Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 23


__ADS_3

"Sial.... Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan ketika melihat Reza memelukmu! Aku cemburu, Sayang?!" jelas Ilham menatap mata Sitha dengan berkaca kaca.


"Aku takut kamu berubah pikiran dan memaafkan Reza." lanjutnya menatap Sitha daam.


Sitha lega mendengar ucapan itu. Wanita itu tersenyum ketika mendengarkan ungkapan perasaan Ilham. Rupanya pemuda itu cemburu karena itu dari tadi ia seakan menahan amarahnya.


"Kenapa kamu malah tersenyum?!" tegur Ilham sembari tangannya mencengkeram dagu Sitha dan tangan yang satunya meremas gun yang masih tertutup rapat.


"Apa kamu tadi sempat memikirkan untuk memaafkan suamimu yang brengsek itu?!''


Sitha kembali tersenyum melihat amarah Ilham. Pemuda itu sedang cemburu merupakan pemandangan yang begitu membahagiakan baginya karena berarti Ilham benar benar mencintainya.


"Kamu begitu tampan kalo saat sedang marah begini," bisik Sitha sembari tangannya mengedar ke area di jun dan mengelusnya.


Ilham melepas dagu Sitha agar bisa mencengkeram jari wanita itu dan membungkam bibirnya dengan ciuman yang ganas dan kasar.


"Jangan mengalihkan pembicaraan!" gerak Ilham setelah puas menginvasi mouth Sitha sampai belepotan.


Sitha mencondongkan tubuhnya, memeluk pinggang Ilham. "Aku bicara yang sebenarnya. Kamu begitu gagah dan tampan sekarang ini," desah Sitha. Tetapi Ilham mendorongnya membuat wanita itu kaget saat tangannya in ke dalam dan meraup dedek di sana.


"Aku harap kamu tidak akan kepikiran untuk kembali bersama dengan suaminu itu!'' tegur Ilham sembari menarik lepas yang digunakan Sitha.


Sitha pasrah saja diperlakukan seperti itu. Sitha membiarkan Ilham melampiaskan kemarahannya. Wanita itu malah membantu Ilham yang kesulitan saat melepasnya.


"Tapi, Ham, mungkin saja Mas Reza bisa berubah,"


Ilham semakin kesal mendengar ucapan Sitha dan langsung merenggut rambut wanita itu dan kembali ******* bibirnya dengan brutal.


"Reza tidak akan berubah! Suamimu itu telah menjadi lelaki brengsek!" tegas Ilham sembari mengoyakkan cd Sitha membuat wanita itu kaget melihat keliaran Ilham.


"Tapi, Ham. Setiap orang musti diberikan kesempatan kedua, lagian apa yang kita lakukan selama ini juga sama seperti yang Mas Reza lakukan. Kita juga berselingkuh," jelas Sitha.


"Kamu masih saja membela pria itu! Kamu harus diberikan hukuman!'' bisik Ilham di telinga Sitha yang tak sempat bereaksi saat pemuda itu menggapai bra nya dan mengikat kedua tangan Sitha ke arah belakang menggunakan itu.

__ADS_1


"Ilham apa yang kamu lakukan?'' tanya Sitha kesal sembari melepaskan ikatan di kedua pergelangan tangannya.


Ilham membopong tubuhnya seperti mengangkat sekarung beras. Hingga membuat Sitha berteriak marah.


"Turunkan aku, Ham?!" jerit Sitha marah.


"Ouch!!'' teriak Sitha ketika Ilham menampar bokongnya yang tak tertutup lagi.


Ilham melangkah menuju ke kamar dan melemparkan tubuh Sitha ke atas kasur membuat Sotha sedikit memantul di atas kasur. Pemuda itu ikut naik dan melepas semua yang digunakannya.


Ilham menyapukan hand nya ke dedek dan mencicipinya di depan Sitha, membuat wanita itu semakin bergairah.


"Kamu cepat sekali wet nya, Sayang."


"Aaahhh, Ilham lepaskan ikatan ini," kata Sitha terengah dan tersentak akibat hand Ilham yang kini telah berolahraga sama dedek.


Ilham tersenyum dan tidak mendengarkan perkataan Sitha. "Aku lebih suka kamu yang tidak berdaya. Ini hukuman karena membiarkan Reza memelukmu tadi," sahut Ilham yang meraup dan mencumbu gun wanita itu habis habisan sampai meninggalkan bekas bekas merah tanda cinta."


"Ilham..... Jangan di sana! Aku berkeringat," pekik Sitha saat merasakan ujung tongue ilham mengelus dedek. Ilham tidak mempedulikan perkataan Sitha malah pemuda itu sudah open the thighs Sitha agar ia lebih leluasa, poking and sucking dedek yang sudah di depan matanya. Ilham yang masih belum terlepas dari apa apa membuat Sitha malu.


"Aaakkhh.... Aku mohon, Ham. Sudah cukup." pinta Sitha yang kini bokongnya sudah mulai menyentak di luar kendali.


"Out in aja, Sayang. Jangan di tahan. Aku ingin mereguk manismu," bujuk Ilham dengan suara parau. Sedetik sebelum pemuda itu menekan lips nya pada dedek dan melakukan sucking dengan kuat, membuat Sitha menjerit keras.


"Cukup," ucap Sitha yang merasa seluruh tubuhnya terbakar dan meleleh, sementara Ilham sibuk terus menghabiskannya. Sitha sangat bergetar padahal baru oral ****.


Saat akhirnya Ilham merasa cukup, pemuda itu baru beranjak dan mencium bibir Sitha dan menyingkirkan anak anak rambut yang menempel di dahinya yang berkeringat.


"Tolong lepaskan ikatannya, Ham." desah Sitha lemas.


Ilham kembali mencumbu telinga Sitha, "Tidak.... Kamu akan seperti ini sampai aku selesai. Anggap saja ini hukuman karena kamu tidak mendengarkan laranganku dan membuatku marah," bisik Ilham sambil melepaskan yang dikenakannya dan langsung membawa si jun bertemu untuk dedek yang masih tidak karuan.


"Tolong.... Jangan out in di dalam, Ham," tegur Sitha tersendat.

__ADS_1


"Aku tidak bisa janji, Sayang." jawab Ilham yang telah sibuk pemanasan dan segera melakukan olahraganya.


"Benar benar nikmat si dedek, Sayang," erang Ilham yang selalu melayang setiap kali menyatu dengan Sitha.


Tangan Sitha sudah mati rasa karena ikatan di pergelangannya. Wanita itu mencoba membenarkan posisinya agar tangannya yang terikat tidak terlalu sakit. Namun keadaannya malah membuat si jun bisa in lebih jauh ke dalam hingga membuat Sitha langsung menggelinjang dan tersentak saat Ilham melakukannya. Saat itu juga Sitha dihantam gelombang kenikmatan yang membuatnya menjerit nikmat.


#######


Sitha tergolek akibat sudah mencapai puncaknya dengan tangan yang masih terikat. Ilham yang melihat Sitha berbaring lemas dan kelihatan tidak nyaman dengan posisi terikat menjadi kasihan. Pemuda itu akhirnya melepaskan ikatan di pergelangan tangannya.


Wanita itu berbaring miring dan Ilham memeluk dari belakang. Pemuda itu belum mendapatkan puncak kenikmatannya. Tetapi Ilham masih harus memastikan perasaan Sitha.


"Aku harap, kamu segera mengurus perceraian kamu dengan Reza," ucap Ilham sambil menciumi belakang leher Sitha.


"Iya aku janji, besok akan segera memproses perceraianku," desah Sitha.


"Bagus! Aku mencintaimu karena itu aku takut akan kehilanganmu," bisik Ilham di telinga Sitha dan menggigit daun telinga wanita itu.


Ilham mengangkat satu tangan Sitha dan meletakkan di atas pinggulnya, lalu Ilham mulai merayap ke gun dan mengelus dan membelainya.


Ilham langsung melakukan olahraga itu dari belakang membuat Sitha terengah. Rintihan wanita itu terdengar ketika hand Ilham menekan klitorisnya.


"Arrgh.... Ham, lebih cepat!''


Ilham tersenyum mesum mendengar ucapan Sitha. Pemuda itu lalu menarik out si jun lalu menghantamnya lagi dan lagi.


"Ough! Hemph!'' jerit Sitha mendapatkan serangan Ilham yang begitu ganas. Sitha mencengkeram lengan Ilham yang sedang memeluknya dengan erat. Sitha merasakan penuh sesak.


"Gimana, Sayang? Enak kan?'' tanya Ilham yang semakin menaikkan tempo olahraganya.


Wanita itu tidak bisa menjawab, terlalu sibuk mendesah dan merintih. Si jun terasa begitu nikmat masuk dalam sekali hingga terasa seakan sampai pada rahimnya.


"Ough! Nikmat sekali milikmu, Sayang. Ough!''

__ADS_1


__ADS_2