
Sitha yang mendengar ucapan Ilham semakin bernafsu dan wanita itu semakin dekat dengan puncaknya. Hingga akhirnya Ilham merasakan si jun terasa seperti diremas dengan kuat dan sesaat kemudian hasil dari percintaan itu mencapai puncaknya.
"Aaacchh...." desah Sitha dengan tubuh tersentak.
Sementara Ilham semakin cepat melakukan tempo olahraganya tanpa memberi jeda buat wanita itu beristirahat. Sitha hanya bisa merintih pelan. Sesaat kemudian Sitha merasakan Ilham akan mencapai puncak kenikmatannya. Wanita itu berusaha menarik agar Ilham tidak melakukannya di sana saat ia mencapai kenikmatannya. Tetapi pemuda itu seperti tahu apa yang akan dilakukan oleh Sitha karena tangan Ilham menahannya, malah semakin gencar melakukan olahraganya hingga akhirnya Ilham melakukan itu di sana membuat wanita itu ikut mengejang karena diterjang ombak kenikmatan yang disusul menyusul dan menggulungnya hingga lemas tak berdaya setelah usai.
Sitha merasa lemas sekali. Tubuh terasa luluh lantak karena gempuran Ilham. Pemuda itu seperti tidak pernah puas.
"Ham, kamu melakukannya di dalam lagi," ucap Sitha lirih ketika teringat Ilham melakukannya di sana. Wanita itu takut hamil, memang selama 3 tahun menikah dengan Reza dia belum pernah hamil, tetapi Sitha tetap takut kalo dirinya hamil anak Ilham sedangkan dia sekarang masih menjadi istri Reza.
"Maafkan aku, Sayang... Tubuhmu terlalu enak hingga aku lupa," jawab Ilham asal. Di kecupnya pundak Sitha dan melepas si jun dari sana. Sitha berbalik dan memeluk tubuh Ilham tanpa peduli dengan hasil percintaan mereka itu.
"Aku tidak mau masalah kita semakin rumit kalo aku hamil sebelum cerai dengan Reza, karena bisa aja Reza akan mengakuinya bahwa itu anaknya nanti," ucap Sitha berusaha membuat Ilham mengerti.
Ilham langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah wanita itu.
"Tapi kamu sudah lama tidak bersama dengan Reza!'' ucap Ilham.
__ADS_1
"Aku tahu memang sudah lama aku tidak bersama dengan Reza. Kalo aku hamil pasti Reza curiga kalo aku juga selingkuh sama sepertinya dan masalah akan semakin rumit. Tolonglah mengerti aku, Ham. Sampai aku bercerai dengan suamiku tolong jangan melakukannya di sana. Aku takut hamil," kata Sitha memohon.
"Baiklah, aku janji akan mencoba untuk tidak melakukannya di sana," jawab Ilham akhirnya.
Sitha memeluk pemuda itu dengan erat. Wanita itu benar benar berharap Ilham menepati janjinya.
Masalah mereka akan semakin rumit kalo itu terjadi. Maka Sitha selalu menyuruh Ilham untuk tidak melakukan hal itu di dalam lagi tetapi pemuda itu seakan tidak menghiraukannya bahkan terkadang juga Sitha lupa mencegah Ilham karena terlalu larut dalam kenikmatan yang diberikan oleh pemuda itu.
Sitha cuma berharap agar benih yang diberikan Ilham tidak berbuah hasil. Agar masalahnya tidak semakin rumit.
********
Pagi tadi Sitha terbangun ketika merasakan ada sesuatu yang membuatnya sedikit geli bercampur nikmat di si gun. Wanita bangun dan melihat Ilham sedang asyik menikmati gunungnya. Seperti anak kecil kehausan yang lagi minum susu. Wanita itu pasrah dan semakin menikmati cumbuan Ilham.
Hand pemuda itu beralih, memeriksa kesiapan Sitha yang ternyata telah wet akibat rangsangan darinya. Ilham membalikkan tubuhnya membuat wanita itu di atasnya.
"Ayo, Sayang! Masukin...." kata Ilham menyuruhnya, pemuda itu melipat tangannya di belakang kepala dan tersenyum. Melihat Sitha yang seperti ragu untuk memulai percintaan mereka, "Ayo, Sayang.... Kali ini kamu yang memimpin. Give me kenikmatan," ucap Ilham memberi semangat kepada Sitha.
__ADS_1
Sitha langsung bersiap melakukan olahraganya, dan ketika sudah siap, dia langsung mendesah, "Ough..." rintihnya ketika Ilham tiba tiba mengulurkan tangannya dan menariknya turun dengan cepat. Rasa nyeri terasa saat dedek di hantam penuh oleh jun.
Wanita itu kembali mengerang saat tubuhnya kembali menyesuaikan diri dengan size si jun.
"Ouh! Aaakhh.... Big...."
Penetrasi jun in begitu dalam sehingga Sitha merasa seakan jun membelah si dedek di sana. Tapi setelah beberapa saat kemudian, sang dedek sudah bisa menerima dan menyesuaikan diri di sana. Lalu rasa tidak nyaman dan nyeri terlupakan, terlebih ketika Ilham melakukan olahraga mouth nya bersama gun, memainkannya di sana dengan menyeimbangkan olahraga yang di pandu oleh Sitha.
Sitha yang awalnya tidak nyaman, akhirnya menemukan kenikmatan yang luar biasa. Gerakan dan tempo permainan olahraganya itu semakin cepat. Ilham akhirnya membiarkan Sitha mengejar kenikmatan bahkan pemuda itu membantu sehingga pertemuan kedua sang petarung itu begitu dashyat.
"Ough! Sayang, punya kamu enak bangat...." erang Ilham. Pemuda itu semakin buas melakukannya membuat wanita itu akhirnya pasrah dan membiarkan Ilham mengambil alih.
Rintihan terus terdengar dari mouth Sitha setiap kali jun in. Terasa begitu penuh membuat Sitha menganga saat sudah mencapai puncaknya. Ilham yang melihat Sitha akan mendapatkan puncaknya semakin cepat melakukannya sehingga pemuda itu segera menyusulnya.
Sitha roboh menimpa Ilham. Keringat membasahi tubuh mereka berdua. Ilham mengelus punggung wanita itu yang begitu berkeringat. Wanita itu memejamkan matanya karena sudah kelelahan dengan pergumulan mereka. Sementara penyatuan mereka masih bersama.
"Kamu melakukannya lagi," ucap Sitha lirih. Masih terasa sangat terasa di sana. Ilham kembali melakukannya di sana.
__ADS_1
"Maaf, Sayang. Aku tidak sempat lagi karena terlalu nikmat sehingga aku lupa," jawab Ilham.
Sitha hanya bisa menghela nafas berat. Selalu begini kalo mereka sedang bermesraan. Mereka seakan lupa segala galanya, sibuk mengejar kenikmatan yang luar biasa.