
🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
"Bagaimana, Pak Zayn? Apakah Anda setuju dengan proposal kami?" tanya rekan kerja Zayn yang saat ini lagi mengikuti rapat. Ada sekitar dua puluh tujuh orang yang ikut serta. Namun, semuanya adalah orang-orang pilihan bukan pengusaha biasa.
Hanya para pemimpin atau bos-bos besar saja yang hadir. Akan tetapi bila dibandingkan dengan Zayn, tentu dia adalah pemimpin rapatnya. Mereka yang hadir adalah orang-orang yang mau bekerjasama dengan dirinya.
"Untuk proposal nya akan Saya periksa dulu nanti malam. Besok pagi baru kita bahas lagi sebagai penentuan pinis nya." jawab Zayn sambil melirik jam tangan mewahnya. Sudah lebih dari tiga jam mereka melakukan pertemuan tersebut.
Sehingga sebuah Restoran bintang lima, yaitu bagian VIP nya di boking oleh mereka. Agar rapat tersebut berjalan lancar tanpa ada kendala.
"Baiklah! Tapi Saya berharap Anda mau menerima kerjasama ini, Pak. Perusahaan Evander group adalah perusahaan raksasa. Sudah pasti perusahaan kecil seperti miliki kami bisa maju bila bisa bernaung bersama Evander." imbuh laki-laki tadi yang bernama Bapak Danu Wijaya.
"Insya Allah, Pak. Semua perusahaan itu sama. Hanya tempat rezekinya mungkin yang berbeda. Saya juga sangat senang bila kerjasama kita berjalan lancar. Karena Saya berniat untuk membuat panti asuhan untuk anak-anak yang banyak di pinggir jalan tadi." ungkap Zayn yang merasa kasihan karena saat dalam perjalanan mau ke Restoran tempat mereka sekarang, begitu banyak bertemu anak-anak yang menjadi pengamen dan ada pula meminta-minta sebagai pengemis.
__ADS_1
"Masya Allah! Hati Anda benar-benar mulai, Pak. Semoga kerjasama kita diridhoi Allah karena belum apa-apa Anda sudah berniat untuk membangun panti asuhan untuk anak yatim-piatu maupun anak-anak yang terlantar." Pak Danu Wijaya sampai berdiri untuk bertepuk tangan. Diikuti beberapa orang lainnya.
"Di dalam harta yang Saya miliki, ada hak mereka, Pak. Saya hanya mengelolanya saja. Maka dari itu Saya mau membuatkan sebuah panti asuhan beserta sekolah untuk mereka menuntut ilmu yang bermanfaat. Agar tidak terlunta-lunta di jalanan." jawab Zayn karena dengan berangkat umroh ke tanah suci Mekkah. Membuat hatinya semakin ingin berhijrah melakukan kebaikan.
"Ya, Anda benar sekali! Jika kerjasama ini berjalan lancar. Tolong izinkanlah Saya untuk ikut membantu Anda, Pak." kata seorang laki-laki yang umurnya sudah tua dari yang lainya.
Lalu setelah itu mereka kembali berbincang masalah pekerjaan.
"Proposal penelitian kualitatif juga akan kami serahkan besok, Pak Zayn." satu orang peserta rapat ikut berbicara.
"Ya, serahkan besok saja. Ini sudah hampir tiba waktunya sholat ashar. Insya Allah jika tidak ada halangan besok pagi kita bertemu di sini lagi." Zayn berdiri lebih dulu karena dia tidak mau sampai meninggalkan sholatnya hanya karena pekerjaan.
"Bapak-bapak semuanya, mohon maaf Saya akan pergi lebih dulu bersama Pak Felix. Kalian jika masih mau mengobrol lanjutkan saja. Assalamualaikum!" pamit Zayn dengan sopan santun dan mengucapkan salam.
"Masya Allah! Sudahlah tampan, kaya raya sebagai pemimpin perusahaan besar. Ketaatan pada Agamanya pun sungguh luar biasa. Namun, sayang sekali Pak Zayn sudah memiliki istri. Jika tidak akan Saya pinang dia untuk dijadikan menantu." ucap para bapak-bapak peserta rapat yang memiliki anak gadis.
Sementara itu Zayn dan Felix langsung pergi mencari masjid terdekat karena waktu sholat ashar sudah tiba. Bertepatan pada saat adzan dikumandangkan mereka turun dari mobil.
"Alhamdulillah, kita tepat waktu, Felix." ucap Zayn mengucapkan rasa syukurnya. Felix hanya tersenyum kecil dan mengikuti Zayn pergi ke toilet khusus pria dan mengambil air wudhu ikut jamaah yang mau mensucikan dirinya juga.
__ADS_1
Mereka berdua ikut melaksanakan sholat sunat dan juga sholat ashar berjamaah. Begitu selesai Zayn dan Felix pun kembali ke mobil mereka. Baru saja keduanya duduk, ponsel Zayn sudah bergetar karena sengaja dibuat silent. Akan tetapi itu hanya pada saat rapat saja.
📱 Zayn : "Assalamualaikum, Sayang." jawab Zayn tersenyum bahagia walaupun hanya mendengar suara istrinya.
📱 Shafira : "Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Abi. Apakah Abi sudah sholat ashar?" jawab Fira yang memangil suaminya Abi bukan Mas. Seperti biasanya.
📱 Zayn : "Khumaira ku, ada apa, sayang? Tumben sekali memangil Mas dengan sebutan Abi?" senyum yang jarang dilihat oleh orang lain itu semakin lebar.
📱 Shafira : "Tidak ada apa-apa, Mas. Aku hanya lagi merindukanmu. Padahal Mas baru berangkat tadi pagi." jawab Fira jujur. Wanita Solehah itu masih memakai mukena karena baru saja selesai sholat ashar.
"Felix, jalan kan saja mobilnya. Kita kembali ke hotel." ucap Zayn pada temannya dan diangguki oleh pria itu walaupun hatinya merasa terbakar cemburu.
📱 Zayn : "Mas juga merindukan mu, Khumaira ku. Insya Allah jika pekerjaannya lancar dalam tiga hari Mas sudah pulang. Apakah Umi sudah sholat ashar?" tanya Zayn ikut mengungkapkan perasaannya.
📱 Shafira : "Sudah, Abi. Umi sudah sholat ashar. Syukurlah jika Abi tidak lama. Aku tidak kuat menahan rindu bila sampai satu Minggu."
📱 Zayn : " Sabar ya, Umi ku sayang. Abi juga tidak ingin lama-lama berada di sini nya. Jangan lupa makan ya, sayang. Ini Abi lagi dalam perjalanan pulang ke hotel." seakan-akan lupa pada kehadiran Felix. Zayn bak orang baru jatuh cinta berbicara mesra bersama istrinya.
"Brengsek! Jika tidak ada hukum. Akan aku bunuh Zayn pada saat ini juga. Shafira adalah milikku, milikku."
__ADS_1
Umpat Felix mengepal erat stir mobil tersebut. Hatinya terasa menggebu-gebu tidak karuan.
...BERSAMBUNG......