
Ditha baru saja sampai di rumahnya. Rumah yang hampir satu minggu sudah tidak dia tinggali. Setelah permainan dashyat mereka tadi pagi, Ilham segera bersiap siap karena hari ini adalah hari pertamanya kerja di kantor papanya. Wanita itu cuma berharap agar Ilham bisa menjalaninya dengan baik.
Ilham baru saja menurunkan Sitha di ujung jalan depan rumahnya. Sesampainya ia di depan rumah, terlihat orang tuanya berdiri di depan pintu rumah. Wanita itu langsung bergegas menghampirinya.
"Papa... Mama.... Kok datang gak bilang bilang dulu sama Sitha?" ucap Sitha sembari bergegas masuk ke dalam rumah ketika melihat orang tuanya di sana.
"Iya, nih. Mama kangen sama kalian berdua. Kalian itu terlalu sibuk hingga lupa ada orang tua," sahut papanya.
"Aduh, jangan bilang gitu dong, Pa. Sitha sudah usahain buat datang ke rumah. Papa sudah sehat?'' tanya Sitha.
"Papamu sudah sembuh, Sayang. Lagian dokter juga bilang cuma kecapean aja. Cukup istirahat ya langsung sembuh," ucap Mamanya yang sedari tadi diam.
"Alhamdulillah kalo gitu, yuk masuk Pa, Ma." ucap Sitha sambil mencari kunci di dalam tas nya.
"Mila ada di rumah gak, Nak?" tanya mamanya. Sitha sangat tau kalo mamanya begitu menyayangi Mila karena selama ini adiknya itu anak yang baik dan penurut, tidak pernah membuat masalah.
Mungkin karena pengaruh dari suaminya Reza membuat adiknya itu berubah. Sitha begitu tidak menyangka ternyata suami yang telah dinikahinya selama tiga tahun itu ternyata seorang laki laki yang bejat.
"Sitha tidak tau juga karena Sitha baru pulang, semalam Sitha nginap di butik," sahut Sitha yang telah membuka pintu rumahnya. "Ayo, Ma, Pa. Masuk..."
Mereka masuk ke dalam rumah. Setelah masuk dari pintu rumah, mereka melewati sedikit ruangan dulu baru menuju ruang tamu.
Betapa terkejutnya Sitha begitu juga dengan orang tuanya, ketika masuk ke ruang tamu dan melihat Mila yang telanjang sedang bergumul dengan suaminya Reza.
"Astagfirullah....'' teriak Uti histeris. Sitha melihat mamanya yang begitu histeris dan syok melihat anak bungsunya Mila sedang bertelanjang bulat dan bergumul dengan kakak iparnya sendiri.
Sedangkan Sitha hanya bisa terdiam dan gemetar melihat kejadian itu. Dia bukan kali pertama melihat kejadian itu. Akhirnya perselingkuhan Reza dan Mila terbuka juga didepan mata kedua orang tuanya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan hanya menunggu bagaimana akhirnya. Yang pasti keputusan jalannya untuk bercerai dengan Reza di permudah dengan kejadian itu.
__ADS_1
Wanita itu hanya berharap orang tuanya sanggup dan bisa tabah menerima semua ini.
Sitha melihat adiknya Mila segera meloncat dari atas tubuh Reza dan bergegas kembali memakai pakaiannya walau secara ala kadarnya. Demikian juga dengan suaminya Reza.
Uti menangis dalam pelukan Sitha dan berusaha menenangkannya. Wanita itu cuma bisa berharap papanya lebih bisa menahan dan mengontrol emosinya.
Tetapi rupanya, harapan wanita itu tidak terlaksana, ia baru saja menyaksikan papanya menampar Mila dan suaminya dengan keras.
"Anak gak tau diri kamu! Tega kamu menyakiti hati kakak kamu dan orang tuamu?!" teriak papanya. Sitha melihat hanya bisa menangis sedangkan Reza berdiri terdiam di belakang Mila.
"Dan kamu Reza, menantu kurang ajar! Adik sendiri kamu gauli?! Dimana moral kamu, hah?! teriak papanya sudah sangat emosi.
Mila berlutut dan memohon kepada papanya. "Maafkan Mila, Pa.... Mila mencintai Mas Reza... Mila rela kalo menjadi istri kedua," ucap Mila memohon.
"Apa kamu bilang? Mau jadi istri lelaki kurang ajar ini?! Setelah kamu menyakiti hati kakakmu, kamu masih bisa minta seperti itu?!" papanya benar benar sudah emosi.
"Sudahlah! Kalian berpakaianlah yang benar, papa muak melihatnya! Ini harus dibicarakan." ucap papanya pada akhirnya.
*********
Mereka sekeluarga sedang duduk bersama di meja makan. Masih terdengar suara tangisan dari Uti walaupun sudah lumayan pelan, sementara Sitha sudah tidak peduli lagi dengan kelakuan Mila dan Reza karena ia sudah pernah berada di posisi yang mamanya rasakan hari ini dan itu sudah membuatnya mati rasa.
"Sitha akan bercerai dari Mas Reza," ucap Sitha buka suara setelah dia cukup lama hanya diam saja.
"Kak Sitha tidak perlu bercerai. Mila rela menjadi istri kedua," sahut Mila berusaha mencegah kakaknya bercerai dengan Reza.
"Kakak tidak mau begitu. Kakak tidak bisa berbagi. Biarlah kakak yang mengalah, mungkin Mas Reza lebih bahagia denganmu, Mil." ucap Sitha pelan.
__ADS_1
"Tapi, Kak, kalo begitu Mila merasa bersalah," kata Mila.
"CUKUP!!!!" sentak papanya. Beliau sudah terlalu marah dengan kelakuan anak dan menantunya. Mungkin papanya tidak menyangka anak yang begitu disayanginya tega menyakiti kakak kandungnya sendiri hanya karena cinta.
"Papa benar benar kecewa sama kamu, Mil. Mulai hari ini, kamu bukan lagi anak papa," ucapnya kepada Mila, beliau sudah tidak peduli lagi.
"Pa.... jangan begitu. Biar bagaimanapun juga Mila anak kita juga," sahut Uti.
"Kamu masih bisa bilang anak dengan kelakuan yang sudah seperti pelacur?! Bagaimana kamu bisa menatap Sitha, Ma?'' sentak suaminya emosi.
"Pa, tolong tenang..." ucap Sitha yang khawatir dan takut kalo penyakit jantung papanya akan kambuh lagi.
Papanya akhirnya berusaha untuk tenang menahan emosi saat Sitha memegang tangan papanya.
"Papa sebenarnya tidak menyetujui untuk bercerai, tapi itu semua papa hormati keputusan kamu, Nak." ujar papanya yang sangat malu menatap Sitha.
"Dan kamu Reza, segera urus perceraian kamu dengan Sitha. Dan kalo memang kamu mencintai Mila, segera nikahi dia, jangan semakin banyak buat dosa!" perintah papanya kepada Reza. Papanya akhirnya pasrah menerima keadaan yang terjadi dengan kedua putrinya.
Akhirnya semua telah terjadi. Siang ini, Sitha sudah memutuskan untuk bercerai dengan Reza dan pria itu juga sudah tidak bisa menolak lagi. Papanya juga menyuruh Reza berjanji untuk menikahi Mila.
Setelah lebih tenang, Sitha menarik tangan Mila agar mengikutinya ke ruang kerja Reza.
Sitha menceritakan semuanya yang dia pernah lihat tentang Reza yang lagi bersama gadis lain. Tetapi rupanya Mila telah dibutakan oleh cintanya sehingga dia tidak percaya dengan apa yang Sitha katakan.
"Mila gak percaya kalo Mas Reza begitu. Mas Reza cinta sama Mila. Kak Sitha cemburu karena Mas Reza lebih memilih Mila daripada kakak," cetus Mila dengan ketus kepada Sitha.
Sitha hanya bisa menghela nafas panjang. Rupanya adik satu satunya itu telah berubah. Jadi Sitha tidak lagi mencoba untuk memberitahu apapun tentang Reza. Sitha hanya berdoa semoga Reza benar benar menyayangi Mila seperti ia menyayangi adiknya itu.
__ADS_1
Setelah semua permasalahan terkuak membuat wanita itu lebih lega, walaupun sakit tapi dia sudah bisa menerimanya. Lagian ada Ilham, pemuda yang mengatakan mencintainya. Wanita itu berharap semoga Ilham tidak menyakitinya seperti Reza.