Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Sanggup Menafkahimu.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


"Mas, ini," ucap Fira menyerahkan Map yang di pinta oleh suaminya.


"Terima kasih, ayo duduk saja," jawab Zayn mulai membuka Map tersebut.


"Iya, tunggu sebentar," Lalu gadis itu pergi mendekati lemari pendingin dan mengambil beberapa minuman untuk Zayn dan juga ketiga sahabat suaminya.


"Mas... Kak, ini minuman nya, silahkan di minum," ucap Fira menaruh diatas meja.


"Terima kasih," Zayn tersenyum kecil kearah Fira yang juga ikut tersenyum kecil.


"Fira... terima kasih, kamu benar-benar baik sekali," puji Hanif yang langsung mendapat tatapan tajam dari Zayn.


"Huem, sama-sama," jawab Fira mengangguk. Setelahnya dia ikut duduk tepat sebelah Zayn dan melanjutkan belajar.


Sebab Fira tidak mau ikut campur urusan suaminya. Zayn yang lagi serius pun hanya menggeser tempat duduknya. Agar sang istri bisa nyaman.


Hampir setengah jam kemudian. Keempat pemuda tampan itu begitu serius memahami isi proposal milik Zayn.


"Ini sudah siang, apakah kalian mau pulang? Atau masih mau di sini? Soalnya aku dan istriku mau memesan makan siang," tawar Zayn sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas pas.


"Agh! Aku mau pulang saja. Tadi aku sudah menyuruh sekertaris ku untuk memesan buat makan siang. Sayang apabila tidak ada yang memakannya," jawab Aksa karena tidak mau menganggu sahabatnya.


"Kalian berdua bagaimana, Do, Nif?" sekarang Zayn menoleh pada Edo dan Hanif.


"Aku pulang juga. Ada pertemuan degan klien ku di restoran sebrang perusahaan ku," dusta Edo juga memutuskan untuk pergi.


"Hanif," tegur Aksa karena mata Hanif malah terus mencuri-curi pandang pada Fira.


"Aku... juga mau pulang sekarang. Terima kasih!" jawab Hanif sudah berdiri lebih dulu. Lalu dia bicara lagi. Namun, pada Shafira yang juga menatap padanya.


"Fira... kapan kamu mau mengajar lagi? Soalnya Lisa tidak mau belajar, bila bukan bersama mu," ucapnya jujur tidak berbohong.


"Insya Allah... nanti akan aku beri kabar pada mbak Ema," jawab Fira yang belum ada mengajar les lagi gara-gara kakinya yang terluka waktu itu.

__ADS_1


"Oh, oke baiklah. Kalau begitu aku pamit pulang dulu. Assalamualaikum," pamit Hanif mengucapkan salam. Hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.


Yaitu apabila lagi berkumpul bersama Zayn maupun temannya yang lain. Akan tetapi hari ini dia mengucapkan salam karena adanya Shafira di sana.


"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab mereka serempak.


"Zy, Fira... kalau begitu kami juga mau pamit pulang dulu. Sampai berjumpa lagi. Assalamualaikum," pamit Aksa dan juga Edo.


"Waalaikum salam warahmatullahi Wabarakatuh," jawab Fira dan Zayn secara bersamaan.


Alhamdulillah gara-gara ada Shafira. Hari ini bukan hanya Hanif yang mengucapkan salam sebelum pergi. Namun, juga Aksa dan Edo ikut mengucapkan salam sebelum berpamitan meninggalkan tempat tersebut.


"Sayang kamu mau makan apa? Biar sekretaris Mas pesankan," tanya Zayn pada istrinya.


"Eum... samakan saja dengan makanan buat Mas, karena aku tidak begitu pemilih apabila itu menyangkut makanan," jawab Fira mengambil bekas kaleng minuman yang telah kosong di atas meja dan dibuang pada tempat sampah yang tersedia di sana.


"Baiklah, kalau begitu Mas pesan dulu, ya," sahut Zayn dengan mata menatap pada ponselnya.


📱 Zayn : "Tolong pesankan makan siang untuk Saya dan Nona muda. Tapi samakan saja seperti makanan yang sering kamu pesan," ucap pemuda itu menelepon sekretaris perusahaannya.


📱 Eris : "Baik, Pak. Tunggu sebentar lagi akan Saya antarkan ke dalam ruangan, Anda," jawab wanita itu langsung menutup panggilan mereka. Karena dia tahu bahwa sang bos tidak mau apabila terlalu lama menunggu.


"Fira... ayo duduk sini," pinta Zayn setelah menaruh ponselnya di atas meja.


"Ini tentang masalah les yang ditanyakan Hanif tadi,"


"Iya, memangnya kenapa?" Fira balik bertanya.


"Mulai saat ini kamu tidak usah mengajar anak-anak les lagi, karena Mas sanggup menafkahi mu dan memberi mu uang untuk membeli apapun," jawab Zayn yang sudah memikirkan hal tersebut sejak dua hari lalu. Namun, karena lupa dia tidak membicarakan pada istrinya.


"Memangnya kenapa Mas, apabila aku mengajar anak-anak les. Agh! Aku hanya bertanya saja soalnya bukan hanya Lisa yang malas belajar apabila bukan aku yang mendampingi mereka. Tapi banyak anak-anak lainnya juga," ucap Fira yang sudah betah pada pekerjaan sampingan yang ia lakoni sejak beberapa bulan belakangan.


Awal-awalnya semua itu dia lakukan tentu saja karena Fira kekurangan uang untuk dirinya. Sebab Zayn hanya memberikan dia uang satu juta untuk satu minggu. Itupun buat semua keperluan di rumah mewah suaminya.


"Begini, Mas tahu jika kamu sangat mencintai pekerjaan ini. Namun, Mas tidak memberimu izin karena selain Mas mampu memenuhi semua kebutuhanmu. Takutnya kedua orang tua kita mengetahui hal ini," jelas pemuda itu sampai memegang kedua bahu istrinya.


Hanya untuk meyakinkan Fira bahwa semua itu Zayn lakukan demi kebaikan mereka bersama.


"Apakah kamu tidak mau---"


"Tentu saja aku akan berhenti degan senang hati. Sebab Mas adalah suamiku dan karena ini semua untuk kebaikan kita semua jadi aku akan selalu patuh," sela Fira tersenyum.

__ADS_1


"Namun, tolong izinkan aku untuk mengajar satu kali lagi. Sebab awal mengajar mereka. Aku datang dengan cara baik-baik. Jadi saat berhenti pun harus dengan cara berpamitan yang sopan pula," lanjutnya yang tidak mungkin langsung berhenti.


"Oke, tidak masalah," Zayn juga ikut tersenyum yang membuatnya semakin terlihat tampan.


"Oh ya sayang... bagaimana jika sebelum pulang nanti. Kita pergi berbelanja di Mall lebih dulu?" tanyanya yang berniat membeli pakaian baru untuk istrinya maupun keperluan buat Fira yang lain.


"Kita mau membeli apa? Ap---"


"Apa saja, termasuk membeli belanja untuk di rumah. Kan bibi belum tahu pulangnya kapan, karena anaknya belum sembuh," lagi-lagi Zayn menyela perkataan istrinya.


"Mas juga mau membeli dasi yang baru. Jadi tolong kamu yang pilihkan, ya," ucapnya lagi agar Fira tidak menolak.


"Oke, kalau begitu aku akan menemani Mas berbelanja," jawab Fira tersenyum karena apabila untuk membeli keperluannya sendiri. Kebetulan sekali Fira tidak terlalu suka shopping seperti mana gadis lainnya.


"Fira... kamu benar-benar berbeda dari Raisa dan juga gadis yang pernah aku kenal. Jika mereka setiap lagi bersamaku akan sibuk merayu ku, karena ingin diajak berbelanja. Sedangkan dirimu malah seperti takut diajak ke Mall."


Gumam Zayn di dalam hatinya. Sedangkan mata pria itu terus menata Fira penuh cinta. Akan tetapi tidak lama setelahnya pintu ruangan tersebut sudah diketuk dari luar.


"Masuk," titah Zayn sudah tahu siapa orang yang ada di balik pintu.


Kleeek!


"Selamat siang, Pak, Nona Muda. Maaf Saya sudah mengganggu," ucap Eris berjalan masuk membawa makan siang milik sang bos yang sudah lengkap dengan piring dan juga sendok makan nya.


"Oh, iya. Tidak apa-apa. Tolong letakkan saja di atas meja, setelah itu kamu boleh keluar," Zayn yang menjawab karena Fira hanya tersenyum kecil.


"Baiklah, Pak. Kalau begitu Saya pamit undur diri. Apabila membutuhkan sesuatu maka panggil saja Saya," pamit Eris yang memang orangnya tidak terlalu banyak bicara.


"Sayang, ayo kita makan," ajak Zayn karena perutnya memang sudah lapar.


"Ayo, Mas duduk saja dan biarkan aku yang menyiapkan semuanya," cegah Fira saat suaminya baru mau membuka kemasan makanan tersebut.


"Oke, baiklah," Zayn pun akhirnya hanya perkataan istrinya.


"Fira... apabila besok-besok Raisa datang mencari mu dan mengajak untuk bertemu lagi. Maka tolong jangan dituruti. Karena Mas takut dia menyakitimu,"


"Apakah dia akan berani bertindak sejauh itu? Lagian apa untungnya dia menyakitiku, karena di antara kami tidak memiliki urusan apapun," meskipun sempat tertegun mendengar perkataan suaminya. Namun, Shafira kembali melanjutkan lagi mengisi piring beserta lauk-pauknya ke dalam yang sudah dibawakan oleh sekretaris tadi.


"Seseorang bisa saja nekat melakukan kejahatan. Apabila hatinya hanya dipenuhi oleh sifat iri atau sebagainya,"


Iya, terima kasih. Mulai saat ini aku akan lebih berhati-hati lagi terhadapnya, maupun orang lain. Sekarang ayo kita makan dulu sebelum cacing Mas demo minta tuanya segera makan," canda Fira seraya menyerahkan piring makanan untuk suaminya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2