
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
"Jika kau berani menyentuh Fira maka aku bersumpah akan mematahkan tanganmu," seru Zayn menghempaskan kasar tangan Raisa.
Sebetulnya jika tidak darurat mau melindungi istrinya. Maka Zayn tidak mau menyentuh wanita yang bukan muhrimnya. Akan tetapi bila dia tidak menahan tangan Raisa. Maka sudah pasti pipi istrinya akan kena tamparan wanita itu.
"Aghk! Za--zayn. Kamu salah paham," ucap Raisa terbata-bata karena dia benar-benar tidak menyangka jika Zayn akan datang.
"Mas, kenapa Mas ada di sini?" tanya Fira degan suara lembutnya.
"Kamu tidak apa-apa, kan? Apakah ada yang sakit?" lain yang ditanyakan oleh Fira, maka lain pula yang Zayn tanyakan karena dia khawatir pada keadaan istrinya.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Mas kenapa ada disini? Bukannya Mas ada rapat pagi ini?"
"Iya ada rapat, tadi Mas mau mengantarkan kunci rumah punyamu ketinggalan di mobil. Tapi malah melihat kamu ditarik wanita ini," saat berbicara dengan istrinya pemuda itu berucap dengan suara lemah lembut juga.
Akan tetapi begitu mengatakan wanita ini nada ucapannya langsung berubah dingin.
"Apa yang kau lakukan? Apakah kau ingin menghasut istriku dengan kelicikan mu? Raisa, jagan sampai aku menghancurkan hidupmu yang sudah hancur itu. Apakah kau tidak cukup menjadi ja lang pemuas nafsu para om-om yang bisa membayar mu dengan tarif mahal? Sehingga mau menghancurkan rumah tanggaku juga?" saat ini Zayn menatap mantan kekasihnya seperti melihat seekor mangsa kecil yang siapa dia bunuh.
__ADS_1
"Mas..." cegah Fira karena perkataan Zayn sangatlah kasar menurutnya.
"Sayang diamlah! Kamu tidak tahu betapa hina nya wanita ini," Zayn yang terlanjur emosi karena dia mendengar sendiri seperti apa Raisa menghasut Fira. Akhirnya tidak bisa dicegah.
Namun, satu tangan Zayn sudah mengenggam tangan Fira sejak tadi. Jari-jari tangan mereka disatukan seperti takut bila dipisahkan.
"Zy, aku tidak pernah menjadi wanita bayaran seperti yang kamu kat---"
"Apa perlu aku tujukan buktinya? Apakah dua malam lalu kau bisa jelaskan sedang apa di Apartemen Pak Bayu?" sela Zayn telah mendapatkan laporan tentang Raisa dari orang suruhannya.
Sehingga membuat Raisa terdiam degan menelan Saliva nya sendiri. Sungguh dia tidak menyangka jika Zayn mengetahui dirinya berada di Apartemen Bayu.
Orang yang membayarnya mahal. Namun, setibanya di sana ternyata Pak Bayu tidak sendirian. Melainkan ada pria berumur sekitar lima puluh tahun yang harus Raisa layani juga.
"Aku sudah bilang bukan, berhentilah mengusik hidupku karena diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, sejak kau memilih selingkuh dengan sahabatku sendiri," pemuda itu kembali memaki Raisa yang masih merasakan sakit pada pergelangan tangannya dan juga cacian dari Zayn.
"Zy, kamu salah paham. Aku tidak berniat mau menemui istrimu. Tapi dia sendiri yang menyuruhku untuk menemuinya di---"
"Raisa, ternyata sekali bangkai tetaplah bangkai yang menjijikan mau sampai kapanpun. Kau bukannya menyadari kesalahan dirimu tapi malah mau memfitnah istriku," hardik Zayn semakin marah karena Raisa menjelekan Fira.
Padahal Zayn sudah melihat dan mendengar dengan telinganya sendiri seperti apa Raisa menyebut dia adalah pendosa.
"Iya, aku memang bangkai yang menjual tubuhku karena uang, lalu apa bedanya kita berdua? Bukannya kamu juga salah satu pembelinya? Jadi jangan sok suci," Raisa yang kesal dimaki-maki akhirnya mengakui sendiri.
Untungnya kafe tersebut sepi belum ada pengunjung lain karena masih pagi. Jadi tidak ada yang menyaksikan pertengkaran mereka.
__ADS_1
"Aku memang pendosa tapi aku tidak---"
"Mas, sudah, cukup! Ayo kita pergi. Jangan bertengkar seperti ini. Bagiamana bila ada orang yang mendengar semuanya? Selesaikan masalah kalian degan bicara baik-baik. Bukan saling memaki seperti ini," seru Fira yang sudah tidak tahan dengan pertengkaran suaminya.
"Tapi---"
"Ayo kita pergi dari sini. Mas sudah tahu dia seperti apa. Jadi jangan buka aibnya karena semua manusia itu sama-sama berdosa. Dia berdosa karena perbuatannya, sedangkan kita berdosa karena menghinanya. Lalu apa bedanya kita dan dia," sela Fira yang tidak berniat mau balik menghina Raisa.
"Dan untuk dirimu... jika kamu tidak bisa menjadi manusia baik. Maka setidaknya jangan merendahkan diri sendiri untuk lebih hina lagi," setelah berkata demikian Fira pun langsung menarik tangan suaminya keluar dari tempat itu.
"Sayang, ayo masuklah," ajak Zayn menahan tangan Fira agar masuk ke dalam mobilnya.
"Iya," jawab Fira singkat dan masuk kedalam mobil suaminya yang ternyata di parkir kan tidak jauh dari Kafe tersebut.
"Fira, ikut Mas ke perusahaan, ya?" tanya pemuda itu begitu menyusul masuk kedalam mobil. Namun, perkataan Zayn bukanlah sedang bertanya, melainkan meminta agar Fira ikut bersamanya.
"Apa? Tapi---"
"Tidak apa-apa libur satu hari. Nanti Mas yang akan menghubungi dosen. Bahwa dirimu hari ini tidak masuk dan biar mereka mengirim mata pelajaran lewat Email mu," sela Zayn yang tidak akan bisa bekerja tenang apabila terus memikirkan istrinya.
Sebelum menjawab gadis itu menatap pada suaminya sejenak.
"Iya, baiklah. Nanti saat Mas bekerja aku bisa belajar," jawab Fira yang memutuskan akan ikut ke perusahaan untuk pertama kali.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1