Hijrah Cinta Casanova

Hijrah Cinta Casanova
Bulan Madu, Ketanah Suci.


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


...HAPPY READING......


.


.


Satu Minggu setelah pernikahan mewah Zayn Atala dan Shafira Sakena Mecca. Hari ini adalah keberangkatan mereka untuk menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. Seperti impian Fira yang tertulis didalam buku hariannya, bahwa ingin menjalankan ibadah bersama dengan suaminya. Menatap tenggelamnya matahari dan berdiri bersama di depan Kakbah.


Alhamdulillah! Seorang casanova bisa hijrah hanya dengan membaca buku diary miliki istrinya. Karena sejatinya Zayn adalah salah satu anak manusia yang disesatkan oleh iblis. Pemuda itu dulu sangat taat akan agamanya. Namun, gara-gara rasa kecewa telah dikhianati oleh gadis yang dicintai. Membuat Zayn terjerumus kedalam lembah hitam yang semakin membawanya terjerumus semakin dalam.


"Zayn, Ayah titip Fira ya, Nak." ucap Pak Riki seraya melepaskan pelukan pada sang menantu. Kedua orang tua Zayn maupun Fira memang ikut mengantar mereka ke bandara. Sehingga tangis haru dan perpisahan pun terdengar sangat memilukan. Soalnya pasangan suami-istri itu berangkat dengan rombongan jamaah umroh lainnya.

__ADS_1


"Iya, Yah. Tanpa Ayah pinta, tentu Zayn akan menjaganya dengan baik." jawab pemuda itu yang berlanjut lagi bersalaman pada ibunya sendiri.


Setelah semuanya selesai. Zayn dan Shafira ikut dengan yang lain memasuki pesawat yang akan membawa mereka.


"Kenapa, Sayang? Apakah ada yang aneh?" tanyanya karena Fira menatapnya dengan senyum kecil.


"Aku mencintaimu, Mas. Terima kasih sudah mewujudkan impianku untuk bisa menjalankan ibadah ini. Aku tidak menyangka kita akan bulan madunya ke tanah suci." ucap Fira yang tangannya digenggam erat oleh Zayn. Sekarang mereka sudah duduk didalam pesawat.


"Mas juga sangat mencintaimu, Sayang."


Cup!


"Mas terlalu berlebihan. Aku hanya wanita biasa seperti yang lainnya." Fira menyadarkan kepalanya pada lengan pemuda itu. Semenjak mereka sudah melakukan hubungan suami-istri. Rasa cangung antara keduanya mulai berkurang.

__ADS_1


Cup!


Lagi-lagi Zayn mengecup kepala istrinya yang terbalut hijab panjang.


"Tidurlah! Perjalanan kita masih panjang." ucapnya dan hanya diangguki oleh Fira. Soalnya gadis itu memang agak lelah kurang istirahat. Sebelum hari keberangkatan, keduanya selalu berbagi macam makanan dari panti asuhan dan tempat-tempat panti jompo pun mereka sambangi.


"Ya Allah... semoga aku bisa menjadi suami serta ayah yang baik untuk istri dan anak-anakku. Ampunilah atas segala dosa-dosaku selama ini. Aku datang ketempat mu yang suci untuk melaksanakan ibadah bersama gadis yang menjadi istriku."


Fira sudah tidur sejak beberapa menit yang lalu. Sedangkan Zayn masih betah menatap wajah cantik alami istrinya.


"Walaupun dipertemukan dengan cara yang tidak diharapkan. Namun, sekarang aku berharap bertemu kita karena Allah dan berpisah pun hanya karena Allah."


Laki-laki tersebut kembali bergumam di dalam hatinya.

__ADS_1


"Mungkin kata-kataku selama ini banyak yang menyakitimu, Khumaira ku. Namun, dirimu tetap mau bertahan dan mendampingiku sampai sejauh ini. insya Allah, aku berjanji akan menebus luka yang sudah aku torehkan, karena aku tahu perempuan itu mudah memaafkan tapi sulit untuk melupakan. Diibaratkan sebuah cermin, bila sudah retak maka pantulan cahayanya tidak bisa sempurna seperti semula lagi."


... BERSAMBUNG... ...


__ADS_2