
"Kemana kalian? Kenapa kamu tidak mau Mas menjemput kamu?!'' sentak Ilham menatapnya tajam.
"Sitha cuma makan malam di resto aja." sahut Sitha pelan. Wanita itu tidak menceritakan yang sebenarnya, kalo Ilham tau yang sebenarnya dia tadi makan malam di apartemen Bayu, bisa bisa Ilham mengamuk.
"Jangan pernah lagi pergi sama Bayu lagi tanpa sepengetahuanku, Sayang!''
Pemuda itu begitu cemburu buta terhadap Sitha. Ilham takut wanita itu bisa tergoda dengan lelaki lain. Ilham seakan lupa kalo Sitha sekarang sedang mengandung anaknya.
Sitha yang melihat kemarahan Ilham malah menjadi terangsang, hasratnya naik dengan cepat. Wanita itu bisa merasakan kalo dedek sudah wet. Dengan perlahan fingers Sitha menelusuri dada bidang dada Ilham.
"Jangan marah, Mas. Sitha janji tidak akan mengulanginya lagi. Nanti kalo Sitha mau bertemu dengan Mas Bayu, Mas ikut saja menemani Sitha." ucap Sitha manja sementara fingernya sudah sibuk mengelus dada bidang Ilham.
"Sayang...." ucap Ilham sambil menahan fingers Sitha yang mulai nakal.
"Mas jangan marah lagi." ucap Sitha begitu manja dan mengelus elus dada bidang kekasihnya itu, entah kenapa wanita itu begitu terangsang hebat.
Tanpa meminta persetujuan dari pria itu, Sitha langsung bermain di sana. Ilham yang mendapatkan perlakuan nakal Sitha tentu saja tidak menolak, pemuda itu malah melepaskan kaos oblongnya.
Pemuda itu juga sudah sibuk melakukan hal itu juga untuk wanitanya. Dengan cepat Sitha mengajak jun berolahraga seperti biasa.
"Ough.... Sayang.... Your mouth, ough!'' erang Ilham parau. Pemuda itu lalu menarik Sitha agar dia berdiri.
"Mas...." ucap Sitha lirih melihat apa yang dilakukan oleh Ilham seakan Sitha tidak memperbolehkannya melakukan itu.
"Kita ke kamar aja, Sayang!'' kata Ilham lalu membopong Sitha masuk ke kamar yang ada di butik itu. Sedangkan kepalanya direbahkan manja di bahu pria itu.
Ilham langsung merebahkan wanita itu di kasurnya. Dengan perlahan pria itu juga naik ke atas kasur itu dan berbaring disamping Sitha. Kepala pemuda itu di topang dengan lengannya dan menatap Sitha dengan penuh gairah dan memainkan fingersnya di sana.
"Seperti itu harus di lepas, Sayang!" ucap Ilham pelan ketika handnya berada di penutup si gun. Mendengar perkataan pria itu membuat Sitha segera melakukan apa yang dikatakan oleh Ilham, dan pria itu juga membantunya.
"Cantik." ucap Ilham sambil mengelusnya membuat wanita itu meringis.
"Aaakh...." rintih Sitha karena merasa gun lebih sensitif saat dirinya tengah hamil.
"Sial, aku tidak bisa mencium." rintik Ilham.
"Sakit sekali ya, Mas? Om memukulmu sangat keras sekali?''
__ADS_1
"Iya, Sayang. Tapi aku memang pantas untuk di pukul." sahut Ilham pelan.
"Aku mencintaimu, Mas."
"Aku juga mencintaimu, Sitha."
"Dan aku juga mencintai si junior kita." ucap ilham sambil mencium lembut perut Sitha.
Sitha yang melihat tindakan Ilham begitu terharu. Wanita itu tidak menyangka ternyata dia bisa mendapatkan seseorang yang begitu tulus mencintai bahkan mau menerima dirinya apa adanya.
"Mas, cintai Sitha...." ucap Sitha lembut.
Ilham mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis. Pemuda itu lalu mulai mengelus elus dedek.
"Aaakhh... Mas..." desah Sitha.
"Siap, Sayang? Mas ingin menengok si Junior dulu," sahut Ilham tersenyum nakal. Pemuda itu semakin melakukan itu dan mulai mempertemukan kedua kakak beradik itu di muka dulu.
Perlahan tapi pasti, Ilham baru mulai melakukan olahraga itu. Olahraga yang dimana keduanya melepas cinta dan gairah masing masing. Ilham melakukannya dengan begitu lembut dan perlahan karena tidak ingi terjadi apa apa dengan jabang bayi mereka.
"Aaakh....sempit sekali!" erang Ilham parau.
Ilham lalu mulai melakukan olahraganya perlahan. Tetapi hasrat mereka semakin tinggi hingga akhirnya mereka melupakan segalanya hanya karena ingin meraih kenikmatan yang akan mereka dapatkan sebentar lagi. Ilham semakin cepat menaikkan tempo olahraganya dan wanita itu malah mengimbangi olahraga pria itu.
"Mas.... Ouhg! Sitha mau...."
"Wait.... Mas juga, Sayang...."
Akhirnya mereka berdua bersama sama dilakukan oleh kedua pasangan itu. Pria itu sudah tidak lagi melakukan di luar tapi sudah di dalam, tubuh wanita itu seketika lemas.
Ilham segera berbaring disampingnya. Deru nafas mereka bersahutan dan beberapa saat kemudian Sitha merebahkan kepalanya di dada bidang Ilham.
"Apa yang terjadi, Mas?'' tanya Sitha pelan.
Ilham lalu menceritakan semuanya kepada Sitha tentang papanya yang awalnya begitu marah hingga akhirnya mau menerima mereka berdua untuk bersama. Setelah Ilham selesai menceritakan semuanya, pemuda itu mendapati kalo Sitha sedang menangis. Terasa air mata hangat Sitha mengalir di dada bidang lelaki itu. Wanita itu bahagia dan bersyukur sekali ternyata orang tua Ilham tidak seburuk yang di pikirannya hanya saja dirinya masih saja tidak menyangka ternyata ada hal hal baik yang selalu berada di dalam hidupnya.
"Sayang, jangan nangis. Semuanya pasti bisa kita selesaikan dan kita pasti bersama." ucap Ilham sambil mengelus punggung Sitha dengan lembut.
__ADS_1
"Sitha tidak menyangka kalo orang tua Mas mau menerima Sitha dengan keadaan Sitha yang sudah janda, Mas."
"Orang tua Mas pasti menerima kamu, lagian sekarang juga kamu mengandung anak aku dan cucu pertama mereka."
"Aku cuma mau proses perceraian kamu cepat selesai dan kita bisa segera menikah."
"Reza tadi nelpon Sitha dan bilang tidak akan mempersulit perceraian kami lagi."
"Apa benar dia bilang begitu tanpa ada maksud lain? Mas sedikit curiga!''
"Iya, Mas. Mungkin Reza sudah menyadari kesalahannya dan menyesal."
"Baguslah kalo gitu."
"Mas, besok Sitha sepertinya mau ketemu sama Reza,"
"Buat apa kamu bertemu pria itu lagi? Lagian proses perceraian kalian sudah di urus sama Bayu!''
"Sitha hanya ingin melihat keadaan Reza saja. Apalagi katanya Reza lumpuh tidak bisa berjalan dan harus melakukan terapi agar bisa berjalan kembali." ujar Sitha.
"Baiklah. Kamu boleh pergi, Sayang. Tapi aku akan menemani kamu."
"Tapi Mas...."
"Aku temani atau aku gak izinin kamu pergi!''
"Iya, Mas." ucap Sitha pelan.
"Istirahatlah, kamu tidak boleh kecapean, ingat ada anak kita yang harus kamu jaga." ucap Ilham lembut mengecup pucuk kepala Sitha dengan mesra.
Wanita itu semakin mempererat pelukannya kepada Ilham. Pemuda itu mengelus elus kepalanya dan sebentar saja wanita itu sudah tidur terlelap.
Ilham yang memperhatikan kalo Sitha sudah tertidur lalu dengan perlahan melepaskan pelukan wanita itu dan membiarkan kekasihnya itu tertidur dengan nyaman.
Pemuda itu lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah mendengar perkataan Sitha kalo Reza sekarang sudah lumpuh membuat pemuda itu memikirkan lagi rencananya untuk memberhentikan Reza.
Besok Ilham akan lihat dulu bagaimana kondisi pria itu baru ia putuskan apa yang harus dilakukannya.
__ADS_1