
"Halo?'' jawab Sitha setelah melihat yang menelpon ternyata Bayu.
"Halo, Tha. Mas mau nagih janji, kamu bisa gak malam ini?" tanya Bayu tanpa basa basi.
"Malam ini, Mas?''
Sitha yang masih bingung dengan permasalahannya dengan Ilham sebenarnya ingin menolak ajakan Bayu tetapi waktu itu dia sudah terlanjur berjanji.
"Iya, malam ini. Tenang aja Mas sudah cari tempat yang private buat kita berdua supaya gak ada orang yang melihat kita berdua."
"Tapi, Mas...."
"Just dinner, Tha. Mas tidak akan macam macam. Ada yang Mas omongin sama kamu juga."
"Ya udah, kita ketemuan dimana, Mas?''
"Mas jemput kamu saja gimana?''
"Gak usah Mas biar Sitha aja yang kesana jadi tidak ngerepotin Mas."
"Mas gak merasa direpotkan sama kamu, Tha. Biar Mas jemput saja ya."
"Iya kalo gitu jemput Sitha di butik ya, Mas."
"Oke, Mas jemput kamu jam tujuh malam nanti. Sampai ketemu, Tha."
Sitha langsung menutup teleponnya sambil termenung diam. Hatinya merasa bersalah dengan menerima ajakan Bayu untuk makan malam berdua tetapi wanita itu telah terlanjur berjanji kepada pria itu. Lagian ada yang mau dia bicarakan dengan Bayu tentang perceraiannya.
********
Sitha sudah siap setengah jam lalu dari jam yang di janjikan oleh Bayu. Wanita itu sebenarnya ingin memberi tahu Ilham tentang ajakan Bayu untuk makan malam ketika tadi pemuda itu menelpon dirinya, mengabari kalo malam ini Ilham akan pulang dan menginap di rumah orang tuanya untuk menjelaskan tentang hubungan mereka berdua, tetapi Sitha juga takut Ilham tidak bisa mengerti dan cemburu. Tiba tiba terdengar suara ponsel berbunyi membuyarkan lamunan wanita itu. Wanita itu segera mengangkatnya tanpa melihat lagi siapa yang menelpon dirinya.
"Halo?'' katanya saat sudah meletakkan ponsel itu di telinganya.
"Apa tidak ada lagi kesempatan untuk Mas bertobat dan berubah..."
__ADS_1
"Mas Reza?!'' Sitha sedikit terkejut ketika mendengar suara Bayu diseberang sana.
"Sebegitu bencinya kah kamu sama Mas? Sampai suara Mas saja kamu sudah tidak kenali lagi?''
"Maafin Sitha, Mas. Mas bagaimana kondisinya?" tanya Sitha yang sedikit mengkhawatirkan laki laki itu.
"Ya, beginilah. Mas didiagnosa dokter tidak bisa berjalan karena ada benturan di tulang belakang, tapi sifatnya masih sementara. Selama Mas mau melakukan terapi dan Mas ada kemungkinan bisa berjalan lagi."
"Alhamdullilah kalo begitu. Sitha ikut senang mendengarnya." kata Sitha datar.
"Mas kangen sama kamu, Tha. Mas benar benar menyesali semuanya. Apa tidak ada kesempatan lagi untuk kita bersama kembali?" tanya Reza dari seberang.
"Sitha sudah tidak bisa Mas. Perasaan sakit hati Sitha sangat sulit untuk disembuhkan."
"Apa tidak ada harapan lagi buat Mas?'' tanya Reza masih berharap.
"Maafkan, Sitha. Kita sudah tidak bisa lagi bersama. Tolong buat perceraian kita mudah, Mas." kata Sitha.
Sitha tahu, dirinya terlihat kejam karena kondisinya yang sekarang ini. Wanita itu masih ingin bercerai dari Reza dan sekarang ini dia tidak bisa menemaninya karena dia sedang hamil anaknya Ilham.
"Baiklah, Mas akan mengabulkan permohonan perceraian kamu. Mas tidak akan mempersulit prosesnya. Maafkan Mas yang sudah menyakiti hati kamu."
"Semoga kamu memperoleh kebahagiaan, Tha."
"Mas juga..."
Sitha langsung menutup teleponnya. Wanita itu tidak menyadari kalo air matanya telah mengalir membasahi kedua pipinya. Akhirnya rumah tangganya dengan Reza berakhir sudah. Sitha merasa lega tetapi juga ada rasa sedih yang dirasakan oleh wanita itu. Karena bagaimana pun juga pernah ada cerita bahagia antara dirinya dan Reza.
*******
Bayu telah sampai di depan butiknya Sitha. Pria itu terdiam beberapa saat di dalam mobilnya. Malam ini akhirnya ia bisa berduaan dengan Sitha. Bayu sudah merencanakan dinner romantis di apartemennya karena disitulah tempat private yang tidak bakal ada orang yang mengganggu mereka. Tetapi pria itu takut kalo Sitha menolaknya kalo mengetahui mereka akan makan malam di apartemen Bayu.
Bayu keluar dari dalam mobilnya dengan langkah mantap. Setelah berada di depan pintu butik Sitha, pria itu mengetuk pintunya. Dan tidak lama kemudian pintunya terbuka dan melihat Sitha sudah berdiri di hadapannya mengenakan gaun sederhana berwarna cream dan terlihat begitu cantik di depan mata Bayu.
"Sudah siap, Tha?''
__ADS_1
"Iya, Mas. Sebentar saya kunci dulu pintunya." jawabnya.
Setelah selesai mengunci pintu butik, Sitha dan Bayu melangkah menuju ke mobil Bayu yang berada di depan. Bayu segera membukakan pintu penumpang untuk Sitha dan mempersilahkannya masuk ke dalam.
"Terima kasih," ucap Sitha singkat saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana, Mas?'' tanya Sitha penasaran akan dibawa kemana oleh Bayu untuk makan malam.
"Tenang aja, Mas akan bawa Sitha ke tempat yang spesial bagi Mas." sahut Bayu senyum.
Setelah mendengar perkataan Bayu, Sitha akhirnya tidak menanyakan apapun lagi. Tetapi wanita itu mengerutkan keningnya ketika melihat mobil Bayu masuk ke kawasan apartemen mewah.
"Mas, kenapa kita kesini?'' tanya Sitha menatapnya.
"Kita dinner nya di apartemen Mas." jawabnya santai.
"Tapi kenapa di apartemen? Kita bisa cari di resto, Mas!" ucap Sitha berusaha menolak rencana Bayu yang akan makan malam di apartemennya.
"Kamu bilang mau tempat yang private dan tidak ada orang yang melihat kita sedang berduaan, jadi Mas merasa cuma di apartemen Mas lah yang mempunyai privasi sehingga orang lain tidak bisa lihat," jelas Bayu.
"Tapi...."
"Tha, percayalah sama Mas. Kita cuma makan malam dan membahas tentang perceraian kamu atau ngobrol biasa aja, tidak ada yang lain. Mas janji Tha, kita berdua sudah sama sama dewasa dan tahu keinginan kita sendiri. Mas tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang tidak kamu inginkan, percayalah sama Mas."
Sitha terdiam mendengar perkataan Bayu. Wanita itu merasa apa yang dikatakan oleh pria itu ada benarnya.
"Iya udah, Mas." akhirnya Sitha menerima ajakan dinner di apartemen Bayu.
Bayu tersenyum senang ketika akhirnya Sitha tidak menolak ajakannya untuk makan malam di apartemennya. Segera saja pria itu memarkir mobilnya di tempat parkir pribadinya. Pria itu turun dari mobil dan membukakan Sitha pintu serta mempersilahkannya untuk keluar dari sana.
"Kamu cantik sekali malam ini," ujar Bayu ketika mereka telah berada di dalam lift.
"Terima kasih, Mas." jawab Sitha pelan. Wanita itu bingung harus bagaimana menanggapi ucapan Bayu.
Suasana canggung dirasakan oleh Sitha, wanita itu bingung harus bersikap bagaimana dengan Bayu. Tapi Bayu seakan biasa saja mengajak Sitha mengobrol santai sampai akhirnya mereka berdua berada di depan pintu apartemen Bayu. Pria itu langsung membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Sitha masuk dan dengan sedikit ragu, akhirnya wanita itu masuk dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen Bayu. Dan tidak lama kemudian Sitha mendengar pintu apartemennya tertutup.
__ADS_1
Apartemen Bayu benar benar apartemen seorang pria lajang yang terlihat maskulin. Barang barang yang di apartemen Bayu tidak terlaku banyak, mungkin disesuaikan dengan kepribadian pria itu yang tidak mau terlalu banyak barang di sana. Semuanya memang barang berkualitas tapi beda dengan apartemen Ilham yang lebih terlihat mewah dan berkelas.
"Suka gak Tha sama apartemen Mas?''