
"CUKUP!!! CUKUP.....!!!'' teriak Sitha keras menghentikan perkataan Reza yang begitu menghinanya.
Sitha mendekati Reza dan menatap pria itu dengan emosional.
"Sitha melakukan ini karena Mas Reza tega berselingkuh dengan Adik Sitha sendiri! Kamulah yang membuat aku jadi begini. Selama ini Sitha akui mungkin terlalu sibuk dengan butik tetapi itu bukan menjadikan alasan Mas buat berselingkuh dan yang lebih menyakitkan lagi Mas berselingkuh dengan Adik Sitha sendiri!" ucap Sitha berapi api.
"Mas tidak tahu bagaimana hancurnya perasaan Sitha ketika melihat kalian berduaan di kamar. Sitha melihat sendiri dengan mata Sitha. Bagaimana Mas bermesraan dengan Mila, kepala Mas Reza yang sedang berada di bawah area Mila, Hah?!!'' Sitha tidak bisa membendung air matanya dan akhirnya menetes juga bercucuran.
Reza terdiam, pria itu tidak menyangka ternyata Sitha istrinya sudah mengetahui perselingkuhannya sejak lama. Pantas saja wanita itu jadi malas berada di rumah dan lebih betah di butiknya. Tapi dengan siapa istrinya itu berselingkuh karena pria itu tidak yakin juga Sitha bisa berselingkuh dengan suami salah satu pelanggan butiknya karena mengetahui kalo Sitha itu tidak mungkin berani agresif. Itu bukan tipe istrinya.
"Jadi karena kamu melihat kami jadi kamu membalas dengan melakukan perselingkuhan juga?'' ketus Reza yang masih tidak mau menyerah. Pria itu tidak akan semudah itu melepaskan Sitha untuk bercerai darinya. Dengan dirinya tahu tentang penghianatan Sitha mungkin saja mempersulit wanita itu untuk bercerai darinya dan kembali bersamanya.
"Tidak seperti itu, aku----"
"Buktinya sudah ada, Tha. Dan kamu masih mau mengelak, Mas tidak mau kita bercerai. Mas Reza akan memaafkan kamu, anggap saja kita impas. Lalu kita bisa kembali bersama sebagai sepasang suami istri." kata Reza memotong perkataan Sitha.
Sitha menatap Reza dengan tidak percaya. Wanita itu tidak menyangka betapa egoisnya Reza.
"Kalo kamu masih ngotot ingin bercerai, akan aku persulit perceraian kita!'' ancam Reza tegas.
"Sitha tidak menyangka ternyata sifat aslinya Mas seperti ini," lirih Sitha.
"Kamu yang membuat Mas seperti ini, Tha. Mas masih mencintai kamu, Tha. Tolonglah kita dulu saling mencintai, ingat ketika kita bertemu dan saling jatuh cinta.
"Ini semuanya terjadi karena kamu yang terlalu sibuk dan Mila yang selalu menggoda Mas, Mila adikmu itu benar benar liar. Setiap kamu tidak ada, Mila selalu saja menggoda aku. Aku cuma seorang lelaki normal, Tha yang butuh perhatian dan Mila memberikan perhatian itu dan membuat aku tergoda akhirnya," jelas Reza tidak tahu malu dan masih membernarkan dirinya sendiri berharap Sitha mau menerimanya kembali dan percaya kepadanya.
__ADS_1
"Terus gadis yang bersama Mas di mall?!'' ketus Sitha dengan emosi.
"Gadis itu sahabat Mila dan kelakuannya sama seperti Mila. Adikmu Mila itu hanya terlihat sopan tetapi di luar pergaulannya begitu bebas," kata Reza dengan begitu gampangnya.
Setelah mendengar perkataan Reza membuat Sitha jadi terdiam. Apa benar selama ini Mila sudah menjadi gadis dengan pergaulan yang bebas? Kalo benar begitu berarti selama ini Sitha dan orang tuanya telah kecolongan sehingga tidak memperhatikan pergaulan Mila adiknya.
Reza yang memperhatikan kalo Sitha istrinya terdiam seolah dan seakan percaya mendengar perkataan dirinya membuat pria itu semakin bersemangat untuk mempengaruhi istrinya kembali.
"Bahkan Mila sudah tidak perawan lagi, Tha. Selama ini kita telah kecolongan. Kamu bisa berpikir sendiri, Tha. Mila dengan beraninya menggoda aku yang merupakan kakak iparnya sendiri."
"Tidak mungkin Mila begitu." ucap Sitha pelan.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak tetapi bukti sudah terlihat jelas. Mila yang telah merusak pernikahan kita, Tha. Mas masih mencintaimu, Mas akan memaafkan perselingkuhan kamu dan kita akan mencoba kembali bersama seperti dulu lagi."
"Tidak, Mas. Sitha tidak bisa kembali bersama Mas Reza. Semua tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Sitha akan tetap mengurus surat perceraian kita. Sitha tidak akan menuntut apa apa dari Mas. Sitha cuma berharap.Mas reza mau bercerai secara baik baik dengan Sitha." kata Sitha dengan menatap tajam Reza.
"Terserah apa kata Mas Reza. Sitha tetap pada keputusan Sitha. Nanti biar pengacara Sitha yang mengurus semuanya." kata Sitha akhirnya.
"Kamu tega meninggalkan Mas yang seperti ini demi selingkuhan kamu, Mas tidak menyangka kamu berubah jadi seperti ini. Menjadi wanita yang tidak punya hati," sahut Reza berusaha menyudutkan Sitha.
Sitha terdiam sejenak mendengarkan perkataan Reza. Wanita itu tahu kalo dirinya begitu kejam kalo mereka bercerai dalam keadaaan Reza seperti ini. Biarpun wanita itu sudah tidak cinta lagi kepada Reza tetapi dulu di awal awal pernikahan mereka memang merupakan pasangan yang sangat bahagia. Mungkin benar apa yang Reza katakan kalo Mila lah penyebab pernikahan mereka berdua hancur seperti ini.
"Mas tau Tha kesalahan yang Mas perbuat sangat besar. Tetapi Mas benar benar menyesali semuanya. Mas berjanji akan berubah. Mungkin dengan keadaan Mas seperti ini merupakan hukuman buat Mas," ucap Reza yang masih tidak mau menyerah berusaha membuat Sitha memaafkan dirinya.
"Sitha tetap tidak bisa bersama Mas Reza lagi, hubungan kita sudah selesai Mas." kata Sitha.
__ADS_1
"Tidak akan aku biarkan perceraian itu terjadi. Akan aku persulit perceraian kita!'' ketus Reza.
"Mas kenapa menjadi egois begini?!"
"Kamu yang membuat aku begini, Tha!''
Tangan Reza tiba tiba menarik lengan Sitha hingga membuat wanita itu terjatuh di dada pria itu. Biarpun Reza kecelakaan tapi tenaga pria itu masih kuat mencengkeram erat lengan Sitha.
"Mas, lepaskan!'' ketus Sitha berusaha melepaskan genggaman tangan Reza dari pergelangan tangannya.
Reza bukannya melepaskan tangan Sitha yang di genggamnya tapi malah satu tangannya lagi menekuk dagu wanita itu, menarik lehernya dan langsung ******* bibir wanita itu.
Sitha memberontak dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan cengkeraman tangan Reza. Dan wanita itu akhirnya berhasil. Di dorongnya dada Reza hingga membuat pria itu mengerang kesakitan karena Sitha menyentuh dadanya yang memar yang terkena benturan keras ketika kecelakaan itu.
Sitha mundur menjauhi Reza sementara pria itu mengerang kesakitan. Sitha panik, takut kalo tindakannya tadi malah membuat Reza semakin parah.
"Sial! Sakit sekali," erang Reza.
"Itu salah Mas sendiri," ketus Sitha.
"Kamu menolak Mas. Kita masih suami istri, belum bercerai dan kamu berani menolak Mas," ucap Reza.
"Kita akan bercerai Mas," ucap Sitha dengan tegas.
"Aku tidak akan menceraikan kamu sampai kapan pun!"
__ADS_1
"Terserah, pokoknya Sitha yang akan mengajukan gugatan perceraiannya. Sitha doain Mas cepat sembuh. Sampai ketemu di pengadilan," ucap Sitha dan berniat untuk keluar dari kamar rawat inap Reza.
"Tunggu, Tha kita belum selesai!" teriak Reza.