Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 42


__ADS_3

"Ough...."


"Ough, gila Sayang.... Kamu enak benar!" erang Ilham ketika si jun terasa seperti di urut dengan kuat ketika Sitha mendapatkan puncaknya.


Ilham terus melakukannya, terdengar suara suara erotis di sana yang membuat dedek semakin wet. Dengan begitu bertenaga Ilham melakukan olahraganya dengan kuat dan cepat.


Wanita itu hanya bisa pasrah mendapatkan serangan brutal Ilham. Rintihan dan ******* Sitha mulai kembali terdengar, hingga akhirnya wanita itu kembali mendapatkan puncak kenikmatannya. Ilham yang merasakan kalo Sitha akan sampai pada titiknya, Ilham langsung mempercepat tempo olahraganya.


"Wait, Sayang.... Kita nikmati bersama. Ough...." ucap Ilham.


Sesaat kemudian keduanya sama sama mengerang dan merintih ketika titik mereka datang secara bersamaan. Sitha yang mendapat puncaknya yang begitu dashyat sampai mengigit bahu Ilham membuat pemuda itu semakin mengerang keras antara nikmat dan sakit.


Keduanya sudah merasakan sama sama tuntas. Pemuda itu langsung membawanya ke kamar, dan langsung olahraga ronde ke dua.


Sitha yang berada di atas dengan agresif bercumbu dengan pria itu. Hand Sitha berjalan mengelus dada bidang pemuda itu. Dia menjelajahi seluruh body Ilham tanpa ada terlewatkan se kecil pun. Saat ini dia yang mengambil alih.


Sitha begitu menguasai semua permainan itu, hingga membuat Ilham mengerang keras saat Sitha mengelus dan mengobrak abrik si jun.


"Ough.... Sayang....''


Wanita itu penuh semangat melakukan olahraga itu membuat Ilham memegang rambut Sitha dengan wajah yang sudah tidak bisa disebutkan rautnya. Wanita itu terus dan terus melakukan itu. Sitha memang benar benar sudah handal semenjak bersama Ilham, yang tadinya dia tidak tau akan hal hal seperti itu, sekarang dia sudah sangat liar dan nakal. Dia begitu menikmatinya seakan selama ini waktunya terbuang sia sia karena tidak melakukan permainan yang begitu enak itu. Terdengar suara seperti tersedak makanan tapi Ilham seolah dibutakan oleh hasratnya seolah tidak peduli dengan Sitha lagi. Dia semakin menaikkan tempo gerakan olahraganya hingga membuat Sitha tidak bisaraised his head.


"Ough!!" erang Ilham ketika mendapatkan puncak olahraganya.


Sitha yang mendapatkan hasilnya sebisa mungkin langsung menerimanya tanpa sia sia. Karena hal itu sudah pernah Sitha rasakan dan lakukan membuat wanita itu tidak terlalu eneg maupun jijik malah dia menikmatinya.


Setelah meng out kan yang terakhir, Ilham baru melepaskan cengkeramannya dari Sitha dan wanita itu masih sibuk di sana dengan kegiatannya.


Tidak lama kemudian Sitha duduk di samping Ilham sembari tersenyum bahagia. Dengan nakalnya Sitha menggoda Ilham dengan tatapan yang begitu erotis sembari memainkan hand nya.


Ilham yang melihat kelakuan Sitha merasa kembali bergairah. Dia langsung menariknya kembali.


"Aku menginginkan kamu lagi, Sayang," ucap Ilham.

__ADS_1


Sitha menuruti kemauan Ilham. Wanita itu langsung melakukan apa yang diminta oleh pemuda itu. Dengan sedikit susah, Sitha mengangkat bodynya untuk mempertemukan si jun dengan sarang kenikmatannya.


"Egh,...'' desah Sitha ketika si jun perlahan mulai in to sarangnya. Awalnya Sitha tidak merasa nyaman tapi perlahan setelah merasa pas, Sitha merasakan kenikmatan yang begitu luar biasa.


Mereka berdua bekerja sama untuk mencapai puncaknya. Sesekali saling mendesah bersama dan menikmatinya bersama, saling melengkapi dan saling memburu puncaknya akhirnya.


"Ough... Aaaaa...Dalam bangat!" rintih Sitha lirih.


Ilham semakin cepat dan liar dalam permainannya sedangkan Sitha sudah pasrah menerimanya saking menikmatinya, sesaat kemudian body nya sudah langsung di puncaknya. Wanita itu menjerit nama Ilham dengan keras, Ilham masih bisa merasakan apa sedang terjadi di area sana.


Sitha terbaring lemas, laki laki itu membiarkannya istirahat sejenak. Hand nya masih sibuk bermain dengan gun. Tidak lama kemudian, Ilham memulai olahraganya kembali yang ketiga kalinya dan lagi lagi Sitha tidak lama kemudian sudah berada di titik paling puncaknya, suara nikmat kembali terdengar dari bibir wanita itu, tanpa memberikan istirahat dulu pada Sitha, pemuda itu langsung melakukan gaya yang berbeda tanpa melakukan jeda. Tempo dan irama olahraganya semakin cepat dan cepat hingga mereka berdua secara bersamaan mendapatkan keinginan mereka berdua.


Sitha bisa merasakan hasil percintaan mereka berada di sana, wanita itu sudah tidak melarang Ilham untuk melakukannya di in karena Sitha menginginkan benih yang selalu di tanam oleh Ilham menjadi hasil dan benih anak dari pemuda itu.


Sitha terbaring lemas di pelukan Ilham dan laki laki itu memeluknya dengan begitu mesra dan lembut.


"Aku sudah menceritakan tentang perceraian kamu kepada pengacara di kantor dan beliau mau membantu dengan mengenalkan temannya yang sudah sering menangani kasus perceraian," ucap Ilham sembari mengelus rambut wanita itu.


Sitha membenarkan duduknya agar bisa melihat Ilham,"Tapi kan Sitha sudah ada pengacara." kata Sitha.


"Kenapa? Lagian Mas juga belum kenal sama pengacara Sitha tapi sudah langsung bilang tidak suka," kata Sitha melihat Ilham dengan bingung.


"Aku melihat tatapannya beda ke kamu ketika di resto waktu itu. Sepertinya pengacara kamu itu suka sama kamu!" tekan Ilham.


"Itu kan cuma perasaan Mas aja. Lagian kalo benar ia suka sama Sitha, tapi kan Sitha tidak menanggapinya. Mas tidak percaya dengan Sitha ya?!" cecar Sitha.


"Aku percaya sama kamu tapi tidak dengan pengacaramu itu, Sayang!''


Sitha menghela nafasnya dan kembali berbaring di dada Ilham. Tangannya mengelus dada bidang pemuda itu.


"Bukannya Sitha tidak mau mengganti pengacara tetapi berkas perceraiannya sudah masuk dan rasanya tidak etis memecat Mas Bayu dengan alasan yang tidak jelas seperti itu." ucap Sitha pelan berusaha membuat Ilham mengerti.


"Sitha dulu dengan Mas Bayu bertetangga makanya aku dengan Mas Bayu terlihat akrab. Tetapi kami dekat hanya sebatas kenalan lama tidak lebih dari itu. Sitha merasa sedih kalo Mas tidak percaya dengan Sitha padahal Sitha telah memberikan cinta Sitha kepada Mas seutuhnya," kata Sitha dengan lirih.

__ADS_1


Ilham mengapit dagu Sitha dan mengangkat wajah wanita itu ke atas dan menatapnya tajam.


"Baiklah, aku percaya sama kamu. Tetapi kalo pengacara kamu itu macam macam, Aku mau kamu langsung ganti pengacara!'' tegas Ilham.


"Iya, Sitha janji." sahut Sitha tersenyum dan mengecup bibir Ilham dengan lembut sebelum kembali merebahkan kepalanya di dada bidangnya.


Tiba tiba terdengar suara perut Sitha bunyi karena kelaparan hingga membuat Ilham tertawa. Pemuda itu lalu bangkit dari tidurnya dan menarik lengan Sitha agar ikut bangun.


"Kita makan dulu, Sayang. Aku harus mengisi tenaga kamu dulu agar bisa mengimbangi aku semalaman," ucap Ilham senyum menggoda sambil mengedipkan matanya.


"Mas..... Omongannya kok gitu," ucap Sitha.


"Ya memang benar, Sayang. Aku belum puas menikmati indahnya body kamu,"


Sitha hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar omongan Ilham sembari melangkah ke kamar mandi.


"Aku bersih bersih dulu, gerah." ucap Sitha tanpa mempedulikan Ilham.


Ilham membiarkan wanita itu pergi dan langsung memakai handuk kecil yang ada di sana lalu berjalan ke arah meja makan. Dia mulai makan sembari menunggu Sitha kelar. Tiba tiba ponsel Sitha berdering dari dalam tasnya.


Dengan santai Ilham mengambil tas Sitha dan mengeluarkan ponsel itu dari dalam tasnya dan melihat siapa yang menelpon kekasihnya itu.


Raut bingung terlihat di wajah Ilham ketika melihat ada seseorang yang menelpon Sitha tetapi nomor telepon orang itu tidak tersimpan di sana. Pemuda itu melirik ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup, rupanya Sitha tidak mendengar suara ponselnya yang berdering.


Ilham membiarkan. Ponsel Sitha yang terus berbunyi, tetapi orang yang menelpon itu ternyata tidak menyerah dan kembali lagi ponselnya itu berdering. Saat tidak ada jawaban, terdengar suara pesan masuk ke ponselnya setelah panggilan itu berakhir. Ilham tidak bisa membacanya karena ponsel Sitha pakai password hingga akhirnya Ilham membiarkannya dan menunggu Sitha keluar dari kamar mandi.


Saat terdengar suara pintu terbuka dan Sitha melangkah keluar dari kamar mandi, dia melangkah menuju meja makan dan mulai makan bersama Ilham.


Ilham mengulurkan tangannya dan memberikan ponsel wanita itu.


"Ada yang nelpon," ucap Ilham singkat.


Wanita itu menerima ponselnya dan dia langsung tahu siapa yang menelpon dirinya ketika membuka pesan yang dikirimkan oleh orang tersebut. Wanita itu langsung mengangkat kepalanya dan langsung bertemu dengan tatapan mata tajam dari Ilham.

__ADS_1


"Siapa yang menelpon kamu, Sayang?''


__ADS_2