
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
"Assalamualaikum, Ma. Pa." ucap Fira dan Zayn secara bersamaan. Mereka berdua memang tidak meminta untuk dijemput karena kesehatan mama Zayn lagi kurang sehat.
"Fira, Sayang. Alhamdulillah kalian berdua baik-baik saja dan kembali dengan selamat." sambut Nyonya Elis menyambut kedatangan anak dan menantunya. Zayn memang sengaja membawa Fira langsung ke rumah orang tuanya, karena besok pagi-pagi sekali dia harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan bersama Felix.
Kenapa tidak kerumah orang tuan Shafira? Karena gadis itu yang meminta tinggal di rumah mertuanya. Sebab tidak ingin menjadi masalah untuk rumah tangganya. Ada seorang laki-laki yang merupakan tetangga Fira. Dia sering datang untuk mengantarkan berbagai macam jenis buah-buahan. Karena laki-laki itu seorang pemilik perkebunan.
__ADS_1
Namun, Zayn cemburu pada pria tersebut yang selalu datang bila mereka menginap di sana. Itulah alasan Fira memilih tinggal bersama mertuanya selama Zayn pergi.
"Iya, Ma. Alhamdulillah, kami bisa kembali dengan keadaan selamat. Bagaimana kabar Mama dan Papa?" Fira dan suaminya menyalami sopan tangan Nyonya Elis bersama Tuan Rendi suaminya.
"Keadaan kami juga Alhamdulillah baik-baik saja, Nak. Kalian langsung istirahat saja dulu. Nanti Mama panggilkan bila ibu dan ayah mu sudah datang. Soal persiapan pengajian biar Mama yang menyiapkan semuanya." titah Nyonya Elis setelah melepaskan pelukan pada Fira dan Zayn.
"Baiklah, Ma. Pa... kami istirahat dulu, ya. Soalnya tadi ada delay saat pesawatnya mau mendarat. Jadi rasanya benar-benar lelah." kali ini Zayn yang berbicara.
"Iya, pergilah! Papa juga mau pergi keluar sebentar." sahut Tuan Rendi mengiyakan. Sehingga Zayn dan Shafira langsung naik kelantai atas. Tempat kamar mereka bila pulang ke sana.
"Alhamdulillah kita bisa kembali dengan selamat dan bisa melaksanakan ibadah umroh bersama, Mas. Terima kasih! Karena sudah membuat hadiah bulan madu terindah." Fira tersenyum begitu mereka duduk diatas sofa.
"Tidak perlu berterima kasih! Sudah sepatutnya Mas melakukannya. Lagian semua ini untuk kebaikan kita berdua, Khumaira ku." jawab Zayn sambil melepas pakaian bagian atasnya. Hal serupa juga dilakukan oleh Fira. Gadis cantik itu ikut melepaskan jilbab syar'i yang dia tutupi pada kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa tersenyum?" Zayn menautkan kedua alisnya disertai senyuman tampan. "Apakah ada yang aneh?" lanjutnya lagi.
"Tidak ada apa-apa. Aku tersenyum karena Mas lebih sering memanggilku Khumaira, bukan Fira." ungkap jujur gadis itu.
Cup!
"Kamu memang Khumaira ku. Mas sangat suka bila kedua pipimu merah merona karena malu saat digoda. Maka dari itu Mas memanggil mu, Khumaira." jawab Zayn mengecup kepala Fira lebih dulu.
"Sayang, Mas berharap kamu akan segera hamil setelah ini. Kamu tidak masalahkan?"
"Tentu saja tidak. Aku juga berharap seperti itu, karena setelah wisuda bulan depan aku akan dirumah setiap hari. Apabila Mas bekerja maka aku hanya sendirian tidak memiliki teman." jawab Fira karena bulan depan kuliahnya sudah selesai.
"Amin ya Allah! Mas juga selalu berdo'a setiap kita melakukannya, agar segera diberikan kepercayaan untuk memiliki anak. Alangkah bahagianya kita bila ada anak kecil yang menemani saat bersantai." Zayn langsung mengaminkan karena dia memang ingin Shafira segera hamil.
__ADS_1
"Insya Allah, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdo'a. Selebihnya serahkan pada Allah. Takutnya nanti terlalu berharap dan malah menjadi kecewa." imbuh Fira tersenyum kecil. Dia benar-benar menjadi malaikat bagi suaminya. Gadis itu selalu tahu cara untuk membuat Zayn tidak terobsesi dalam hal apapun.
... BERSAMBUNG... ...