
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
Sudah lebih dari satu jam lamanya. Namun, dua anak manusia yang berlainan jenis masih terus saling memberikan kepuasan pada diri mereka masing-masing.
Zayn yang merupakan mantan Cassanova tentu tidak asing dengan hal tersebut. Namun, kali ini dia melakukan tidak buas seperti dulu dan yang selalu mengunakan pengaman.
Justru kali ini pria itu ingin sang istri langsung hamil setelah mereka melakukan hubungan suami-istri.
Aaaghhk!
Erang panjang Zayn saat dia menyemburkan semua calon bibit kecebongnya di dalam tubuh Fira. Gadis itu sudah tumbang beberapa saat lalu. Shafira hanya bisa menggelinjang saat kembali mendapatkan pelepasan untuk kesekian kalinya.
Cup!
Satu kecupan lembut dan panjang dia labuh kan pada kening istrinya. Dengan nafas terengah-engah keduanya saling tersenyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Terima kasih, istriku." bisik Zayn lembut dan hanya diangguki oleh Shafira. "Kita mandi mandi dulu ya, biar nanti malam bisa sholat tahajud berjamaah lagi." lanjutnya yang membuat rasa kantuk Fira hilang seketika.
"Astaghfirullah hal Azim! Maaf Mas, aku lupa." ucap Fira yang langsung beristighfar. Padahal sebelumnya dia tidak pernah lupa untuk melakukan sholat malam. Baik itu dengan Zayn ataupun dia sendirian.
"Tidak apa-apa, Mas tahu bahwa dirimu kelelahan. Kamu istirahat saja dulu. Biar Mas yang menyiapkan air hangat untuk mandi." sebelum Fira menjawabnya pemuda itu sudah turun dari atas ranjang. Zayn menarik handuk yang tadinya dia taruh diatas kepala sofa. Lalu dililitkan pada tubuhnya yang polos tidak memakai sehelai benang pun.
Membuat Fira membuang arah pandangan matanya. Walaupun mereka baru saja melakukan hubungan suami-istri. Tetap saja gadis itu merasa malu karena belum terbiasa.
"Ternyata Mas melakukannya dengan penuh cinta. Tidak seperti yang ditakuti oleh Yuni. Dulu Mas Zayn memang seorang casanova. Namun, Alhamdulillah sekarang dia hanya menjadi suamiku."
Batin Fira menatap punggung suaminya yang lagi masuk kedalam kamar mandi.
Tidak berbeda dari Shafira. Zayn pun di dalam kamar mandi lagi bergumam pada dirinya sendiri.
Zayn tersenyum sendiri karena membayangkan wajah istrinya yang sedang malu.
"Alhamdulillah aku akhirnya berhasil melewati semua ini."
Lanjutnya yang masih bergumam sebelum keluar dari kamar mandi untuk membantu istrinya. Zayn sudah tahu jika Fira pasti tidak akan bisa berjalan karena perbuatannya.
"Mas..." Fira tidak melanjutkan ucapannya saat Zayn duduk disisi ranjang dan mengelus pipinya.
__ADS_1
"Maaf ya, Mas sudah membuat mu sakit." ucapnya merasa kasihan juga karena Fira tidak sama seperti para wanita yang pernah menjual tubuh mereka demi uang puluhan juta rupiah dalam satu malam.
"Mas tidak perlu meminta maaf, aku bahagia bisa menjalankan tugasku sebagai seorang istri." jawab Fira tersenyum kecil. "Tapi tolong bantu aku ke kamar mandi ya, sepertinya masih sakit saat bergerak."
"Tentu saja." Zayn juga ikut tersenyum seraya menyingkap selimut yang digunakan Fira untuk menutupi tubuh polosnya. "Tidak usah malu. Mas sudah melihat dan merasakannya." seloroh Zayn membuat Fira menunduk karena malu.
"Tubuhmu kenapa ringan sekali? Lain kali makanlah yang banyak. Agar tidak seringan ini." kata pemuda tersebut menurunkan Fira di dalam Bathtub yang sudah dia isi mengunakan air hangat. "Berendam saja dulu, agar rasa sakitnya hilang. Mas juga akan mandi." ucapnya lagi yang memilih mandi air dingin dibawah guyuran air shower.
Fira tidak bicara sepatah katapun. Dia hanya diam dan menurut saja saat disuruh berendam. Selain masih cangung gadis itu juga merasakan sakit pada miliknya.
Zayn yang sudah selesai lebih cepat membantu Fira mandi. Setelah mereka sama-sama memakai handuk, dia mengendong istrinya kembali ke kamar. Bak seperti anak kecil. Ketika Fira memakai baju tidur pun dipakaikan oleh suaminya.
"Sudah selesai. Sekarang tinggal mengeringkan rambut mu. Tunggu sebent---"
"Mas... terima kasih!" Fira menahan pergelangan tangan suaminya yang hendak melangkah.
"Terima kasih untuk apa? Mas adalah suami mu. Sudah sepatutnya melayani dirimu juga." jawab Zayn yang langsung dipeluk oleh Fira.
"Terima kasih karena Mas sudah hijrah bersama ku." imbuh Fira yang membuat Zayn tersenyum.
"Justru Mas yang harus berterima kasih, karena dirimu yang sudah membuat seorang Zayn Atalla hijrah dari dunia gelapnya." Zayn pun ikut memeluk Fira.
__ADS_1
Sungguh sebuah kebahagiaan itu tidak harus dijemput dengan jalan lurus dan mulus tanpa halangan saja. Namun, terkadang kita sebagai manusia harus mendaki tebing tinggi ataupun melewati jalan terjal terlebih dahulu. Sebab ujian setiap manusia itu berbeda-beda. Tinggal seperti apa kita menjalaninya.
... BERSAMBUNG... ...