
Ilham dan Sitha baru saja sampai di apartemen. Semenjak hubungan mereka serius, Sitha dan Ilham sudah seperti tinggal serumah.
Setelah berada di dalam apartemen, Sitha segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Ilham menuju ke dapur untuk mengambil minum dan membuatkan susu buat ibu hamil untuk Sitha. Tadi sebelum pulang mereka mampir ke swalayan dulu untuk belanja.
Ilham melihat Sitha keluar dari kamarnya sudah mengganti pakaiannya dengan gaun tidur seksi yang membuat pemuda itu meneguk air liurnya melihat keseksian Sitha. Hasrat Ilham bangkit tetapi pemuda berusaha menahan diri karena teringat pesan dokter tadi.
"Bikin apa, Mas?'' tanya Sitha sambil mendekati Ilham.
"Aku buatin kamu susu, Sayang. Nih, diminum dulu," sahut Ilham sambil memberikan segelas susu yang dibuatnya untuk Sitha.
"Terima kasih, Mas." ucap Sitha sambil menerima gelas itu dari tangan Ilham dan meminum susu itu perlahan.
Wanita itu memperhatikan Ilham yang masih mengenakan kemeja kerjanya, terlihat begitu seksi di mata Sitha. Entah kenapa hasrat wanita itu bangkit dengan cepat. Sitha bisa merasakan dedek sudah wet.
Setelah menghabiskan susunya dan menaruh gelasnya di wastafel, Sitha mendekati Ilham yang dati tadi sedang memperhatikan dirinya minum susu.
Jemari Sitha menelusuri dada bidang Ilham. Dengan nakalnya jemari wanita itu mulai melepas satu per satu kancing kemejanya.
Ilham menahan tangan Sitha yang semakin nakal.
"Jangan memancing deh, Sayang. Ingat tadi apa yang dokter bilang," ucap Ilham parau. Pemuda itu sudah terangsang hebat.
"Dokter tidak melarang, Mas. Cuma kita harus lebih hati hati saja." sahut Sitha yang sudah bergerak dan kemejanya sudah tergeletak di lantai.
__ADS_1
"Kamu yakin, Sayang? Aku tidak mau kamu ada apa apa sama baby kita," tanya Ilham yang masih ragu.
"Yakin, Mas. Sitha sehat sekali. Pasti tidak kenapa napa asal Mas perlahan melakukannya," kata Sitha yang mulai bergerak di sana.
Mendengar ucapan Sitha membuat Ilham tidak ragu lagi. Pemuda itu langsung mengecup bibir Sitha dan wanita itu membalas ******* itu kalah liarnya. Mereka berdua bergumul hebat di sana. Setelah nafas keduanya merasa habis baru mereka menyudahi cumbuannya.
Ilham mengangkat body Sitha agar duduk di konter dapur. Sedangkan sitha sudah bergerak sendiri untuk dirinya agar Ilham tidak terlalu kerepotan.
Sitha memperhatikan Ilham dengan tatapan Sayu penuh gairah. Sitha dan Ilham telah polos. Ilham langsung sibuk berolahraga dengan si gun.
Entah kenapa gun menjadi lebih sensitif, jadi ketika Ilham berolahraga di sana membuat wanita itu sudah merasakan puncak kenikmatan. Kecupan Ilham merambat dan beralih untuk dedek yang sudah wet dan tak karuan di sana. Ilham tidak menunggu lama lagi, dan langsung menggodanya di sana.
Sitha sudah sangat mendesah nikmat dan "Ough! Buruan Mas lakukan," desah Sitha yang sudah tidak tahan lagi ingin merasakan keberadaan jun di sarang kenikmatannya sehingga memohon Ilham untuk segera melakukannya.
Ilham yang mendengarnya tentu saja tidak menolaknya dan langsung melakukannya dengan cepat.
"Kamu gak apa apa, Sayang?'' tanya Ilham setelah pertemuan antara kakak beradik itu sudah dilakukan sepenuhnya di sana oleh lelaki itu. Pemuda itu sengaja mendiamkannya di sana sejenak.
"Gak apa apa, ayo Mas kamu bergerak!'' ucap Sitha terengah. Wanita itu berusaha membantu olahraga itu.
Pemuda itu bergerak perlahan tapi sensasinya dan nikmatnya masih tetap terasa. ******* dan rintihan keduanya terdengar.
Beberapa saat kemudian terdengar suara Sitha memanggil nama Ilham dan diikuti oleh pemuda itu yang mengerang keras.
__ADS_1
Keringat telah membasahi tubuh mereka berdua, bahkan sampai keringat Ilham menetes ke body Sitha karena begitu berkeringatnya. Setelah semuanya tuntas, Ilham perlahan membawa jun out dari sarangnya sedangkan Sitha masih terasa lemas di sana. Dengan lembut dan pelan Ilham membersihkan semuanya, setelah selesai Ilham menggendong body Sitha ke dalam kamar dan membaringkan wanita itu di atas kasur.
"Mas...." lirih Sitha, wanita itu setengah sadar karena efek mengantuk.
"Tidurlah, Sayang." sahut Ilham perlahan sambil mencium kening Sitha dengan mesra dan sebentar saja wanita itu sudah tertidur.
Ilham lalu turun dari kasur dan menuju ke dapur untuk membersihkan perbuatan mereka tadi setelah selesai, Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dengan perlahan Ilham naik ke atas kasur dan menarik tubuh Sitha pelan pelan agar masuk ke dalam pelukannya. Pemuda itu merasakan kebahagiaan karena akhirnya usahanya mendapatkan hasil. Sitha telah hamil anaknya dan wanita itu berarti telah menjadi miliknya seutuhnya, sekarang tinggal menyelesaikan masalah perceraian Reza dengan Sitha saja.
Sebentar lagi ia dan Sitha akan bisa bersama selamanya tanpa ada orang yang memisahkan mereka berdua lagi. Sambil memikirkan hal itu akhirnya Ilham tertidur.
********
Paginya, Sitha bangun dengan perasaan bahagia. Dia melihat jam dinding sudah menunjukkan jam 10 pagi. Baru pertama kalinya wanita itu bangun jam segitu. Dengan perlahan wanita itu melepaskan lengan Ilham yang masih memeluk pinggangnya dan bergeser untuk turun dari ranjang.
Untung saja kehamilannya ini tidak rewel. Sitha belum merasakan yang namanya mual dan muntah di pagi hari. Tubuhnya juga belum merasakan efek kehamilan. Sitha berharap, Semoga saja baby nya tidak rewel sehingga Sitha masih bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak mengganggunya apalagi membuat orang orang disekitarnya menjadi sedikit curiga. Dia hanya berharap perceraiannya cepat kelar agar dia bisa hidup bebas tanpa ada bayang bayang dari Reza yang masih mengharapkan dia atau hal apapun tentangnya yang membuat wanita itu tidak merasa tenang atau bahkan serba salah dan merasa bersalah.
Setelah selesai mandi, Sitha keluar dari kamar dengan hanya menggunakan kemeja Ilham. Walaupun wanita itu mempunyai pakaiannya di sana tapi entah kenapa dia lebih nyaman dan suka memakai kemeja Ilham.
Pagi ini, Sitha berencana membuat sarapan sederhana saja karena wanita itu merasa perutnya lapar dan sekarang dirinya makan bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi sudah ada malaikat kecil yang sedang bertumbuh di dalam perutnya yang juga butuh kasih perhatian dan asupan bergizi berupa makanan. Dia juga sekalian ingin membuatkan Ilham sarapan agar saat bangun nanti dia bisa langsung makan karena pasti dia juga lapar.
Saat asyik memasak sampai Sitha tidak menyadari kalo pintu apartemen terbuka dan ada seseorang masuk dan melangkah menuju ke arah dapur karena mendengar suara kesibukan yang Sitha sedang lakukan di sana.
__ADS_1
Sitha begitu fokus dengan kegiatannya membuat sarapan tanpa menyadari atau mendengar suara pintu apartemen yang terbuka dan tidak melihat ada seseorang yang masuk kedalam apartemen milik Ilham itu. Seseorang yang tampak bingung ketika melihat Sitha berada di apartemen Ilham.
"Siapa Anda....?"