
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
...HAPPY READING......
.
.
Selama dalam perjalanan menuju perusahaan. Zayn dan Fira saling mengobrol hal apa saja. Tidak ada pembicaraan tentang Raisa lagi.
Shafira yang tahu suaminya tidak nyaman karena bertemu degan mantan kekasih sang suami. Tidak mau bertanya hal lebih, dia hanya diam seakan-akan tidak mengetahui apapun.
"Apakah ini perusahaannya?" tanya gadis itu setelah mobil Mercedes Benz Zayn masuk ke sebuah kawasan perusahaan.
"Iya, tempat bekerjaku ada di lantai paling atas gedung ini," jawab pemuda itu sudah memberhentikan mobilnya tepat di depan Lobby perusahaan tersebut.
"Sayang... maafkan aku," ucap pemuda itu meminta maaf. Sehingga mata para karyawan yang baru datang menatap kearah mobil sang bos.
"Mas, aku sudah memaafkan mu, tidak perlu meminta maaf,"
"Mas tahu jika kamu akan menjawab seperti ini. Tapi Mas tetap mau meminta maaf padamu,"
"Iya, aku maafkan. Jagan jadikan beban pikiran karena aku juga bersalah sudah membentak Mas yang lagi bertengkar dengan wanita itu," jawab Fira tersenyum kecil karena dia tahu apa kesalahannya.
"Huem, tidak apa-apa. Kamu seperti itu karena tidak mau Mas menambahkan dosa sudah menyebarkan aib seseorang, kan?" tebak Zayn dan Fira hanya mengangguk membenarkan.
"Sifat mu ini membuatku semakin mencintai mu, Fira. Mas bahagia sekali bisa mendapatkan istri seperti mu," puji Zayn yang semakin hari, semakin berani menunjukan bahwa dia sangat mencintai istrinya.
"Terima kasih! Aku masih belajar untuk memperbaiki diri. Jadi jangan memujiku yang mungkin bisa membuatku terbang," goda Fira untuk menghilangkan rasa canggung nya.
Jangan lupakan kedua pipi gadis itu sudah merah merona karena malu mendengar ungkapan suaminya.
"Nanti kita akan terbang bersama. Tunggu Mas menyelesaikan proyek yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan besar, termasuk perusahaan Aksara sahabatku,"
"Memangnya kita bisa terbang tanpa sayap?" tanya Fira tidak paham perkataan suaminya.
__ADS_1
"Mana tahu bisa terbang walupun tanpa sayap. Oya, ayo kita turun! Sekitar setengah jam lagi Mas ada rapat. Jadi kamu tunggu saja dalam ruangan kerjanya kerja Mas," Zayn sengaja mengalihkan pembicaraan.
Soalnya dia akan memberitahu Fira apabila sudah saatnya. Zayn berniat membawa Fira berangkat umroh sesuai impian istrinya.
"Silahkan turun Nyonya Zayn," ucap Zayn mempersilahkan Fira untuk turun. Sehingga gadis itu semakin tersenyum dibuatnya.
Namun, pada saat bersamaan. Satu buah mobil mewah melintas tidak jauh dari mereka. Sedangkan pengusaha yang baru tiba di sana juga keluar dari mobilnya masing-masing.
"Zayn, kamu..." sapa Aksa yang baru keluar dari mobilnya. Mata pemuda itu menatap pada Fira yang tangannya digenggam oleh sahabatnya.
"Iya, kenapa?" Zayn balik bertanya.
"Apaka---"
"Iya, dia adalah istriku," sela pemuda itu tahu maksud Aksa. "Kenalkan namanya Shafira," lanjutnya memperkenalkan sang istri.
"Hai... kita bertemu lagi. Aku Aksara sahabat baik Zayn. Maaf saat ulang tahun anak Pak Handoko aku tidak tahu jika kamu istrinya," ucap Aksa mengulurkan tangannya.
Namun, Fira tidak menerima uluran tangan tersebut dan hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Agh! Iya," Aksa ikut tersenyum garing seraya menarik tangannya. Karena merasa malu banyak yang menyaksikan hal tersebut. Membuat dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Zayn yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum kecil.
"Ya Allah... jika masih ada perempuan seperti Fira. Maka tolong jodohkan aku dengannya."
Do'a Aksa didalam hatinya. Dari awal melihat Fira malam ulang tahun Pinkan. Aksa memang sudah menyukai gadis itu.
"Aksa, ayo masuk. Kamu duluan saja ke ruang rapat. Aku akan menyusul setelah mengantar istriku ke kantor ku," perkataan Zayn membuat Aksa tersadar dari lamunannya.
"Iya, ayo," jawab Aksa mengangguk setuju. Lalu mereka bertiga masuk kedalam perusahaan. Zayn berjalan dengan mengenggam lembut tangan Fira.
Sedangkan Aksa berjalan dibelakang pasangan suami-istri itu. Semua mata keryawan menatap pada bos mereka yang membawa seorang gadis cantik dan memakai hijab.
Bukan hanya itu yang menjadi perbincangan mereka. Tapi tentang seperti apa Fira menolak saat bersalaman dengan seorang Aksara yang tidak kalah tampan dan kayanya dari Zayn.
__ADS_1
Hanya saja dia seorang duda ditinggal mati oleh istrinya. Namun, walaupun duda. Aksa masih perjaka, berbanding terbalik dengan Zayn.
"Selamat pagi semuanya," ucap Zayn berhenti ketika melewati para karyawan yang menyapanya dengan menundukkan kepala mereka.
"Pagi juga, Pak," jawab para karyawan serempak.
"Kalian semua pasti lagi bertanya-tanya siapa gadis yang Saya bawa. Dia adalah Shafira, istri Saya. Daripada menjadi fitnah, jadi Saya perkenalkan lebih dulu," ucapnya karena melihat ada karyawannya yang berbisik sesama rekannya.
Zayn yang bisa menebak hal tersebut langsung saja memperkenalkan istrinya. Lagian dia memang seharusnya sudah mengumumkan pernikahan mereka sejak dulu.
"Bapak sudah menikah? Wah, kenapa kami tidak ada yang tahu," seru karyawan yang kebetulan berani untuk bertanya.
"Iya, kami sudah menikah sekitar tiga bulan kurang lebih. Saya memang belum membuat pestanya, makanya tidak ada yang diundang. Namun, bulan depan kalian semua pasti akan Saya undang untuk memberi do'a restunya pada pernikahan kami," jawab Zayn yang membuat Fira langsung menatap padanya.
Sebab Fira tidak menyangka bahwa Zayn akan memperkenalkan dia sebagai istri dan lebih terkejut lagi karena Zayn mau mengadakan pesta pernikahan mereka.
"Alhamdulillah... ternyata sahabatku benar-benar sudah berhijrah dari dunia kelamnya. Kalau begini namanya hijrah cinta casanova. Zayn yang suka bergonta-ganti pasangan akhirnya bisa kembali ke jalan yang benar melalui cinta pada istrinya."
Gumam Aksara di dalam hatinya yang merasa bahagia bila sahabatnya bisa kembali ke jalan yang benar.
"Pak, tanpa pesta sekalipun kami akan mendo'akan agar kebahagiaan selalu menyertai pernikahan bapak dan Nona Fira. Kalian adalah pasangan yang sangat serasi," timpal seseorang yang sejak tadi ikut mendengarkan.
"Terima kasih. Kalau begitu kembalilah bekerja," jawab Zayn sudah kembali berjalan menuju lift khusus bagi petinggi perusahaan diikuti oleh Aksa juga.
"Mas, kenapa tadi malah---"
"Tidak apa-apa, karena kita memang akan membuat pesta yang mewah. Agar semua orang tahu bahwa kita sudah menikah. Mas tidak mau ada fitnah seperti di kampus mu," sela Zayn menatap pada Fira penuh cinta.
Tanpa memikirkan bahwa ada duda jomblo berdiri di belakang mereka. Sehingga membuat Aksara berdehem.
"Huem, kenapa lift ini panas sekali?" ucapnya yang membuat Zayn menoleh kearahnya.
"Haa... ha.. aku rasa lift nya baik-baik saja. Hanya dirimu yang jomblo merasa panas," tawa Zayn karena dia tahu Aksa lagi menyindir dirinya.
"Ck, aku akan menikah lagi, bila bisa bertemu gadis Sholeha seperti... istrimu," ungkap Aksa yang membuat Fira menoleh kearah sahabat suaminya.
__ADS_1
... BERSAMBUNG ... ...