Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Permata Berharga ( Zayn )


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


... HAPPY READING... ...


.


.


Fiuuuh!


Zayn meniup muka Fira yang menegang begitu mendengar ucapannya. "Kamu kenapa? Apakah tidak mau membayar upah padaku yang sudah membantu mu memasak?" bertanya disertai senyuman tampan karena merasa gemas pada istrinya.


Sangat berbeda dengan gadis diluar sana. Yaitu para gadis yang Zayn kenal. Mereka malah akan seperti cacing kepanasan bila sudah melihatnya. Akan tetapi Shafira berbeda.


Bukan hanya karena dia memakai hijab saja. Akan tetapi memang dia gadis baik-baik. Meskipun Zayn adalah pasangan halalnya. Gadis itu mana pernah berlaku genit atau mencari perhatian.


"Ma--maksudku bu--bukan bayaran..." Fira membuang arah pandangan matanya. Agar tidak saling tatap dengan mata hitam pekat milik suaminya. Saat ini posisi mereka masih di atas tangga mau turun untuk makan malam.


"Maksudmu bayaran seperti apa? Huem, tadi kamu bilang akan membayar ku, kan?" sudah tahu istrinya menciut karena gugup. Namun, bukannya berhenti, tapi Zayn malah semakin menggoda istrinya.


"Bayarannya kue saja. Iya, kue saja. Besok pulang dari kuliah aku akan membuatnya," Fira yang merasa sudah mendapatkan jawaban kembali menatap kearah Zayn dengan tersenyum paksa.


"Kue?"


"Iya, kue. Aku punya resep baru dan aku akan membuat yang spesial. Khusus untuk Mas, bagaimana?" jawab Fira kebetulan memang memiliki resep kue baru.


"Eum... boleh juga, tidak masalah. Tapi... malam ini Mas mau kamu memberi hadiah lain,"


"Ke--kenapa hadiahnya a--ada dua. Seharusnya kan cukup satu saja," Fira menelan Saliva nya sendiri.


"Tapi Mas mau dua hadiah. Besok ya urusannya besok lagi. Jadi malam ini berikan hadiah nya, ya?" Zayn berbisik pada telinga Fira.


Sehingga membuat bulu kuduk gadis itu berdiri seketika. Seluruh aliran darah Fira seakan terpompa semakin cepat daripada sebelumnya.

__ADS_1


Ketahuilah dibalik kegugupan Fira. Zayn sedang menahan tawanya. Pemuda itu sudah sejak tadi ingin tertawa terbahak-bahak karena dia hanya mengerjai istrinya.


"Mas ma--mau di temani apa?" Fira akhirnya bertanya juga karena sepertinya percuma dia mengelak. Zayn tetap minta hadiahnya malam ini.


Padahal apabila Fira bisa tenang tentu tidak binggung menjawab permintaan suaminya. Dia tinggal melemparkan pertanyaan pada Zayn. Fira tidak meminta bantuan suaminya saat memasak. Tapi Zayn sendiri yang mengajukan dirinya mau membantu. Namun, gara-gara pikiran Fira sudah traveling duluan. Jadinya tidak kepikiran kesana.


"Mas mau kamu menemaniku meyelesaikan pekerjaan perusahaan. Karena jika sendirian sudah pasti Mas akan ikut menyusul mu tidur," jawab Zayn baru tersenyum lebar.


"Apa! Hanya minta ditemani bekerja?" seru Fira nyengir kuda.


"Haa... haa... kenapa? Memangnya kamu sudah berpikiran sampai kemana, huem?" Zayn yang sejak tadi menahan diri. Akhirnya langsung tertawa terbahak-bahak.


"Aaaa... aku malu," teriak Fira malah langsung memeluk tubuh Zayn dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pemuda itu.


"Haa... ha... kenapa harus malu? Hey, ayo lepas! Kenapa malah memeluk Mas seperti ini," Zayn masih terus tertawa karena sangat menikmati tingkah malu istrinya.


"Tidak mau, aku malu," jawab Fira yang saat ini tubuhnya sudah didekap oleh Zayn.


Cup!


"Fira... Mas tidak akan memintanya sekarang karena sebelum mengambil harta berharga milikmu. Mas ingin meyakinkan diri bahwa mencintaimu karena Allah. Bukan karena nafsu belaka," ucap Zayn mengangkat dagu Fira sehingga mereka saling bertatapan.


"Selama ini, Mas berhubungan degan wanita karena nafsu. Jadi Mas tidak mau melakukan itu padamu karena kamu adalah mutiara yang sangat berharga dan tidak bisa dibandingkan dengan mereka semua," lanjutnya yang membuat mata Fira langsung berkaca-kaca.


"Mas..." seru Fira sangat terharu karena niat suaminya begitu mulia.


"Iya, Mas tidak memintanya bukan karena tidak menyukaimu ataupun tertarik karena kamu selalu memakai serba tertutup. Justru Mas malu bila mengigat pernah menghinamu yang memakai hijab," Zayn berhenti sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Namun, ketahuilah sekarang Mas sangat bersyukur kamu menutupinya. Karena hanya Mas yang bisa menikmati pemandangan indah yang diciptakan oleh Allah," ungkap Zayn karena dia memang tidak pernah lupa pernah menghina Fira yang memakai serba tertutup.


"Ayok kita turun, nanti malah waktunya sholat isya tiba. Kita belum selesai makan," ajaknya mengelus kepala Fira degan tersenyum penuh syukur karena bisa memiliki istri seperti Shafira.


Meskipun sudah tahu dia seorang casanova. Namun, Fira tetap masih mau menerimanya. Bahkan gadis itu mengajak agar mereka sama-sama memperbaiki diri.

__ADS_1


"Iya, Mas benar," jawab Fira ikut tersenyum. Lalu mereka pun melanjutkan kembali turun ke lantai bawah dengan berjalan saling bergandengan tangan.


Begitu tiba di meja makan. Zayn menarik kursi untuk istrinya duduk. Baru setelahnya dia duduk disamping Fira.


"Sudah segitu saja," ucap pemuda itu karena semenjak hubungan mereka berdua membaik. Setiap makan Fira selalu melayani suaminya.


"Ini," Fira menyerahkan piring untuk suaminya.


"Terima kasih," jawab Zayn hanya menatap wajah cantik istrinya saja. Setelah melayani Zayn, barulah Fira mengisi piringnya dan mereka pun makan bersama-sama setelah Zayn memimpin do'a sebelum makan.


*


*


Sementara itu di Apartemen Raisa yang sudah dia hancurkan tadi siang. Malam ini baru selesai dia bereskan, karena jika bukan dirinya sendiri mau siapa lagi. Ingin menyewa pembantu dia mana punya uang.


"Zayn, aku akan merebut mu dari wanita kampungan itu. Kamu lihat saja apa yang akan aku lakukan agar dia meninggalkan mu," Raisa menatap lekat foto Zayn dari ponselnya.


"Jika dia tahu seperti apa kelakuanmu selama ini. Aku tidak yakin dia mau menerima dirimu. Sekarang kau dan aku tidak ada bedanya. Kita sama-sama pendosa yang sangat pas bila menjadi pasangan," lanjutnya lagi yang sudah mencari informasi tentang Shafira yang ternyata adalah anak pondok pesantren.


Begitu pula sebaliknya. Raisa juga sudah mencari tahu tentang Zayn yang menjadi seorang casanova setelah dia khianati.


Jadi Raisa berniat mau menghancurkan pendirian Fira. Agar meninggalkan Zayn dan pada saat itu Raisa akan datang untuk mengobati luka hati mantan kekasihnya. Sangat mudah dan tidak sulit untuk menyingkirkan Fira. Begitulah menurut wanita itu.


"Enak saja gadis kampungan itu menjadi Nyonya Zayn. Sedangkan aku harus hidup susah dan menjual diri pada om-om yang tidak pernah puas pada tubuhku," wanita itu mengepalkan tangannya erat.


"Jika bukan karena membutuhkan uang untuk menyambung hidup enak. Maka aku tidak sudi berada dibawah kungkungan laki-laki yang seharusnya menjadi papi atau kakek ku," kesal Raisa karena sudah beberapa bulan ini dia memang menjual tubuhnya untuk menjadi pemuas nafsu para laki-laki hidung belang.


Namun, bayarannya tentu sangat mahal karena Raisa memiliki tubuh begitu indah. Hanya saja dia tidak pernah diperlakukan seperti manusia.


Mereka membayar Raisa degan mahal. Jadi sudah pasti tidak akan membiarkan Raisa tidur hampir semalaman. Lebih parahnya lagi terkadang Raisa harus melayani dua orang pria sekaligus. Mereka akan menggilir wanita itu tanpa memberi ampun.


Seperti itulah kehidupan Raisa sekarang. Makanya dia begitu terobsesi ingin menjadi istri Zayn.

__ADS_1


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2