Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Perampok Hati.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


"Haa... ha... mau menjadi pencuri wortel rupanya. Maaf Tuan Zayn, Anda tidak bisa mengambil apa yang sudah menjadi milik Saya," sekarang bergantian Fira yang tertawa setelah mendapatkan wortel yang ternyata dimasukan kedalam saku belakang oleh Zayn.



"Benarkah? Tapi bagaimana bila Saya menjadi perampok hati saja? Bukan jadi pencuri wortel?" ucap Zayn membuat Fira berhenti tertawa. Saat ini mereka berada di ruang tengah karena sejak tadi main kejar-kejaran. Gara-gara Zayn tidak mau menyerahkan wortel yang dia sembunyikan.


Fiuuuh!


Zayn meniup muka Shafira yang terdiam menatap padanya. "Nona Fira," panggil pemuda itu yang membuat Fira langsung tersadar.


"Agh! I--iya. A--aku mau masak. Mas tidak usah membantuku dan lebih baik Mas mengecek pekerjaan saja gih!" titah Fira degan jantung berdebar-debar karena saat ini posisi mereka hanya berjarak beberapa senti saja.

__ADS_1


Tubuh mereka bahkan saling menempel karena semua itu refleks, bukan disengaja. Fira mengejar Zayn yang memutari sofa. Lalu begitu sudah dekat. Gadis itu menarik baju kaos suaminya sehingga posisi mereka bisa seperti saat ini.


"Aku lagi tidak ada pekerjaan," dusta Zayn padahal pekerjaan nya begitu banyak karena hari ini dia hanya bekerja setengah hari.


Namun, entah mengapa dia malas untuk bekerja dan lebih tertarik untuk menemani istrinya di dapur.


"Tapi Mas bisa melaku---"


"Mas hanya mau membantumu memasak. Jadi ayo kita kebelakang lagi," ajaknya.


Akan tetapi Zayn tidak ada bergerak sedikitpun dari sana. Bukan hanya jantung Fira yang terasa berdebar-debar. Namun, juga jantung Zayn yang seperti orang lari meraton.


"Mas berjanji tidak akan mengaggu mu lagi. Ayo kita masak bersama. Nanti insya Allah Mas akan menjadi imam sholat mu," Zayn menarik lembut tangan Fira menuju dapur bersih.


Bila terus-terusan degan posisi seperti tadi. Bisa-bisa dia khilaf karena tidak bisa menahan dirinya. Zayn adalah seorang mantan Casanova tentu sudah tahu rasanya surga dunia. Apalagi Fira adalah istri yang dia cintai. Jadi sudah pasti sangat mudah tergoda walaupun hanya melihat bibir ranum Fira.


Untuk saat ini Zayn bukan tidak mau meminta haknya sebagai seorang suami. Akan tetapi dia tidak mau Fira berpikiran jika dia hijrah karena menginginkan tubuh istrinya.


Zayn akan membuktikan lebih dulu bahwa dia mencintai Fira karena Allah. Bukan karena nafsu. Soalnya bila dia mencintai Fira karena nafsu, istrinya juga tidak mau.

__ADS_1


"Mas yakin?" tanya Fira memastikan ucapan suaminya.


"Insya Allah yakin. Tapi harap maklum ya, bila bacaan surat pendeknya mungkin tidak bisa seperti---"


"Tidak apa-apa. Mari kita sholat bersama," sela Fira semakin tersenyum bahagia dan sekarang gadis itu malah merangkul mesra lengan suaminya.


"Huem, iya," Zayn juga ikut tersenyum. Sekarang pemuda itu benar-benar merasa bahagia karena Shafira adalah gadis yang tidak banyak menutut ini dan itu. Sehingga Zayn tidak harus memaksakan dirinya agar langsung bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.


Semuanya berjalan seiring berjalannya waktu. Zayn belajar dengan perlahan disela ada waktu senggang dan Fira selalu memberikan dukungannya.


"Ini apa yang mau dikerjakan? Biar Mas yang mengerjakannya dan kamu bisa mengerjakan yang lain," tanya Zayn kembali lagi duduk di atas tikar yang sengaja tadi digelar oleh Fira karena dia sudah biasa seperti itu dirumah orang tuanya.


Sebelum menjawab Fira tersenyum karena tidak menyangka bahwa Zayn benar-benar mau membantunya. "Mas iris saja wortel dan bahan-bahan yang ini. Aku mau membuat bumbunya,"


Oke, siap laksanakan," jawab Zayn tersenyum begitu tampan. Sehingga Fira pun ikut tersenyum malu mendengarnya. Akan tetapi Fira cepat-cepat membalikkan tubuhnya untuk menyiapkan bumbu yang akan dia gunakan.


"Memangnya kita mau memasak apa?" tanya Zayn karena dia memang belum tahu apa yang mau dimasak. Ini juga baru pertamakalinya duduk didapur untuk memasak.


"Sayur sup dan juga sambal ikan laut. Sepertinya Bibi membelinya baru tadi pagi," jawab Fira sambil mengerjakan pekerjaan nya. Begitu pula dengan Zayn. Pemuda itu juga melakukan tugasnya. Seolah-olah sangat pintar memasak.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2