
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
... HAPPY READING... ...
.
.
Aaaghhk!
Untuk ke tiga kalinya Zayn mengerang nikmat. Mengeluarkan semua bisa kobra nya. Akan tetapi kali ini si mantan Cassanova melakukan dengan cara bersolo di dalam kamar mandi, bukan dilayani oleh wanita penghibur ataupun Shafira istrinya.
"Sayang, maaf!" Zayn menatap wajah cantik Fira yang menangis lewat layar ponsel. "Maafkan Mas, Khumaira ku," ucapnya lagi dengan nafas masih terengah-engah.
Walaupun hanya bermain mengunakan tangannya dan menatap pada ponsel karena Fira tidak memakai sehelai benang pun. Zayn tetap merasakan kelelahan luar biasa.
__ADS_1
Shafira yang tidak tega melihat wajah suaminya diliputi gair4h. Sampai wajah putih Zayn terlihat memerah. Memenuhi permintaan suaminya. Dia baring di atas tempat tidur seperti mana ketika Zayn dan dia berhubungan suami-istri.
Semua itu semata-mata Fira lakukan karena mau menolong suaminya. Akan tetapi Shafira tetap saja menangis dengan suara tertahan. Sekarang barulah Zayn menyadari hal tersebut.
"Ma--mas!" lirih Fira menyeka air matanya sendiri. "Si--siapa yang sudah tega mau menjebak mu?" tanya Fira karena rasa khawatirnya pada sang suami tidak bisa dia sembunyikan lagi.
"Raisa, dia pelakunya. Tapi Mas sangat yakin jika dia tidak sendirian." Zayn pun mulai membersihkan tubuhnya yang masih belum karuan. Akan tetapi pemuda itu berusaha melawan sisa efek obatnya.
"Astaghfirullah hal Azim! Kenapa dia tega melakukannya? Bagaimana dia bisa tahu jika Mas ada di sana?"
"Ya, tidak apa-apa, Mas. Aku berharap ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Jika aku tidak melakukan, maka mudharatnya lebih besar. Maka dari itu aku menolong suamiku sendiri." jawab Fira memaksakan untuk tersenyum kecil karena dia juga tahu bahwa Zayn terpaksa meminta bantuannya.
"Sekarang rasanya seperti apa? Apaka---"
"Alhamdulillah sudah tidak seberapa. Sudah dulu ya, Mas mau berwudhu. Besok Mas sudah pulang. Mas akan menceritakan semuanya saat tiba di rumah," ucap Zayn melilitkan handuk pada pinggang nya.
__ADS_1
"Ya, aku juga mau mandi dulu. Mas berzikir dan bawa mengaji saja jika memang sudah mendingan."
"Ya, memang itu yang mau Mas lakukan. Terima kasih! Maafkan Mas, istriku karena sudah membuat mu menangis." setelah itu Zayn dan Shafira mengakhiri panggilan telepon mereka.
Pemuda itu mau mencoba mengobati dirinya dengan cara berzikir kepada Allah. Jika tadi Zayn memang tidak kuat menahan dirinya. Apalagi Raisa sempat menggoda nya.
📱 Zayn : "Aku di jebak oleh seseorang di restoran yang aku tuliskan tadi. Ada hubungannya dengan Raisa. Tolong kamu suruh seseorang untuk menyelidiki semuanya secara diam-diam. Termasuk hotel tempat ku menginap malam ini," pemuda itu menelepon seseorang sebelum dia memakai pakaiannya.
"Selain Felix hanya beberapa orang dari perusahaan yang tahu bahwa aku berangkat ke sini. Tapi jika mereka sepertinya tidak mungkin. Darimana pula mereka tahu kami makan di restoran yang sudah berani menaruh obat perangsang dalam makanan dan minuman ku."
Gumam Zayn mencoba menebak-nebak siapa pelakunya. Sejauh ini tidak ada orang yang berani bermain dengan cara licik seperti sekarang.
"Jika aku sudah mengetahui siapa orang nya, maka bersiaplah-siaplah untuk ku hancurkan." ucapnya sebelum mulai melakukan sholat sunat witir terlebih dahulu.
... BERSAMBUNG... ...
__ADS_1