
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
Sudah empat hari Zayn dan Fira berada di tanah suci Mekkah. Selama itu pula mereka melaksanakan berbagai ibadah. Keduanya benar-benar menikmati kebersamaan pasangan halalnya.
Termasuk melaksanakan impian Fira untuk menatap matahari bersama suaminya. Saat mencuci pakaian pun mereka lakukan bersama. Kebahagiaan yang semua orang nantikan.
"Mas, apakah oleh-olehnya tidak mau ditambah lagi?" tanya Shafira saat mereka baru saja kembali memasuki kamar hotel.
__ADS_1
"Sepertinya sudah cukup, sayang." jawab Zayn duduk diatas sofa. "Sayang, sepertinya setelah kembali dari sini Mas mau berangkat keluar kota bersama Felix. Dia rekan kerja Mas yang mengirim kado pernikahan setelah acaranya selesai." lanjutnya lagi karena walau bagaimanapun sibuk masalah pribadi. Zayn tetap tidak bisa melepaskan perusahaan begitu saja. Puluhan ribu nyawa bergantung pada perusahaan Evander group.
Apalagi kali ini dia dan Felix lagi merencanakan kerja sama yang memakan dana ratusan milyar.
"Huem... iya, pergilah! Asalkan tidak meninggalkan sholat mu." jawab Fira tersenyum kecil. Entah mengapa dihatinya seakan-akan ragu untuk mengizinkan suaminya pergi. Namun, segala pemikiran buruknya langsung dia tepis yang mengira mungkin karena selama mereka menikah belum pernah ditinggal pergi ke luar kota.
"Insya Allah, Mas tidak akan meninggalkan ibadah sholat maupun yang lainya. Tapi kamu pulang ke rumah mama atau ibu ya, Mas tidak tenang bila meninggalkan dirimu sendirian di rumah." kata pria itu lagi.
Pada saat yang sama. Di berbeda negara. Dua orang anak manusia yang berbeda jenis baru saja melakukan hubungan intim. Mereka bukanlah pasangan suami-istri. Melainkan sama-sama mengambil keuntungan dari kerjasama untuk membuat Zayn dan Shafira terpisah.
"Rai, setelah rencana kita berhasil. Maka kau harus tetap menjadi penghangat ranjang ku." ucap Felix seraya menghidupkan rokok.
"Kau tidak perlu khawatir. Walaupun aku berhasil kembali bersama Zayn, kita berdua akan terus berhubungan. Asalkan kau bisa membuatnya meniduri ku." jawab Raisa yang masih terkulai lemas diatas tempat tidur. Entah berapa jam mereka berdua bergumul disaat orang-orang sibuk bekerja diluar sana.
__ADS_1
"Itu hal mudah. Dia sangat percaya padaku jadi tidak sulit untuk membuatnya menidurimu." Felix tersenyum membayangkan wajah cantik Shafira.
Ya, laki-laki tersebut sebetulnya sudah memiliki istri. Namun, dia jatuh cinta pada istri rekannya. Yaitu saat pesta pernikahan Zayn dan Fira. Maka dari itu dia menemui Raisa dan mengajak gadis itu bekerjasama.
"Tidak lama lagi, Fira. Aku akan merebut suamimu, karena sejak awal Zayn memang milikku. Akan aku buat pernikahan kalian hancur."
Gumam Raisa sudah tidak sabar untuk menjalankan rencana mereka. Kali ini dia tidak sendiri, ada Felix yang akan membantunya. Maka dari itu dia tidak keberatan harus memuaskan pria tersebut dengan tubuh indahnya.
"Lusa mereka sudah kembali dari tanah suci. Jadi sebelum kami berangkat ke luar ibukota, kau berangkat lebih dulu. Aku tidak mau rencana yang sudah kita susun harus hancur berantakan. Bisa bahaya bila Zayn mengetahui rencana kita untuk menjebaknya." kata Felix yang rela melakukan segala cara asalkan bisa merebut Shafira. Gadis yang membuatnya tidak bisa tidur sepanjang malam hanya membayangkan wajah cantik Fira yang begitu teduh saat dipandang.
"Ya, aku juga tahu. Satu hari sebelum keberangkatan kalian berdua. Aku akan pergi duluan dan melakukan check in di sebelah kamar Zayn." Raisa tersenyum merasa kali ini semuanya akan berjalan mulus tanpa hambatan.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1