
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
Gara-gara pertemuan tidak sengaja dengan Zanet beberapa hari lalu. Sekarang seluruh ibukota telah mengetahui bahwa Zayn Atalla yang terkenal tampan, dingin dan kaya raya sudah mempunyai istri.
Padahal beberapa waktu lalu baru para karyawannya dan mahasiswa di universitas Gunadarma yang mengetahui hal tersebut. Itupun tidak semua karena menurut mereka mana mungkin seorang Zayn Atalla memilih Shafira sebagai pendamping hidup.
"Zayn, apakah kau mau langsung pulang setelah ini?" tanyanya Aksa setelah meneguk minuman botol miliknya. Saat ini mereka berdua lagi duduk bersantai di ruangan Zayn.
"Rencananya iya, soalnya besok kan weekend. Jadi aku dan Fira mau menginap dirumah orang tuanya."
__ADS_1
"Wah-wah! Aku benar-benar bahagia melihat perubahan mu yang sekarang. Selamat kawan, akhirnya kau bisa mendapatkan permata setelah kehilangan batu kerikil yang sudah membuatmu menjadi Casanova." seru Aksa menepuk pelan bahu Zayn.
"Iya, kau benar sekali. Aku sangat beruntung bisa menikahi Fira. Rencananya setelah acara resepsi pernikahan kami bulan depan. Kami berdua mau berangkat ke tanah suci untuk melakukan ibadah umroh." ungkap pemuda itu yang belum memberitahu siapapun akan niatnya termasuk Shafira sendiri.
"Itu ide yang sangat bagus. Apapun itu aku selalu mendukungmu. Selagi baik dan tidak menyakiti hati istrimu."
"Insya Allah, aku tidak akan menyakitinya. Terima kasih, Aksa. Aku do'akan agar kau segera menemukan jodoh yang baik pula. Seseorang yang bisa membawa kita untuk menjadi lebih baik lagi." do'a Zayn masih terus mengobrol.
Aksa datang ke perusahaannya karena ada kerjasama. Maka dari itu mereka bisa mengobrol santai.
"Ya, kau duluan. Aku akan menyusul sebentar lagi." jawab Zayn karena dia tidak mungkin langsung pergi.
Akan tetapi tidak sampai lima belas menit kemudian Zayn pun meninggalkan perusahaannya. Entah mengapa hatinya selalu berbunga-bunga apabila mau pulang.
Berhubung jam tiga kurang jalanan sepi. Pemuda tersebut tiba lebih awal. Lalu dia turun tanpa membunyikan klakson mobil. Takutnya mengaggu Shafira yang lagi beristirahat.
__ADS_1
"Assalamualaikum!" ucapnya pelan walaupun tidak ada yang menjawab. Zayn berjalan menaiki tangga dan membuka pintu kamar pelan. Namun, dia sangat terkejut karena bertepatan dengan Shafira yang baru saja selesai mandi.
Gadis cantik itu saat ini hanya memakai handuk sebatas paha. Sedangkan bagian kepala juga ada handuk kecil yang membungkus rambutnya yang basah. Membuat siapa saja pasti menelan Saliva. Semenjak mereka menikah baru inilah Zayn melihat pemandangan seperti itu.
Soalnya Shafira selalu memakai pakaian di dalam kamar mandi. Berbeda dengan Zayn yang sudah biasa bertelanjang dada.
"Ma--mas!" seru Shafira kaget. Gadis itu memang tidak mendengar suara mesin mobil suaminya karena lagi berada didalam kamar mandi.
"Sayang, maafkan Mas yang tidak mengetuk pintunya, karena takut kamu lagi tidur." jawab Zayn berjalan mendekati istrinya. "Kenapa jam segini sudah mandi? Tumben sekali." lanjutnya lagi.
"Bukannya kita mau ke rumah ayah. Jadinya aku mau mandi lebih awal." Fira menjawab dengan rona merah diwajahnya. Namun, untuk menghindar dia tidak bisa. Jadi mau tidak mau Fira berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Sayang, tidak usah malu. Kita sudah menjadi pasangan suami-istri. Mas tidak akan melakukan apapun sebelum bisa membuktikan jika Mas mencintaimu karena Allah, bukan karena nafsu." perkataan Zayn membuat Fira menatap suaminya penuh rasa haru.
Sekarang keyakinan Fira akan cinta Zayn semakin kuat. Soalnya sejauh ini suaminya itu bisa menahan hawa nafsunya walaupun mereka tidur saling berpelukan sekalipun.
__ADS_1
... BERSAMBUNG... ...