
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...^^^ HAPPY READING...^^^...
.
.
"Ayo, mas kan mau kerja," ajak Fira saat Zayn sudah melepaskan pelukan mereka. Ada beberapa dari murid yang mau keruangan dosen melihat mereka berdua berpelukan dan secara diam-diam ada yang mengambil momen romantis tersebut sebagai berita baru.
Yaitu foto Shafira berpelukan dengan seorang laki-laki tampan. Apalagi dia berpelukan dengan Zayn Athalla . Pengusaha kaya raya di ibukota mereka.
Meskipun Zayn mengetahui hal tersebut, tapi dia sengaja membiarkan. Supaya mereka tidak membuat fitnah baru lagi tentang Fira karena pak Adam sudah berjanji akan membereskan masalah tersebut hari ini.
Jadi anggap saja sebagai bukti bahwa Fira adalah istri yang dia cintai. Bukan istri simpanan. Namanya gadis-gadis yang iri pada Fira sudah pasti tidak akan menyerah karena begitulah menurut orang yang Zayn suruh menyelidiki bagaimana kehidupan Fira saat berada di kampus.
"iya, tapi nanti kamu pulang sama Pak Rudi ya, karena hari ini Mas ada beberapa rapat yang tidak bisa diwakilkan," sambil berjalan menuju kelas Fira, mereka berdua saling bergandengan tangan dan mengobrol.
"Mas tidak perlu khawatir karena aku akan pulang bersama Pak Rudi saja," jawab Fira tersenyum dan diiyakan oleh Zayn.
"Shafira," seru seorang gadis yang juga baru datang sama seperti Fira. Hanya saja dari arah yang berbeda karena Fira dan suaminya dari kantor Rektor.
__ADS_1
"Yuni, aaaa... Aku sangat merindukanmu," seru Fira langsung melepaskan pautan tangan dia dan Zayn karena mau memeluk Yuni sahabatnya.
"Ugh! Aku juga sangat merindukan dirimu sayang," jawan Yuni balas memeluk Fira . Soalnya setelah pertemuan saat kejadian malam itu mereka belum ada bertemu lagi, karena Yuni tidak berani mau menjeguk Fira. Sebab takut pada Zayn.
Jadinya mereka hanya bertukar pesan dan hari ini Fira sengaja tidak memberitahu Yuni jika dia masuk kuliah. Dia ingin memberikan kejutan untuk sahabatnya dan benar saja Yuni sangat terkejut saat mereka bertemu.
"Aku juga sangat merindukan mu, Yuni sayang," Fira tersenyum lebar sambil melepaskan pelukan mereka berdua.
"Astaghfirullah hal Azim! Aku lupa," seru Fira beristighfar karena melupakan suaminya yang memperhatikan mereka berpelukan.
"Mas, tolong maafkan aku. Aku lupa jika ada Mas bersamaku," ucap gadis itu lagi sudah berjalan mendekati suaminya.
"Huem, tidak apa-apa," jawab Zayn tersenyum kecil yang nyaris tidak terlihat.
"Yuni, kenalkan ini Mas Zayn suamiku," Fira juga memperkenalkan pada Yuni agar sahabatnya tidak canggung, karena Zayn sangatlah dingin.
"Hai... Kenalkan Saya Zayn. Suami Fira," ucap pemuda itu memperkenalkan dirinya ramah. Namun, ada yang berbeda Zayn hanya mengatupkan kedua tangan didepan dada dan tidak mengulurkan tangannya seperti orang berkenalan pada umumnya.
Padahal Zayn tahu bahwa gadis tersebut non muslim. Tidak ada salahnya bila bersalaman. Akan tetapi karena dia sudah hijrah jadi sudah tidak mau lagi bersentuhan dengan yang bukan pasangan halalnya.
Sehingga Yuni juga melakukan hal yang sama. Yaitu mengatupkan kedua tangan didepan dada. Karena dia sedikit banyaknya sudah tahu jika didalam islam dilarang bersentuhan jika bukan muhrimnya .
__ADS_1
"Saya Yuni, sahabat Fira," jawab Yuni ikut menyebutkan namanya. Walaupun dia sudah sangat hafal nama Zayn.
"Fira saja bisa menjaga diri dan auratnya, jadi mulai sekarang aku juga akan menjaga diriku agar tidak bersentuhan dengan wanita lain."
Gumam Zayn didalam hatinya sebelum kembali berkata.
"Terima kasih karena sudah mau bersahabat dengan istri Saya. Lain kali jika kamu mau main kerumah, maka datang saja tidak perlu takut," ucap Zayn yang sudah tahu dari Fira bahwa Yuni tidak berani dadang kerumah mereka.
"I--iya, Kak," jawab Yuni tersenyum sambil menggaruk pundaknya yang tidak gatal.
"Yasudah karena sudah siang jadi Mas mau berangkat ke perusahaan ya, belajar yang benar jangan kelelahan," ucap Zayn sambil melirik jam tangannya.
"Iya, mas hati-hati dan jangan lupa makan tepat waktu," Fira tersenyum pada suaminya yang juga tersenyum kearah nya.
"Huem, tentu saja," Zayn mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Fira. Semenjak hubungan mereka membaik. Setiap mau berangkat kerja ataupun ketika pulang dari perusahaan Zayn selalu bersalaman dengan sang istri.
"Assalamualaikum!" pamit Zayn sebelum pergi. Yaitu setelah Fira mencium tak zim punggung tangannya .
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh!" jawab Fira yang dikuti oleh Yuni. Juga menjawab salam tersebut.
"Fira, apakah dia Zayn suamimu? Atau duplikat nya?" tanya Yuni membuat Fira tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Tentu saja dia Mas Zayn suamiku, Yuni sayang. Ayo masuk nanti saat kita di kantin aku akan menceritakan padamu. Sekarang Mas Zayn sudah mau menerima pernikahan kami," jawab Fira mengandeng tangan Yuni untuk masuk kedalam kelas mereka.
...BERSAMBUNG......