Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Rona Merah.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


Tidak sampai lima belas menit mobil Mercedes Benz milik Zayn sudah tiba di pusat perbelanjaan yang terbesar di ibu kota tersebut.


Lalu pemuda itu turun lebih dulu untuk membukakan pintu mobil buat istrinya. Bukan hanya itu saja, tapi Zayn juga mengulurkan tangannya untuk membantu Fira turun.


Setelahnya mereka berjalan masuk dengan saling bergandengan tangan. Sehingga pasangan suami-istri itupun menjadi pusat perhatian.


Orang-orang memang tidak mengenal Shafira. Namun, mereka semua mengenal Zayn Athalla. Apalagi Mall tersebut kebanyakan yang datang kesana adalah orang kaya dari kalangan atas.


Pemuda itu sengaja membawa Fira kesana. Soalnya Zayn tahu jika dia bertanya pada Fira terlebih dahulu. Sudah pasti istrinya meminta mereka ke Mall yang biasa Fira datangi. Yaitu saat berbelanja kebutuhan mereka sehari-hari .


"Mas... Kenapa mereka menatap kita seperti artis saja?" tanya Fira setengah berbisik. Namun, tidak menghentikan langkah kaki mereka berdua.


"Mungkin mereka tidak pernah melihat bidadari datang ke Mall," jawab Zayn tergelak dan semakin menggenggam erat tangan istrinya.


"Mas, aku serius. Tidak ada yang aneh dengan pakaianku, kan?"


"Tentu saja tidak ada yang aneh, sayang," jawab Zayn menatap pada istrinya. Saat ini mereka lagi berada di dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai lima gedung tersebut.

__ADS_1


"Tidak ada yang aneh dengan pakaian mu, khumaira ku. Dirimu malah terlihat sangat cantik diantara wanita yang ada di tempat ini," ungkap Zayn yang membuat fira menatap pada muka suaminya.


"Mas, kamu berlebihan sekali. Aku tidak sepereti it---"


"Kamu memang tidak seperti itu menurutmu sendiri. Tapi berbeda jika menurut Mas, Fira," jawab Zayn tersenyum ikut menatap kecantikan istrinya.


Untung saja tidak ada orang lain di dalam lift itu. Jadinya tidak ada yang merasa jika mereka sedang mengontrak di dunia yang sama.


"Agh! Kita sudah sampai, ayo," ajak Fira yang kembali merasa tersipu karena perkataan suaminya. Kali ini yang berjalan lebih dulu adalah Fira, bukan Zayn lagi.


"Jika dia sedang tersipu kenapa semakin terlihat mengemaskan. Aku benar-benar sudah jatuh cinta pada istriku sendiri."


Gumam pemuda itu hanya tersenyum sambil menatap pada tangannya yang ditarik oleh istrinya. Zayn semakin tersenyum karena tanpa sadar Fira malah menarik tangannya menuju tempat penjualan perlengkapan wanita.


Entah memang terlalu gugup, atau karena Fira yang tidak sadar karena mengira Zayn adalah Yuni sahabatnya. Soalnya Fira datang ke Mall tersebut apabila lagi menemani sang sahabat saja.


Mendengar sebutan Tuan Muda Athalla. Membuat gadis itu berhenti dan menoleh kearah belakang.


"Mas..." seru Fira tersenyum kecil.


"Huem? Kenapa berhenti, ayo kita pilih mana yang mau kamu beli," jawab pemuda itu seakan-akan tidak tahu kenapa istrinya terdiam.


"A--aku tidak mau membeli apapun. Tapi---"


"Shuuit! Ayo kita masuk dan belilah walaupun hanya beberapa. Tidak baik kita sudah membuat penjualnya berharap melihat kedatangan kita," Zayn sudah menarik tangan istrinya untuk memasuki toko tersebut.

__ADS_1


Tidak perduli dengan tatapan lapar para gadis yang melihatnya. Sebab selain Zayn tidak ada laki-laki yang masuk menemani kekasih atau istrinya membeli perlengkapan wanita bagian dalam.


"Mas, biar aku mencari sendiri. Mas tunggu di depan toko ini saja. Tidak enak dengan pembeli yang lainya," cegah Fira menahan pergelangan tangan suaminya.


"Tapi Mas tidak mengaggu orang lain. Kenapa harus merasa tidak enak? Bukannya ini toko jualan. Jadi siapapun bebas kan untuk masuk ke sini," jawab Zayn malah semakin tidak mau disuruh pergi dari tempat itu.


"Maksudku bukan seperti itu. Tapi takutnya mereka malu karena ada laki-laki yang melihat---"


"Maaf, apakah Anda merasa terganggu jika Saya berada di sini menemani istri Saya berbelanja keperluannya?" tanya Zayn pada seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Fira.


"Tidak! Justru kami merasa senang. Biar saat ada apa-apa. Ada laki-laki yang bisa dimintai tolong," jawab wanita itu yang terpana melihat ketampanan Zayn.


"Sayang, kamu dengar sendiri, kan. Mereka tidak merasa terganggu. Ayo biar Mas temani," ucap Zayn membuat Fira hanya mengagguk kecil.


"Iya, ayo kita cari dulu apa yang mau aku beli," imbuh gadis itu membuat Zayn semakin mengigit bibirnya agar tidak tertawa di sana.


"Kak, kami permisi dulu," pamit Fira pada wanita yang ditanyai oleh suaminya tadi.


Namun, malah Zayn yang menarik tangan Fira kearah tempat khusus Bra dari berbagai merek dan juga harga.


"Mas, ke--kenapa kita malah ke sini?" tanya Fira tergagap. Dia benar-benar malu karena sejauh ini hubungan mereka tidak lebih dari sekedar berpelukan saja. Ada pun Zayn membantu mengambil pakainya saat dia terluka. Pemuda itu membungkus Bra dan CD mengunakan baju Fira yang lain.


"Lalu? Apakah kamu tidak membutuhkan br---"


"Aku masih banyak yang belum di pakai. Kita cari yang lain saja," sela Fira sudah menutup mulut Zayn mengunakan tangan kanannya.

__ADS_1


Sehingga membuat Zayn ingin tertawa karena sudah berhasil membuat rona merah di wajah cantik istrinya.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2