
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
Tok!
Tok!
"Assalamualaikum!" Felix mengetuk pintu kamar Zayn. Sudah lebih dari lima menit dia berdiri di depan pintu tersebut. Akan tetapi rekan kerjanya itu tidak kunjung keluar.
"Sial, apa jangan-jangan dia lebih baik memilih mati daripada harus menikmati tubuh indah Raisa atau gadis lainnya."
Gumam Felix sambil berjalan masuk ke kamarnya lagi.
"Bagaimana? Apa dia mencurigai mu?" tanya Raisa baru saja selesai mandi dan masih memakai handuk yang hanya sebatas paha.
"Mungkin dia sudah mati karena berendam semalaman, atau..." pria itu tidak melanjutkan ucapannya karena dia sudah mendorong tubuh Raisa ke atas sofa. Membuat wanita itu terjerembab dengan posisi telentang. Sehingga tangan nakal Felix langsung meraba aset berharga Raisa yang sudah terbuka karena handuknya tersingkap keatas.
"Felix, hentikan! Kita datang ke sini untuk menjebak Zayn. Agar aku bisa menjadi istrinya dan kau merebut Fira untuk dirimu." dengan tidak nyaman Raisa menahan jari tangan Felix yang sudah beraksi.
"Untuk saat ini kita lebih baik tidak melakukan tindakan apapun. Supaya Zayn tidak curiga bahwa aku ikut terlibat di dalam kejadian tadi malam." jawab pria itu bukannya berhenti tapi malah menarik paksa handuk yang dipakai Raisa. Ya, walaupun bawahnya sudah tersingkap, tapi bagian atas masih melilit kokoh.
"Aku salut padanya yang tidak mau menikmati dunia yang indah ini. Walaupun kau hanya barang bekas tidak berguna, tapi setidaknya untuk menjadi penghangat ranjang saja masih bisa." kata-kata Felix benar-benar pedas. Akan tetapi tidak sama dengan tindakan yang dia lakukan.
"Brengsek! Apa maksudmu? Aku bukan wanita murah---"
"Kau memang bukan wanita murahan, Rai. Tapi wanita yang bisa dinikmati oleh siapa saja." potong Felix yang langsung melahap gunung kembar yang terlihat sangat menggoda nya. Raisa tidak bisa melawan karena selain kakinya masih sakit bekas dorongan Zayn tadi malam. Dia juga mana tahan bila harus menolak setiap belain Felix.
Apalagi meskipun Felix berkata kasar. Akan tetapi selalu memberi bayaran setiap mereka melakukannya.
Aaahh!
Des4h Raisa saat kedua gunung kembarnya di lahap secara bergiliran. Mereka berdua benar-benar tidak takut akan dosa dan juga kehancuran dirinya masing-masing. Sebab Zayn sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki kejadian tadi malam.
"Nikmat bukan? lakukan tugas mu, karena aku tidak suka bermain sendiri." Felix tersenyum penuh gai4h yang membara. Tidak ingat anak istrinya yang di rumah dan juga akan amarah Zayn.
Raisa yang sudah tahu pun mengangkat satu kakinya ke atas. Lalu mereka berdua sama-sama memberikan servis masing-masing. Seakan-akan dunia hanya milik berdua.
Hampir lima belas menit keduanya melakukan pemanasan. Lalu Felix pun mengarahkan Lele tunggalnya pada sawah Raisa yang telah banjir bandang.
__ADS_1
Aaugh!
Aaaggh!
Mereka sama-sama mendesah saat penyatuan dilakukan. Lalu Felix pun mulai mengerjakan pinggulnya sebagai seorang pemimpin. Padahal masih sangat pagi untuk mereka melakukannya karena selain bukan pengantin baru. Tadi malam sebelum pergi makan malam bersama Zayn, Felix juga sudah menggempur Raisa sampai mereka sama-sama mendapatkan pelepasan.
Berbeda dengan Felix. Saat ini Zayn sudah berada di dalam perjalanan pulang ke rumah orang tuanya. Ya, Pria itu menaiki pesawat yang terbang jam setengah enam. Maka dari itu bisa sampai sepagi itu.
Setelah sholat subuh Zayn sudah melakukan check out dari hotel. Dia sengaja tidak memberitahu Felix agar penyelidikannya tidak diketahui.
📱 Zayn : "Assalamualaikum. Iya, Re... bagaimana?" tanya Zayn pada laki-laki bernama Reza. Orang yang melakukan penyelidikan di restoran tadi malam.
📱 Reza : "Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Semua rekaman CCTV saat makanan buat Anda dan Tuan Felix dihidangkan itu tidak ada, Tuan. Kemungkinan sudah dihapus oleh seseorang. Jadi kita belum bisa menuduh bahwa pelakunya adalah orang terdekat."
📱 Zayn : "Baiklah! Kamu tambahkan orang-orang kepercayaan kita untuk menyelidiki masalah ini. Nanti kamu temui saja Felix dan katakan padanya bahwa aku kembali ke ibukota B karena ada urusan mendadak. Jangan buat dia merasa curiga."
📱 Reza : "Baik Tuan, Saya memang sudah mengerahkan beberapa orang untuk menyelidiki pihak hotel tempat anda menginap juga. Namun, tolong beri Saya waktu selama tiga hari untuk membereskan masalah ini." Reza berkata dengan yakin karena mereka sudah mencurigai seseorang.
Setelah pembicaraan tersebut. Zayn pun menutup panggilan telepon lebih dulu, karena mobil yang menjemputnya sudah tiba di kediaman Tuan Rendi ayahnya.
"Assalamualaikum, Ma, Pa. Mana Fira?" Zayn langsung mengucapkan salam begitu masuk kedalam rumah. Bertepatan dengan papanya yang baru saja mau berangkat ke salah satu perusahaan milik keluarga mereka.
"Waalaikum salam, Fira baru saja naik ke lantai atas. Kenapa kamu sudah pulang, Nak? Bukannya lagi pergi keluar kota?" tanya Nyonya Elis sambil mengelus kepala Zayn yang mencium tangan mereka secara bergiliran.
"Oh, begitu. Syukurlah jika seperti itu. Tapi apakah kamu sudah sarapan pagi? Jika belum Mama akan menyuruh bibi menyiapkannya." sahut Nyonya Elis yang belum jadi mau mengantar suaminya sampai ke depan rumah.
"Tidak, terima kasih, Ma! Zayn belum lapar karena tadi di pesawat sudah minum susu dan memakan roti. Zayn pamit mau menyusul Fira dulu ya," pamit pria itu yang Iya kan saja oleh kedua orang tuanya.
Gara-gara permintaannya tadi malam menyuruh Fira membuka baju. Seolah-olah mereka berdua lagi bercinta, membuat Zayn tidak tenang. Maka dari itu dia langsung memutuskan untuk kembali ke ibukota B.
"Astaghfirullah hal Azim! Mas, kamu mengagetkan aku," seru Shafira kaget karena Zayn langsung memeluk tubuhnya dari arah belakang. Kebetulan sekali pintu kamar emang tidak dikunci oleh Fira. Dia yang Lagi berdiri di depan jendela kamar mereka membuatnya tidak tahu kedatangan sang suami.
"Khumaira... maafkan Mas!" Zayn melepasksan pelukannya dan memutar tubuh Fira agar mereka berdua bisa berhadap-hadapan.
"Mas menangis?" tanya Fira karena air mata Zayn menetes di pipinya yang biasa terlihat dingin.
"Mas sudah melakukan dosa besar tanpa kemauan sendiri dan tidak bisa mencegahnya. Maafkan Mas, Fira. Hukum saja aku yang sudah lalai pada diriku." Zayn ingin merosot ke lantai untuk bersujud di kaki istirnya. Namun, Fira dengan sigap menahan dan langsung dia peluk erat. Sebab wanita itu tahu suaminya merasa bersalah padanya.
Jangan lakukan, Mas! Allah tidak menyuruh sesama manusia saling menyembah. Kamu hanya boleh bersud diatas sajadah dan di depan kedua orang tua mu." cegah Fira ikut menagis. Bukan hal seperti itu yang dia inginkan.
"Aku ini istrimu, jadi buat apa kamu bersujud untuk meminta maaf padaku. Apalagi hanya karena kesalahan orang yang mau menjebak mu," lanjut Fira masih memeluk tubuh Zayn.
Pria hebat itu tiba-tiba merasakan lemah saat berhadapan pada sang istri. Rasa bersalah dan berdosa nya pada Allah benar-benar membuat Zayn rapuh.
__ADS_1
"Tapi semua ini tidak akan terjadi apabila Mas bisa lebih waspada. Waspada untuk berhati-hati dalam melakukan hal apapun." jawab Zayn merengkan pelukan mereka dan menatap mata istrinya yang sama masih menangis.
"Tidak suamiku! Hidup, jodoh, mati dan takdir buruk tidak ada satupun dari manusia yang tahu. Anggap saja apa yang sudah terjadi sebagai pelajaran supaya lebih berhati-hati lagi dan juga ujian mu yang mau hijrah ke jalan Allah." ujar Fira tidak mau suaminya malah menyalahkan diri sendiri.
"Sayang, gara-gara hal itu Raisa..." Zayn tidak melanjutkan ucapannya. Takut bila Fira semakin kecewa padanya. Walupun Zayn tidak melakukan hal apapun.
"Iya, Raisa kenapa, Mas?" Fira menarik tangan suaminya ke arah sofa. Lalu mereka sama-sama duduk saling berhadap-hadapan.
"Khumaira istriku, tolong dengarkan dulu. Demi Allah, Mas tidak akan berkata dusta. Mas merasa bersalah padamu dan merasa berdosa pada Allah." Zayn mengenggam lembut kedua tangan istrinya.
"Ya, ceritakan saja. Aku percaya padamu, Mas." Fira tersenyum disela air matanya.
Zayn menghirup nafas dalam-dalam sebelum menceritakan semuanya. dari awal dia berangkat bersama Felix ke Restoran. Tidak ada sedikitpun cerita yang dia lewatkan. termasuk saat Raisa memeluk tubuhnya dari belakang dengan hanya menggunakan lingerie seksi.
Bukan hanya itu saja yang dia ceritakan. Ketika tangan Raisa mengelus senjatanya pun juga di ceritakan. Termasuk dia yang sempat menikmati sentuhan tersebut. Shafira yang menjadi pendengar sejak tadi hanya diam tidak menyela pembicaraan mereka.
"Jadi hanya karena itu Mas menagis dan tidak ada hal lainya yang terjadi?" tanya Fira ketika Zayn sudah selesai bercerita.
"Ya, hanya itulah yang terjadi, Khumaira ku. Demi nama Allah, Mas tidak melakukan hal apapun padanya. Dia langsung Mas seret keluar kamar sebelum kamu menelepon." jawab Zayn begitu mantab karena semua yang dia katakan adalah benar.
"Tidak perlu bersumpah, Mas karena Allah tidak suka. Kita manusia terkadang khilaf dan salah. Jadi cukup berkata jujur karena seseorang akan tahu benar atau tidaknya saat lawannya berbicara." imbuh Shafira tersenyum kecil.
Sungguh diluar perkiraan. Zayn mengira setelah mendengar ceritanya Fira akan marah, bukan tersenyum yang membuat hatinya tenang.
"Fira, kamu tidak marah pada Mas setelah mendengar cerita ini?"
"Tidak, karena Mas sudah berkata jujur. Lagian tadi malam aku tahu bahwa Mas tidak berdaya karena obat tersebut. Aku memaafkan mu, suamiku." jawaban Fira membuat Zayn menarik wanita itu kedalam pelukannya lagi.
"Terima kasih, Khumaira ku. Aku benar-benar beruntung memiliki istri seperti mu," ucap Zayn berulangkali mencium kepala istrinya yang masih dibaluti jilbab rumahan. Soalnya jika tidak bepergian Fira lebih suka memakai yang simpel. Namun, tidak mengurangi kecantikannya sebagai wanita muslimah.
"Aku juga beruntung memiliki suami seperti mu." jawab Fira kembali tersenyum.
Cup!
"Aku mencintaimu!" Zayn mengecup bibir ranum istrinya dan mengungkapkan rasa cintanya. Fira lagi-lagi hanya tersenyum bahagia.
"Apakah Mas sudah sarapan? Jika belum mau aku siapk---" Fira tidak menyelesaikan ucapannya karena wanita itu sudah berlari kearah kamar mandi.
...BERSAMBUNG......
.
.
__ADS_1
...Assalamualaikum Kakak Raeder semuanya. Mohon maaf ya karena kemaren-kemaren slow update dan tidak pernah membalas komentar kalian. Karena Mak Author belum sehat seperti semula. Namun, insya Allah akan up setiap harinya. Bila banyak typo, tolong dimaklumi. Jangan lupa berikan dukungannya ya, terima kasih 🙏😘😘😘...