Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Lebih Baik Mati ( Zayn )


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Zayn setelah menyelesaikan sholat isya.


Tadi sore setelah menelepon istrinya, dia memilih untuk menyelesaikan pekerjaan di dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar Felix dan Raisa. Kedua manusia itu tinggal satu kamar agar mempermudah rencana mereka.


Malam ini Zayn tidak lama berzikir seperti saat dia di rumah, yang sekaligus membaca Alqur'an. Soalnya dia dan Felix sudah membuat janji makan malam di restoran yang tidak jauh dari tempat mereka menginap.


💌 Zayn : "Assalamualaikum, Khumaira. Mas mau pergi makan malam dulu, ya. Nanti setelah pulang baru Mas telpon via video call." sebelum bersiap-siap pemuda itu mengirim pesan untuk istrinya.


Tiiig!


💌 Shafira : "Waalaikum salam, Suamiku. Iya, sekarang aku juga mau makan malam bersama papa dan mama. Mas hati-hati! Jangan lupa untuk membaca do'a setiap mau keluar rumah." bunyi balasan pesan dari Fira yang sama baru selesai menjalankan sholat isya.


Biasanya mereka berdua selalu sholat berjamaah. Namun, karena sekarang berbeda ibukota, jadinya harus sholat sendiri-sendiri.


💌 Zayn : "Insya Allah, Mas akan berhati-hati, Sayang. Aku mencintaimu!" Zayn yang sudah siap langsung keluar dari kamarnya. Bersamaan dengan Felix yang juga baru keluar dari kamar sebelah.

__ADS_1


"Felix, Alhamdulillah jika kamu sudah siap. Tadinya aku mau menunggu mu di bawah." ucap Zayn tersenyum tipis.


"Aku baru saja selesai sholat isya. Jadinya langsung bersiap-siap, karena tidak mau membuat mu menunggu." dusta Felix yang sebetulnya baru selesai bercinta dengan Raisa, bukan sholat isya seperti yang dia katakan.


"Alhamdulillah! Ayo kita pergi sekarang. Setelah ini aku mau menelpon istriku," ajak Zayn tidak menaruh curiga pada rekan kerjanya itu, karena selama ini Felix bekerja dengan baik dan jujur.


"Kamu sekarang sudah banyak berubah, Zayn. Tidak seperti dulu yang selalu mementingkan pekerjaan daripada ibadah." puji Felix sambil mereka berjalan keluar hotel.


"Semua ini karena Fira istriku. Dia adalah bidadari surga ku," jawab Zayn jujur. Setiap menceritakan sang istri. Wajah Zayn akan terlihat berseri-seri. Bagaimana seorang anak muda jatuh cinta.


"Ya, aku juga berpikiran demikian." Felix hanya menampilkan senyum dibalik rasa kesalnya. Setelah tiba di depan hotel. Mereka berdua menaik mobil milik orang suruhan Felix, karena dia memang memiliki cabang anak perusahaannya di kota tersebut.


Zayn dan Felix mengobrol ringan. Keduanya sama-sama memiliki pendidikan tinggi maupun kekuasaan. Walaupun Zayn jauh lebih unggul.


"Wah, bagus sekali! Katanya di restoran ini sangat ramai pengunjungnya ya. Jadi harus boking lebih dulu biar tidak lama menunggu." tanya Zayn tidak mempermasalahkan jika sudah dipesan.


"Iya, maka dari itu aku mengajak kamu menginap di hotel Management trainee. Selain dekat dengan restoran ini kita juga bisa menikmati keindahan alam sekitarnya." jawab Felix dan lagi-lagi Zayn percaya saja. Saat mereka masuk langsung disambut hormat oleh Manejer Restoran. Keduanya di arahkan ke meja nomor empat belas.


Zayn yang sudah merindukan wajah istrinya langsung saja menikmati hidangan tersebut. Hal serupa juga dilakukan oleh Felix. Sedikitpun pria itu tidak ada menjukan kecurigaan.


"Bagaimana, makanan disini enak-enak bukan?" tanya Felix tersenyum karena melihat Zayn makan dengan lahap.


"Ya, makanannya sangat enak. Ternyata tidak salah kau memilih daerah sini. Insya Allah jika kerjasama ini berlangsung, untuk perjalanan bisnis berikutnya. Aku mau membawa Fira." jawab Zayn setelah meneguk air putih miliknya.

__ADS_1


"Bagus sekali. Biar aku juga membawa istriku." imbuh Felix. Tidak lama hanya sekitar sepuluh menit, Zayn yang merasa tubuhnya agak gerah langsung mengajak kembali ke hotel. Felix tentu dengan senang hati menurutinya dan juga ikut mengatakan bahwa tubuhnya juga gerah


"Apakah aku alergi sepood ya? Kenapa tubuhku rasanya panas sekali." tanya Zayn melepas jaket yang dia pakai.


"Entahlah! Tapi aku juga merasa panas ingin mandi." dusta pria itu.


"Mungkin karena cuacanya mau hujan, karena kamu juga merasa panas. Jika alergi sepood tidak mungkin kita bersamaan." kata Zayn cepat-cepat keluar dari mobil. Dia berjalan lebih dulu masuk ke dalam lift. Sampai-sampai Felix berlari mengejarnya.


"Aku rasa bukan alergi sepood, Felix." ucap Zayn karena dia bukan anak kemaren sore yang tidak tahu apa-apa. Melainkan seorang mantan Cassanova.


"Lalu?" Felix memperlihatkan wajah polosnya.


"Obat perangsang. Mungkin ada seseorang yang mau menjebak kita dengan mencampurkan obat lakn4t itu. Untung saja kita langsung pergi dari sana." jawab Zayn tidak berprasangka buruk terhadap Felix.


"Astaghfirullah hal Azim! Kenapa bisa seperti ini. Lalu bagaimana untuk mengobatinya? Apakah kita harus memanggil seorang wani---"


"Inalillahi wa inna ilaihi Raji'un. Aku lebih baik mati daripada harus melakukan dosa zinah." seru Zayn sedikit marah karena mendengar hal tersebut.


"Berendam lah air dingin dan memohon pertolongan Allah. Insya Allah kita bisa menahan reaksi obat ini." ucapnya lagi yang masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan salam.


"Haa... ha... aku ingin tahu seberapa tebal iman mu, Zayn. Apakah kau bisa menahan diri begitu melihat tubuh indah Raisa."


Gumam Felix tersenyum menyeringai. Dia dan Raisa sudah memasang kamera tersembunyi di dalam kamar Zayn. Agar percintaan Raisa dan Zayn nanti bisa dikirimkan pada Shafira.

__ADS_1


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2