
Memikirkan Sitha dan kehamilannya membuat lelaki itu kembali bergairah. Si jun sudah sangat ingin masuk lagi ke sarangnya.
Ilham melangkah menuju ke arah ranjang dan naik ke atas kasur. Dia melihat Sitha yang tidur telungkup dan membenarkannya secara perlahan. Hand nya mengelus pelas dedek, sebentar saja sudah wet. Sitha mendesah dalam tidurnya. Wanita itu menggeliat tetapi tetap dalam tidur pulas.
Pemuda itu mempertemukan kedua adik mereka secara perlahan hingga membawanya langsung ke dalam sarangnya. Wanita itu merintih tetapi tidak terbangun. Perlahan tapi pasti Ilham terus melakukan olahraga itu. Pemuda itu mendesis nikmat merasakan betapa mantapnya sarangnya si jun.
Gerakan Ilham semakin lama semakin cepat membuat Sitha akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Ilham...." desah Sitha yang melihat apa yang sedang dilakukan pria itu.
"Ough.... Kamu... Nikmat, sayang...." erang Ilham yang semakin mempercepat gerakannya. Hand nya bermain bersama si gun.
******* dan rintihan Sitha terdengar begitu erotis. Wanita itu ingin sekali jun in lebih dalam lagi.
Sesaat kemudian Sitha meneriakkan nama Ilham dan pemuda itu mengerang keras ketika puncaknya datang secara bersamaan.
Mereka roboh seketika, lelaki itu memeluk Sitha erat.
"Aku pikir aku sedang bermimpi," ucap Sitha lirih.
"Mimpi yang nikmat, Sayang." sahut Ilham lalu mengecup bibir Sitha dengan lembut.
"Aku mencintaimu," kata Sitha tersenyum.
"Aku sangat sangat sangat mencintaimu, Sagang." sahut Ilham dengan mantap.
"Tidurlah," bisik Ilham sambil mengelus pelan punggung Sitha yang sudah berada di pelukannya. Sebentar saja wanita itu sudah tertidur lelap dan Ilham juga menyusul kemudian. Sepasang kekasih itu tidur diiringi aroma percintaan mereka.
########
Sitha terbangun dan melihat ke sekelilingnya. Dia masih tidak mengenakan apapun akibat perbuatan Ilham semalaman dan subuh tadi. Pemuda itu seakan tidak pernah puas, staminanya seakan tak pernah habis. Membuat Sitha kewalahan menghadapi hasrat liarnya. Sekarang saja pemuda itu tidur sambil memeluknya dengan erat seakan takut kehilangan dirinya. Kepala pemuda itu merasa nyaman di pelukannya.
__ADS_1
Wanita itu merasa gerah dan tidak enak akibat olahraga mereka semalam yang terus menerus berlangsung hingga subuh tadi. Sitha dengan perlahan berusaha untuk melepaskan pelukan pemuda itu. Dilepaskannya tangan Ilham yang memeluknya dan perlahan berusaha bergeser menuju ke tepian kasur.
Kaki Sitha menjejak di lantai ketika mencoba melangkah, wanita itu merintih kesakitan. Ngilu dan perih begitu terasa, otot kakinya seakan keram dan kaku membuat wanita itu tidak kuat melangkah dan hanya terdiam berdiri.
Ilham terbangun dan mendengar suara rintihan Sitha. Pemuda itu melihat Sitha yang sedang berdiri di tepi ranjang sembari meringis kesakitan.
Segera saja Ilham bangun dari tidurnya dan menghampiri Sitha. Fia langsung membopong wanita itu dengan pelan dan membaringkannya di kasur.
"Sakit, Ham," rintih Sitha.
"Bentar, Sayang," ucap Ilham yang kemudian berlalu ke kamar mandi. Tidak lama kemudian dia kembali membawa handuk kecil yang sudah dibasahi dengan lotion.
Dengan pelan pelan, Ilham membersihkannya kemudian pemuda itu menuangkan lotion itu ke telapak tangannya dan memijit otot kaki Sitha yang terasa keram dan kaku dengan perlahan.
Wanita itu mengerang keras merasakan pijitan tangan Ilham. Rupanya pemuda itu cukup pintar memijat karena sebentar saja Sitha mulai merasakan ototnya tidak terlalu kaku lagi.
Pijatan Ilham lama kelamaan menjadi nakal dengan sesekali mengelus dedek.
"Otot dedek juga perlu di pijat Sayang biar rileks," ucap Ilham senyum menggodanya.
Berkali kali Ilham tidak pernah puas dengan Sitha. Seakan dia tidak mau untuk berhenti dan terus saja ingin melakukannya. Dia tidak menginginkan hal apapun selain untuk tetap bersama Sitha.
"Siap siap Sayang di pijit sama si Jun," bisik Ilham dengan senyum lalu bersiap untuk mulai melakukan olahraganya.
Sitha kembali merintih, sakit yang dirasakan seakan hilang begitu saja ketika yang diinginkannya sedang berlangsung. Gelora asmaranya berapi api. Kedua insan yang sedang memadu kasih itu bersama sama saling memberi dan saling mengimbangi satu sama lain. Kamar itu menjadi saksi betapa bergairahnya percintaan yang penuh membara itu.
"Gimana sayang, enak kan pijitan aku?" ucap Ilham sembari mengecup daun telinga wanitanya itu.
"Ough.... Udah ah, Ham..." ucap Sitha yang berusaha menghentikan hand nakal Ilham yang mulai bergerak lagi.
Wanita itu mendorong body Ilham agar menjauh dan melepaskan pelukannya. Sedikit tertatih Sitha melangkah perlahan menahan perih yang dirasakannya. Ilham benar benar pejantan, semalaman tak henti hentinya, Sitha merasakan entah sudah berapa puluh kali dia berada pada puncaknya.
__ADS_1
Wanita itu memang mengakui walaupun bodynya terasa remuk dan perih si donat tetapi dia seakan tidak bisa menolak rayuan dan ajakan Ilham yang akan membawanya menuju kenikmatan dunia.
Sampai di depan pintu kamar mandi, Sitha berbalik dan menatap Ilham yang bersandar dengan santai di sana.
"Aku mau mandi, dan pengen sendiri. Jangan ikutan masuk!'' tegas Sitha menatap Ilham agar pria itu tidak mengikutinya karena wanita itu tidak yakin kalo mereka berduaan di sana hanya untuk mandi.
Ilham tertawa mendengar perkataan dan ancaman Sitha, "Ya ampun Sayang, pelit bangat sih. Lagian kalo kita mandi bareng kan aku bisa bantu menggosok punggung kamu,'' ucap Ilham sambil nyengir.
Sitha cemberut dan melotot tajam dan marah sebelum menutup pintu kamar mandi dengan keras diikuti suara tawa dari Ilham.
Beberapa lama setelah wanita itu selesai mandi, dia masih melihat Ilham yang masih stay di sana. Pemuda itu sibuk dengan laptopnya. Kelihatannya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor. Pemuda itu kelihatannya sangat serius. Disaat seperti itu, Sitha melihat Ilham jadi kelihatan begitu dewasa dan seksi ketika Ilham sibuk dengan laptopnya dan hanya menggunakan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
Wanita itu masih tidak percaya bahwa dia bisa jatuh cinta kepada pria itu dan terkadang malah kelihatannya jauh lebih dewasa daripada dirinya.
"Aku pinjam baju kamu ya, barusan bajuku aku cuci," kata Sitha sembari membuka lemari pakaian Ilham.
"Ya, ambil aja." jawabnya yang masih fokus dengan laptopnya tanpa melihat Sitha.
"Kamu gak mandi, Ham?'' tanya Sitha.
"Bentar lagi aku selesaikan ini dulu,"
Sitha mengambil kemeja Ilham dan memakainya.
"Kamu seksi sekali, Sayang," ucap Ilham ketika melihat Sitha mengenakan kemeja kerjanya.
Kemeja pria itu terlihat agak kebesaran dipakai oleh Sitha, tapi panjangnya hanya sampai di atas lututnya membuatnya kelihatan cantik dan seksi.
Ilham meletakkan laptopnya dan berjalan mendekati Sitha tanpa mempedulikan dirinya. Sitha yang melihat tatapan Ilham langsung mundur dan menggeleng.
"Kamu mau apa?!''
__ADS_1