Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Seperti Ibu-ibu Kaum Rebahan.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


... HAPPY READING... ...


.


.


Hoek!


Hoek!


"Khumaira, ada apa sayang? Kamu Kenapa?" Zayn bertanya khawatir karena tiba-tiba saja istrinya muntah dan mengeluarkan semua sarapan yang dia makan pagi ini.


Hoek!


Hoek!


"Sayang, apa yang terjadi? Apakah kamu masuk angin?" sambil memijit tengkuk leher nya, Zayn kembali bertanya karena merasa khawatir. Selama mereka menikah baru kali ini Fira muntah-muntah.


"Entahlah, Mas. Sejak pagi kepalaku memang sudah pusing," Fira menjawab dengan suara lemas nya. "Aku mau berbaring diatas tempat tidur saja, sekarang rumah ini terasa berputar," lanjut Fira yang dipapah oleh suaminya ke atas tempat tidur. Lalu Zayn juga menyelimuti bagian kaki istrinya.


Cup!


Dikecup penuh cinta dulu kening istrinya sebelum mengeluarkan ponsel dari saku celananya. "Tunggu ya, Mas akan menelepon Dokter Vina agar datang ke sini untuk memeriksa keadaan mu." mendengar ucapan suaminya Fira hanya mengagguk dengan mata terpejam. Soalnya pandangan matanya memang seperti berputar-putar.


Ttttddd!


📱 Zayn : "Assalamualaikum, Dokter Vina. Bisa datang ke rumah mama, istriku mendadak sakit pagi ini," langsung tutup poin tanpa berbasa-basi.


📱 Dokter Vina : "Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Zy. Baiklah sebentar aku ke sana. Ini masih dalam perjalanan mau mengantar anakku sekolah." jawab lembut dokter yang bernama Vina tersebut. Dia dan Zayn memang cukup dekat karena ayah dari Dokter Vina juga dokter keluarga Zayn.


📱 Zayn : "Ya, tidak apa-apa. Kalau begitu sampai berjumpa lagi. Assalamualaikum." pria itu memutuskan sambungan telepon mereka. Lalu mengelus kepala istrinya yang masih memejamkan mata.


"Sayang, minum air hangat ya, biar Mas ambilkan sebentar dan sekaligus memberi tahu mama,"


"Tidak mau air hangat, tapi aku maunya es krim rasa coklat. Tapi yang ada taburan kacang nya," jawaban Fira membuat Zayn terbengong.


"Hah? Es krim?"


"Iya, aku mau es krim rasa coklat dan ada taburan kacangnya. Tapi beli yang paling kecil saja, karena aku maunya yang itu."


"Tapi sayang, kamu sakit dan barusan muntah -muntah. Bagaimana mungkin memakan es kr---"

__ADS_1


"Aku mau es krim, Mas. Maunya sekarang," mata Fira berkaca-kaca mau menangis.


"Huem, baiklah! Tunggu sebentar Mas belikan dulu, ya," Zayn yang tidak tega akhirnya langsung setuju.


"Iya, aku tunggu dan Mas hati-hati." senyum manis langsung terlihat di wajah cantik Fira. Membuat Zayn juga ikut tersenyum kecil.


"Mas pergi dul---


Tok!


Tok!


"Zy, ini ada Dokter Vina." terdengar pintu diketuk oleh Nyonya Elis.


"Iya, Ma. Bawa masuk saja pintunya tidak dikunci," jawab Zayn tidak beranjak tempatnya.


Kleeek!


"Fira sakit apa, Nak?" tanya wanita setengah baya itu khawatir. Apalagi melihat wajah menantunya begitu pucat. Padahal saat mereka sarapan Fira masih baik-baik saja.


"Tidak tahu, Ma. Hanya saja tadi dia muntah-muntah dan tubuhnya pun langsung lemas." masih Zayn yang menjawab.


"Wah, aku rasa ini adalah kabar gembira," sela Dokter Vina tersenyum karena sudah bisa menebak Fira sakit apa.


"Kabar gembira seperti apa, Dok? Apakah..." Fira tidak melanjutkan ucapannya. Dia langsung mengenggam tangan Zayn dan berkata."Mas, jangan-jangan aku sedang hamil." serunya tersenyum bahagia.


"Baiklah, untuk memastikan biar kita lakukan pemeriksaan dulu ya, Fira ayo kita ke kamar mandi." ajak Dokter Vina dan diiyakan langsung oleh Fira.


Rasa lemas nya seakan-akan hilang begitu saja kala berharap dia benar-benar sedang mengandung.


"Ma, jika benar Fira lagi hamil, Mama akan segera memiliki cucu,"


"Iya, Nak. Semoga saja benar karena Mama memang sangat berharap Fira mengandung." jawab Nyonya Elis juga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


Sekitar lima menit kemudian. Pintu kamar mandi terbuka lebar. Fira keluar dengan tersenyum dan menangis secara bersamaan.


"Mas..." dia tidak sanggup melanjutkan ucapannya.


"Khumaira, kenapa, sayang? Jangan membuat Mas merasa khawatir." Zayn dengan sigap menuntut Fira untuk naik lagi keatas tempat tidur.


"Selamat ya, Tante. Fira positif hamil. Namun, untuk kejelasannya kita harus melakukan pemeriksaan di rumah sakit dan pada Dokter kandungan langsung." akhirnya Dokter Vina yang menjelaskan.


"Alhamdulillah ya Allah!" Zayn dan mamanya mengucapkan syukur bersama-sama.

__ADS_1


"Jadi anakku yang pagi-pagi seperti ini meminta es krim?" Zayn tergelak karena selama ini belum pernah Fira meminta sesuatu padanya.


"Kamu harus turuti, Nak. Jangan sampai keinginan Fira tidak bisa kesampaian." Nyonya Elis mendekati anak dan menantunya untuk memberikan ucapan selamat. Beliau benar-benar bahagia mendapatkan kabar bahagia ini.


"Sayang, katakan pada Mama, kamu mau apa biar Mama sendiri yang membuatnya."


"Terima kasih, Ma. Tapi Fira hanya mau es krim," jawab Fira sambil melepas pelukan bersama ibu mertuanya.


"Zy, pergilah! Biar Mama yang menemani istrimu. Dan ada Nak Vina juga bersama kami," titah beliau pada putranya.


"Iya, Ma. Zayn pergi dulu. Titip Fira dan anakku,"


"Kamu ini seperti mau pergi jauh saja," imbuh Dokter Vina yang lagi mengambil obat dari tas kerja yang selalu tersedia di mobilnya.


Zayn tidak menjawab dan hanya tersenyum. "Sayang, tunggu Mas membelikan es krim nya ya," pamitnya pada sang istri.


"Fira, ini obat mual nya. Setengah jam sebelum makan baru di minum. Jika yang ini kapsul tambah darah dan juga vitamin. Jika keadaan mu kuat, ajak Zayn untuk memeriksa langsung ke rumah sakit." ucap Dokter Vina memberikan obat.


"Iya, Dok. Terima kasih dan maaf, pagi-pagi begini sudah merepotkan mu," Fira menerima obat tersebut.


"Tidak apa-apa, ini memang tugas ku." Dokter Vina ikut duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur. Diikuti pula oleh Nyonya Elis. Sementara itu Zayn yang masih berada di minimarket lagi memilih berbagai macam varian rasa es krim. Dia tidak hanya membeli rasa coklat kacang.


"Pagi-pagi seperti ini sudah membeli begitu banyak es krim. Kamu seperti anak kecil saja," ketus seseorang yang membuat Zayn memutar tubuhnya ke belakang.


"Aksa, aku kira tadi siapa? Sedang apa kamu di sini?" tanya Zayn karena rumah sahabatnya bukan daerah sana.


"Aku lagi membeli pewangi mobilku yang kebetulan habis. Aku mau menemui rekan kerja ku di Kafe Andreas." jawab Aksa. "Dan kamu belum menjawab pertanyaan ku. Untuk apa pagi-pagi sudah membeli begitu banyak es krim? Apakah sekarang kamu mau berjualan es krim?" ejek Aksa tersenyum.


"Sa, istriku lagi hamil dan dia meminta es krim rasa coklat kacang. Tapi mintanya yang kecil, tidak mau yang di mangkuk besar."


"Alhamdulillah, selamat ya," Aksa langsung ikut mengucapkan syukur. "Lalu kenapa kamu membeli yang rasa lain juga?"


"Ais, kamu bukan calon seorang ayah, jadi mana paham. Aku takutnya Fira mau yang rasa lainya juga, maka dari itu lebih baik aku belikan semua rasa yang sekiranya enak." Zayn selesai memilih berbagai macam rasa es krim.


"Haa.. ha.. ya, aku memang belum menjadi seorang ayah, karena calon istri pun belum punya." tawa Aksa.


"Ya sudah, aku duluan ya, takutnya Fira menunggu ku. Nanti kamu mampir saja di rumah mama. Soalnya aku menginap di sana dan ada hal yang ingin aku ceritakan. Ini tentang Raisa."


"Raisa? Apakah dia mengaggu mu lagi?" tanya Aksa yang tidak pernah menyukai mantan kekasih sahabat itu sejak awal. "Astaghfirullah hal Azim! Zy, aku lupa, kemaren Edo bercerita padaku, katanya ada melihat Raisa lagi makan di restoran pelita seafood bersama Felix, rekan kerja mu."


"Benarkah? Aku sudah menduganya jika Felix juga terlibat." seru Zayn mengepalkan tangannya erat. Dia tidak akan membiarkan siapapun orang yang telah berani mau menjebaknya.


"Iya, benar. Tapi aku lupa untuk memberitahu mu. Memangnya ada apa?"

__ADS_1


"Sudahlah! Nanti bila urusanmu sudah selesai datang lah ke rumah mama, aku akan menceritakan semuanya. Lagian tidak mungkin kan kita mengobrol di sini seperti ibu-ibu kaum rebahan." perkataan Zayn tentu saja membuat Mak Author merasa tersinggung.🙄


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2