
🌻🌻🌻🌻🌻
...HAPPY READING......
.
.
Praaank!
Praaank!
Seorang gadis yang melihat kebahagiaan Zayn dan Fira mengamuk lagi. Dia adalah Raisa. Wanita itu hanya bisa mengamuk karena tidak bisa mendekati Zayn. Tidak semudah yang dia pikirkan karena mantan kekasihnya itu benar-benar menjaga jarak.
Bahkan Fira saja ada dua orang bodyguard yang menjaganya. Zayn bukanlah orang bodoh yang bisa dikelabui begitu saja. Dia bukanlah pengusaha sembarangan. Walaupun sekarang Zayn sudah hijrah, bukan berarti dia tidak mengunakan cara kekerasan untuk orang-orang yang mau melukai keluarganya. Namun, semua itu tidak diketahui oleh Fira.
"Seharusnya aku yang ada disisinya, bukan Fira." lirih Raisa yang hanya menangis penuh penyesalan.
Menyesal yang sudah pasti tidak ada gunanya. Sekarang hampir seluruh masyarakat negara mereka tahu bahwa Fira adalah istri yang sangat dicintai oleh Zayn. Gadis cantik dan paling beruntung, begitu pula sebaliknya. Zayn sangat beruntung memiliki istri cantik rupa maupun hatinya.
Sementara itu. Di hotel bintang lima tempat acara pernikahan mewah dilaksanakan. Pasangan suami-istri tersebut baru saja masuk kedalam kamar pengantin mereka. Shafira membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Sedangkan Zayn masih duduk di sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya sekitar lima belas menit kemudian. Fira pun sudah selesai membersihkan tubuhnya. Gadis itu mengenakan baju tidur panjang dengan handuk kecil membungkus rambutnya yang basah.
Entah mengapa malam ini mereka berdua sama-sama merasakan gugup. Padahal sudah biasa tinggal satu kamar dan tidur bersama.
__ADS_1
"Mas, mandi dulu. Airnya sudah aku siapkan." ucap Fira dengan suaranya yang lembut. Membuat siapapun itu begitu suka saat berbicara dengannya.
Zayn menoleh kearah sang istri dan menatap wajah cantik alami itu. "Iya, Sayang. Mas mandi dulu ya," jawab pemuda itu tersenyum kecil. Fira hanya menganggukkan kepalanya.
"Kami menikah sudah lama. Mas Zayn sudah bertanggung jawab padaku. Dia juga sudah membuktikan cintanya yang tulus bukan karena nafsu. Dosa bagiku bila tidak bisa memenuhi tugas seorang istri yang mana harus melayani suami saat di atas kasur."
Gumam Fira menatap kepergian suaminya yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
"Aku tidak boleh seperti ini. Aku mau kami sama-sama mendapatkan pahala dari pernikahan ini."
Walaupun ada keraguan dihatinya. Fira berjalan kearah lemari pakaian dan menyiapkan pakaian untuk Zayn seperti biasanya. Setelah itu Fira menghirup nafas dalam-dalam dan dia mengeluarkan kotak kecil dari tas kecil miliknya.
"Mas Zayn tidak akan menertawakan aku kan setelah memakai pakaian ini? Kenapa aku malu sekali. Ya Allah... ampuni aku, aku melakukannya hanya untuk membuat suamiku bahagia."
Fira berulangkali membuang nafas kasar. Dia malu untuk memakai sebuah lingerie seksi berwarna hitam. Baju tersebut pemberian dari Yuni sahabatnya. Kata gadis itu Fira harus memakai lingerie seksi agar malam pertama mereka lebih berkesan.
Fira masih mempertimbangkan dengan sesekali melihat kearah pintu kamar mandi.
"Huh! Aku pakai saja lah. Mas Zayn adalah suamiku. Jika aku terlihat cuek, takutnya dia mengira aku belum percaya pada cintanya yang tulus." putus Fira cepat-cepat menganti baju tidur kimono dengan lingerie seksi tersebut. Begitu pula dengan CD dan Bra nya yang sudah ada satu paket lengkap.
Namun, setelah menyimpan kembali baju tidur yang tadi dia pakai. Fira langsung naik keatas tempat tidur dan membungkuk tubuhnya dengan selimut. Pada saat bersamaan Zayn pun keluar dari kamar mandi.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Zayn sambil memakai pakaiannya yang disiapkan Fira. Jika pemuda itu sudah biasa berganti pakaian dihadapan Fira karena tahu jika istrinya selalu membuang arah pandangan matanya.
"A--aku... aku baik-baik saja, Mas." cicit Fira tergagap membuat Zayn menyugikkan senyum karena dia menduga jika Fira takut dia memaksa sang istri untuk melayaninya.
__ADS_1
Cup!
"Tidak usah takut karena Mas tidak akan pernah memaksamu." Zayn mengecup kening istrinya yang tangan Fira pun berada didalam selimut bad caver.
"Ti--tidak, Mas. Kita sudah menikah yang sah oleh agama maupun negara. A--aku siap bila Mas ingin memintanya se--sekarang." jawab Fira yakin.
Zayn kembali tersenyum kecil dan menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.
"Apakah kamu benar-benar siap! Dan tidak akan menyesal bila kita melakukannya sekarang?" pemuda itu bertanya lagi karena tidak mau bila nafsunya menyiksa sang istri.
Shafira mengguk yakin dan berkata. "Iya, aku siap lahir batin. Selama ini aku bukan tidak mau memberinya. Namun, aku ingin kita sama-sama mendapatkan ibadah dari pernikahan ini."
"Alhamdulillah jika dirimu yakin. Mas... hanya takut dirimu terpaksa." Zayn mengelus pipi Fira sampai tangannya pada bibir ranum gadis itu, yang sudah lama dia impikan untuk mencicipinya.
Cup!
Silaturahmi bibir pun terjadi. Pasangan suami-istri itu sama-sama memejamkan matanya. Lalu Zayn menjauhkan muka mereka dan menarik pelan selimut yang membungkus tubuh istrinya.
Mata pemuda itu seakan mau loncat dari tempatnya saat melihat pemandangan yang begitu indah.
Dua gunduk gunung kembar Fira yang berukuran besar terpampang begitu nyata. Apalagi tubuh putih istrinya yang semakin memperlihatkan leher jenjangnya.
"Sayang..." Zayn kehilangan kata-kata. Tidak menyangka sang istri akan membuat kejutan seperti itu.
"Mas jangan menatapku seperti itu. Aku malu." ucap Fira ingin menutupi kedua aset berharganya.
__ADS_1
... BERSAMBUNG... ...