
Pagi ini, Sitha berniat untuk ke kantor pengacara yang rekomendasikan oleh pelanggannya. Wanita itu secepatnya berpisah dengan Reza.
Sesampainya di depan kantor pengacara, Sitha sedikit bingung harus ngapain. Saat sedang bingung harus melakukan apa tiba tiba wanita itu mendengar ada suara yang memanggil namanya.
Wanita cantik itu menoleh dan melihat seorang pria tersenyum kearahnya dan berjalan menghampirinya. Sitha mengerutkan keningnya, berusaha mengetahui siapa pria yang memanggil namanya itu.
"Sitha kan?'' tanya lelaki yang sekarang sudah berada di hadapannya.
Pria itu tinggi dan tampan, tersenyum lebar ke Sitha.
"Iya, siapa ya?" tanya Sitha dengan bingung karena wanita itu benar benar lupa dengan lelaki yang berdiri di hadapannya sekarang ini.
"Yah, aku yang ganteng ini dilupain," ucap pria itu sambil tersenyum.
"Maaf, saya benar benar lupa," sahut Sitha.
"Ingat sama Pak Omar yang tinggal di Bidara Cina?" tanya pria itu.
"Oh, Pak Omar gendut," celetuk Sitha.
"Ups, maaf ya," ucap Sitha yang mengatakan dengan ceplos sambil berusaha sedikit nyengir.
Pria itu tertawa renyah mendengar ucapan Sitha. "Gak apa apa, memang itu julukan buat papa," jawabnya.
"Papa?! Jadi kamu..Bayu? Mas Bayu?!'' tanya Sitha yang teringat sosok laki laki yang dulu merupakan tetangga sebelah rumahnya dulu sebelum menikah dengan Reza.
"Iya, aku Bayu. Sudah lama ya kita tidak bertemu semenjak kami sekeluarga pindah," ucap Bayu.
"Iya, Mas. Sudah lama.sekali. Sepuluh tahun lebih kayanya," kata Sitha.
"Kamu tambah cantik aja. Pas terakhir ketemu masih remaja," ucap Bayu sambil tersenyum lebar.
Sitha tersenyum ketika mendengar ucapan Bayu. Ya jelaslah masih remaja. Beda usia mereka aja lumayan jauh. Sewaktu Bayu pindah dengan keluarganya, Sitha masih berusia 17 tahun sedangkan Bayu sudah 23 tahun bahkan adiknya Mila masih berusia 11 tahunan.
"Apa kabar, Mas?'' tanya Sitha.
"Baik, Tha. Kamu ngapain di kantor pengacara?"
"Mau cari pengacara,"
"Pengacara buat apa?"
__ADS_1
"Ada deh," ucap Sitha yang sungkan memberitahu masalah rumah tangganya dengan orang lain.
"Mas juga, ngapain disini?'' tanya Sitha balik yang juga penasaran.
"Aku kantornya disini."
"Mas Bayu pengacara?''
"Iya. Aku pengacara disini." jawabnya senyum.
"Wah, Mas Bayu hebat bisa jadi pengacara." puji Sitha.
Pria itu hanya menyengir melihat antusias Sitha. Sitha masih seperti dulu yang ia kenal. Sekarang Sitha bukan gadis remaja lagi tapi sudah menjadi wanita dewasa yang sangat cantik dan juga seksi.
"Kita ngobrol di ruanganku aja, Tha. Ayo," ajak Bayu kepada Sitha yang langsung diturutinya. Mereka berdua melangkah menuju ke ruangan Bayu.
Sitha melihat sepanjang jalan menuju ke ruangan Bayu, pria itu selalu di sapa dan dihormati oleh rekan kerjanya yang lain. Membuat wanita itu yakin kalo posisi Bayu di kantor ini pasti lumayan tinggi.
Setelah berpesan kepada seorang wanita yang berada di depan pintu ruang kerjanya, yang Sitha mengira itu pasti sekretarisnya. Pria itu mempersilahkan Sitha masuk ke ruangannya.
"Silahkan duduk, Tha. Mau minum apa?" tanya Bayu kepada Sitha setelah duduk di hadapannya.
"Tidak usah repot repot, Mas."
"Baik, Mas. Gimana kabar Om Omar?''
"Papa baik juga. Oke karena tadi kamu bilang butuh pengacara, Mas bisa bantu kamu." jawab Bayu langsung ke inti masalah sembari menatap Sitha.
Sitha terdiam sejenak dan akhirnya memutuskan untuk menceritakan tentang masalah pernikahannya kepada Bayu setelah menghela nafas panjang.
"Jadi intinya kamu mau bercerai dengan suamimu?''
"Iya, Mas. Sitha sudah tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan kami. Mas Reza berkali kali berselingkuh. Kami juga sudah sepakat untuk berpisah,"
"Ya, kalo gitu Mas akan bantu kamu. Sebenarnya Mas bukan pengacara rumah tangga tetapi Mas biasanya Mas mengurus kasus perdata atau pidana tapi demi kamu Mas mau mencoba pertama kali untuk menangani kasus perceraian."
"Terima kasih, Mas."
"Nanti Mas urus dulu berkasnya dan daftarkan ke pengadilan agama baru Mas kabari kamu,"
"Iya, Mas. Sitha tunggu. Nih kartu nama Sitha," jawab Sitha sembari memberikan kartu namanya. Pria itu membacanya sekilas terus menyimpannya di dalam laci.
__ADS_1
"Nanti Mas kabari kalo sudah di proses. Kamu buka butik ya?''
"Iya, Mas. Cuma kecil kecilan," jawab Sitha sembari senyum.
"Apa itu masuk dalam harta gono gini?'' tanya Bayu kepada Sitha.
"Enggak, Mas. Itu butik sudah ada sebelum sitha nikah sama suami Sitha. Dan Sitha juga tidak minta apa apa sama Mas Reza, yang penting perceraiannya cepat selesai," jawab Sitha menjelaskan.
"Soal anak bagaimana?''
"Kami belum punya anak." sahut Sitha lirih.
"Maaf...."
"Gak apa apa, Mas."
"Ya udah kalo gitu Mas akan segera proses berkasnya."
"Makasih, Mas. Sitha pamit dulu ya, Sitha tunggu kabar selanjutnya." ucap Sitha dan langsung berdiri, dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Sama sama, Tha." jawab Bayu menerima uluran tangan Sitha.
Pria itu lalu kembali mengantarkan Sitha ke depan pintu hingga melihat wanita itu pergi meninggalkan kantornya.
*********
Sang Pengacara yang bernama Bayu itu kini berusia 35 tahun. Belum pernah menikah tetapi juga bukan perjaka lagi. Dulu sebelum menjadi pengacara, masa mudanya ia habiskan dengan gaya hidup yang liar. Dari SMA saja sudah punya banyak pacar. Tetapi semua mulai berubah ketika keluarganya mendapatkan cobaan dan Mamanya dipanggil sama yang di atas karena terkena serangan jantung yang membuat pria itu akhirnya berpikir untuk merubah semua tingkah lakunya menjadi ke arah yang lebih baik.
Sebagai pria dewasa ia ada kebutuhan biologis yang terkadang menghampirinya. Biasanya kalo lagi pengen ke klub dan berkenalan dengan wanita yang gaya hidupnya bebas seperti dia dan melakukan ONS. Tapi akhir ini Bayu memikirkan usianya yang sudah semakin matang. Papanya juga selalu ribut untuk menginginkan cucu saat dua pulang ke rumah. Itu yang membuat laki laki itu untuk kepikiran menikah.
Tapi pernikahan bukan sesuatu yang mudah untuk di jalani apalagi lelaki itu belum menemukan wanita yang benar benar membuat dirinya tertarik dan membuatnya ingin hidup bersamanya sampai hari tuanya nanti.
Pertemuannya dengan Sitha membuatnya jadi memikirkan wanita itu. Seorang yang dulu ia kenal cuma sebagai remaja yang ceria yang kebetulan bertetangga tetapi sekarang telah menjadi wanita yang dewasa dan yang begitu cantik dan seksi. Sensualitas benar benar terpancar dari diri Sitha.
Bayu berpikir bahwa suaminya Sitha benar benar bodoh melepaskan wanita secantik Sitha dan berselingkuh dengan wanita lain.
Perasaan Bayu terhadap Sitha mungkin terlalu cepat tapi kalo berurusan dengan perasaan kita tidak bisa pungkiri dan hindari.
Untung saja tadi Bayi bertemu dengan Sitha dan akhirnya malah membantunya untuk membantunya mengurusi perceraian wanita itu.
Walaupun sebenarnya selama karirnya menjadi pengacara, ia belum pernah menangani kasus perceraian tetapi Bayu lebih memilih membantu Sitha untuk melepaskan ikatan pernikahannya dengan suaminya yang brengsek itu.
__ADS_1
Rasanya Bayu sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Sitha.