Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Tidur Dalam Pelukan Suami.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


... HAPPY READING... ...


.


.


"Kenapa?" Zayn menoleh kearah Aksa yang tersenyum padanya. "Apakah perkataan ku ada yang aneh?" lanjutnya lagi karena merasa tidak ada yang lucu.


"Yang aneh sih tidak ada, hanya kau kenapa main ketok palu saja. Bicarakan dulu pada Fira, bukannya sekarang langsung bilang tidak boleh. Untungnya istrimu Shafira, jika gadis lain... Ckck! Sudah dilempar dengan bantal sofa kamu, Zy." Aksa masih tergelak karena walaupun niat Zayn baik, tetap saja begitu nampak bucin.


"Aku hanya takut terjadi sesuatu pada Khumaira, kan tadi kamu juga yang memberi saran," jawab Zayn juga ikut tersenyum kecil.


"Khumaira, tidak apa-apa kan, bumil ku?" tanyanya pada sang istri.

__ADS_1


"Ya, tidak apa-apa. Lagian di kampus tidak ada kegiatan pelajaran. Hanya untuk tambahan nilai kesenian saja," kata Fira tersenyum kecil.


Zayn memang seperti itu, tidak peduli ada orang lain. Dia selalu menunjukan sikap romantisnya. Sehingga begitu banyak yang iri pada keduanya.


"Jujur, gara-gara ulah Felix yang telah menjebakku dengan obat perangsang. Membuat ku suuzon pada siapa saja." ungkap Zayn disertai helaan nafas lega karena dia tidak terpedaya.


"Hah? Apakah termasuk padaku?" tanya Aksa menunjuk dirinya sendiri. Membuat Fira yang mendengar semakin tersenyum.


"Bukan padamu. Jika kamu berani mengkhianati aku, maka sudah pasti akan aku gantung pada pohon toge." seloroh Zayn karena dia tahu bahwa Aksa tidak mungkin mengkhianati persahabatan mereka.


Obrolan tersebut berlanjut sampai beberapa jam kemudian. Sedangkan Fira membantu ibu mertuanya menyiapkan untuk makan siang mereka. Karena Aksa belum pulang, akhirnya pemuda itu ikut makan siang juga. Pada saat sebelum sholat Zuhur, berulah dia pulang.


"Mas, apa yang akan Mas lakukan pada perusahaan Felix?" tanya Fira yang lagi baring dalam pelukan suaminya.


"Akan menarik semua saham kita yang ada di perusahaannya. Mas tidak akan memberikan ampun pada orang yang telah berniat menghancurkan rumah tangga kita," sambil berbicara tangan Zayn mengelus kepala Fira.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bila dia marah? Karena perusahaannya tiba-tiba menjadi mengalami kerugian besar?"


Cup!


Sebelum menjawab Zayn mengecup kening istrinya. Dia tatap wajah yang selalu bisa membuat hatinya tenang.


"Jika dia takut mengalami kebangkrutan, berpikir dahulu sebelum bertindak. Apalagi sudah memiliki istri dan anak. Seharusnya Felix tidak menghancurkan hidupnya hanya gara-gara seorang wanita."


"Mas, setiap Mas melangkahkan kaki mau pergi dari rumah. Aku selalu membaca surah Al-fatihah untuk menjaga mu. Karena surah Al-fatihah bukan hanya untuk mendo'akan orang yang telah meninggal, tapi bermanfaat juga untuk menyembuhkan penyakit. Mendo'akan anak yang hendak menuntut ilmu dan juga mendo'akan suami. Agar selalu terlindungi dari hal buruk." ucap Fira jujur.


"Aku benar-benar merasa bersyukur karena Mas dilindungi oleh Allah dari orang-orang yang mau mencelakai mu."


"Mas jauh lebih bersyukur lagi, Khumaira ku. Bukan hanya dosa yang Mas lakukan bila sampai meniduri Raisa. Namun, akan menghancurkan pernikahan kita." jawab Zayn semakin memeluk erat istrinya.


"Mas jadi berpikir apakah Felix juga berniat untuk membuat kita berpisah? Jika sekedar membantu selingkuhannya, kenapa sampai berani menanggung beban perusahaan yang tentunya akan berakibat fatal."

__ADS_1


"Entahlah! Soal itu kita tidak tahu pasti. Ingatlah, jangan berburuk sangka dulu." nasehat Fira sebelum dia memilih untuk tidur dalam pelukan suaminya.


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2