aku kemudahan agar bisa menjadi imam untuk istriku," do'a Zayn pada dirinya sendiri.
Saat ini mobilnya baru tiba didepan lobby perusahaan. Namun, dia belum juga keluar dari dalam mobil dan tetap duduk didalam nya. Sehingga banyak mata karyawan yang baru datang menatap aneh karena tidak biasanya sang bos seperti itu.
Biasanya bila sudah tiba Zayn akan langsung turun dari mobil dan masuk ke perusahan. Namun, pagi ini sudah lebih dari sepuluh menit pemuda itu masih duduk didalam mobilnya.
"Huh! Sebaiknya nanti aku menemui Raisa. Agar dia tidak menganggu ku lagi. Aku tidak mau dia kembali menghubungiku dan akan menjadi benalu untuk rumah tanggaku dan Fira," putus Zayn sebelum turun dari mobilnya. Tadi dia diam karena lagi mempertimbangkan apakah harus menemui mantan kekasihnya atau tidak.
"Selamat pagi, Pak," sapa karyawan yang berpapasan dengannya.
"Iya, pagi juga," jawab pemuda itu singkat dan langsung melangkah masuk kedalam lift khusus bagi para petinggi perusahaan.
"Pagi, Pak," sapa sekertaris Zayn begitu melihat sang bos sudah datang.
"Iya, pagi juga. Oya, hari ini tolong kosongkan semua jadwal pertemuan. Karena Saya ada urusan diluar," ucapnya pada sang sekertaris.
"Baik, Pak. Kalau begitu pertemuan hari ini Saya ganti besok pagi saja," jawab wanita itu langsung mengambil iPad nya untuk merubah jadwal kerja Zayn sesuai perintah sang bos.
Zayn tidak menjawab dan langsung masuk kedalam kantornya. Karena pemuda itu ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya. Jadi setelah selesai menemui Raisa. Dia bisa langsung menjemput istrinya dan mereka akan pulang bersama. Seperti itulah rencananya.
Ting!
__ADS_1
Suara pesan masuk pada ponselnya setelah kurang lebih dua jam Zayn bekerja. Didepan laptopnya.
π Raisa : "Zy, bagaimana apakah kita bisa bertemu hari ini? Aku mohon tolong temui aku. Terserah padamu mau bertemu dimana pun," bunyi pesan yang entah untuk keberapa kalinya dikirimkan oleh Raisa sejak satu Minggu lalu.
Raisa tidak pernah menyerah meskipun nomornya sudah di blokir oleh Zayn berulang kali.
"Wanita ini," rutuk Zayn dengan menahan rasa jengkelnya.
π Raisa : "Aku mohon! Terserah padamu bertemu dimana saja. Apakah aku saja yang datang ke perusahaan mu?" belum lagi Zayn membalas pesan nya. Raisa sudah kembali mengirim satu pesan lagi.
π Zayn : "Setelah makan siang, datanglah ke Mall yang ada di jalan XX. Aku tidak mau bertemu di temat lain," balas pesan yang dikirim oleh Zayn.
Setelah itu dia tidak ada membalas pesan dari mantan kekasihnya lagi dan kembali melanjutkan pekerjaannya sampai terdengar suara pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.
Tok!
Tok!
"Masuk!" titahnya tanpa menoleh kearah pintu .
Suara pintu dibuka dari luar.
"Selamat siang, Pak," ucap sekertaris Erni sehingga membuat Zayn langsung menoleh kearah sumber suara.
"Iya, ada apa?"
"Saya sudah menghubungi sekertaris dari perusahaan Floral. Untuk pertemuannya mereka ingin hari ini juga, karena besok mereka ada rapat bersama karyawan. Jadi tidak bisa bila dibatalkan," jawab sekertaris tersebut sesuai permintaan dari perusahaan Floral.
"Oke, kalau begitu katakan hari ini saja, tapi di Mall XX. Jadi katakan bahwa pertemuannya jam setengah sebelas. Agar saat makan siang sudah selesai,"
"Baik, Pak. Kalau begitu Saya akan mengatur tempatnya sekarang juga," jawab Erni karena semua tempat dan waktu adalah bagian dirinya yang mengaturnya.
"Iya, atur saja. Tapi nanti kamu berangkat bersama sopir perusahaan saja atau bawa mobil sendiri, karena pulang nya Saya tidak akan kembali ke perusaan lagi. Jadi semua pekerjaan yang belum selesai. Tinggal kamu kirim ke Email Saya,"
__ADS_1
"Oh, baik, Pak. Kalau begitu Saya permisi dulu," pamit sekertaris tersebut dan dianguki oleh Zayn .
Ttttddd!
Tttttdd!
π±Zayn : "Assalamualaikum," sapa Zayn begitu panggilan teleponnya sudah diangkat oleh Fira.
π±Fira : "Waalaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh! Iya, Mas," jawab Fira yang kebetulan dosen pembimbingnya sudah keluar beberapa menit yang lalu.
π±Zayn : "Nanti pulangnya tidak usah bersama Pak Rudi , karena Mas yang akan menjemput mu. Nanti insya Allah tidak sibuk dan hanya akan ada satu pertemuan saja, jadi kita bisa pulang bersama,"
π± Fira : "Baiklah! Kalau begitu aku tidak akan menelepon Pak Rudi. Oya Mas, aku hampir lupa, aku mau minta izin menemani Yuni mencari buku. Apakah boleh?"
π± Zayn : "Tentu saja boleh. Pergi saja, tapi hati-hati. Jangan lupa untuk makan siang tepat waktu,"
π±Fira : "Iya, Mas juga jangan lupa makan siang tepat waktu. Sudah dulu ya, soalnya ini masih dikelas. Assalamualaikum," karena masih jam belajar jadinya Fira langsung mematikan sambungan telepon mereka.
Sekarang semua anak kampus Gunadarma sudah mengetahui jika Fira sudah menikah dan istri dari seorang pengusaha kaya raya. Jadi sudah tidak ada gadis-gadis yang berani padanya lagi.
"Fira, apakah kamu sudah meminta izin pada suamimu?" tanya Yuni setelah menutup buku pelajarannya karena dia sudah selesai.
"Iya, aku sudah meminta izin dan katanya boleh. Jadi kita mau mencari bukunya dimana?"
"Bagaimana jika kita ke Mall XX saja. Kita akan mencari buku di TROPI. Disana selain harganya murah-murah. Juga banyak jual buku novel," jawab Yuni yang sama seperti Fira suka membaca novel.
"Ide bagus, aku juga mau membeli buku diary. Soalnya buku diary ku hilang,"
"Ko' bisa hilang? Memangnya kamu simpan dimana?"
"Aku juga tidak tahu kenapa bisa hilang. Mungkin aku tidak sengaja membuangnya saat beberes kamar. Aku sih menyimpannya di lemari pakaian," jawab Fira yang tidak tahu jika buku diary nya disembunyikan oleh Zayn.
"Yasudah, kalau begitu beli baru lagi dan biar aku yang traktir," imbuh Yuni tersenyum dan dianguki oleh Fira karena mereka berdua sudah biasa saling traktir.
__ADS_1
... BERSAMBUNG... ...