
Ilham dengan mesra mengecup bibir wanita itu dengan sembari bermain dengan fingernya bersama dedek hingga membuatnya sudah sangat wet.
Ciuman dan cumbuan keduanya semakin lama semakin liar. Kedua pasangan sejoli itu sudah langsung bermain dengan hand masing masing.
Suara ******* Sitha terdengar disela sela ciuman mereka. Ilham menyudahi ciumannya dan sedikit menunduk di depan meja. Tanpa membuang waktu Ilham langsung menyantap dedek yang sudah tak karuan.
"Aaaakhh.... Mas...." desah Sitha. Wanita itu memegang kepala Ilham.
Suara suara yang dikeluarkan oleh Ilham begitu erotis membuat suasana semakin panas.
Sebentar saja Sitha mendesah nikmat dan puncak nikmatnya sudah datang. Ilham yang melihatnya langsung melakukannya dengan cepat tanpa menyisakan sedikitpun.
Ilham kemudian menggendong Sitha masuk ke dalam kamar dan wanita itu tergolek pasrah di gendongan pria itu. Ilham langsung membaringkan Sitha di kasur dengan pelan pelan dan lembut dan setelah itu dia melepas semuanya yang ada padanya.
Sitha menatap body kekasihnya itu dengan hasrat yang kembali lagi. Tangan wanita itu terjulur ke arah Ilham dan pria itu menyambut uluran tangan kekasihnya. Ilham naik ke atas kasur dan mulai membantu Sitha melepas semuanya agar mereka sama sama tidak menggunakan apapun.
Kecupan liar kembali terjadi, ******* dan gelutan tounge kedua daling berkelut. Setelah hampir kehabisan nafas baru keduanya menyudahi ciuman mereka dan Ilham dengan nakalnya langsung mencium gun yang semenjak kehamilan wanita itu terasa lebih sensitif.
"Aaakhh... Mas!" rintih Sitha lirih ketika merasakan mouth Ilham di si kecil itu. Pria itu seperti seorang anak kecil yang kehausan membuat Sitha mendapatkan perlakuan liar Ilham yang semakin berhasrat.
"Mas..." desah Sitha yang sudah tidak tahan lagi ingin merasakan kenikmatan yang sesungguhnya.
Ilham yang mendengar ucapan Sitha tau apa keinginan wanita itu, pria itu lalu mulai mempertemukan adik kakak itu dan mulai melakukan olahraganya yang sesungguhnya. Jun sengaja Ilham diamkan di sana tanpa melakukan apapun setelah in to dalam.
"Mas.... Ayo...." rengek Sitha sambil berusaha melakukan olahraga itu.
Ilham yang mendengar rengekan Sitha mulai melakukannya dengan lembut. Gerakan Ilham lebih lembut dan hati hati karena tidak ingin membahayakan kesehatan bayinya tetapi kenikmatan tetap mereka rasakan.
"Ouhg....sempit sekali, Sayang..." erang Ilham ketika merasakan jepitan yang seakan menahan jun di sana.
"Aaakh... Mas, Sitha...."
"Tunggu Mas, Sayang...." ucap Ilham parau yang semakin menaikkan tempo permainannya dan sesaat kemudian keduanya mencapai puncaknya.
__ADS_1
Perlahan Ilham membawa si jun out dari sana dan berbaring disamping Sitha. Pria itu lalu memalingkan wajahnya menatap ke arah Sitha dan mencium bibir ranum wanita itu dengan lembut.
"Malam ini kamu tidur di apartemen Mas ya?" ucap Ilham pelan. Memang selama proses perceraian dengan Reza. Wanita itu tinggal di butiknya dan tidak pernah lagi menginap di apartemen Ilham. Tetapi karena proses perceraian Sitha telah resmi, rasanya sudah tidak ada lagi penghalang bagi mereka untuk bersama.
"Tapi, Mas---"
"Jangan membantah Mas! Lagian Mas khawatir kalo kamu tinggal di butik sendirian. Mas takut kalo terjadi apa apa sama kamu, Sayang." sahut Ilham memotong ucapan Sitha.
"Iya, Sitha akan kesana." jawab Sitha lirih.
"Bagus. Kamu memang harus nurut sama calon suamimu, Sayang." jawab Ilham tersenyum lebar.
Sitha yang mendengar perkataan Ilham menjadi terharu dan bahagia. Tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Eh, kenapa nangis, Sayang? Mas asa salah ngomong ya?" tanya Ilham dengan bingung dan mengusap air mata Sitha.
"Gak, Mas. Sitha cuma bahagia." sahut Sitha di sela isak tangisnya.
"Ya sudah, kamu siap siap ya, Sayang. Kita kan mau ketemuan dengan orang tua Mas." ujar Ilham.
Mereka akhirnya membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam bersama orang tua Ilham. Wanita itu berharap orang tua Ilham bisa menerima dirinya dengan baik.
******
Sitha dan Ilham telah sampai di rumah orang tuanya Ilham. Mereka masih berada di dalam mobil.
"Mas, kalo orang tua----"
"Papa sama Mama pasti menerima kamu, Sayang. Tenang saja pasti baik baik saja." ucap Ilham menggenggam tangan Sitha dan menenangkannya.
"Ayo kita masuk. Mereka pasti sudah menunggu kita." ucap Ilham lalu membuka pintu mobil lalu turun dan membukakan pintu penumpang untuk Sitha.
Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah. Ilham masuk sambil menggandeng tangan Sitha.
__ADS_1
"Papa... Mama...." panggil Ilham.
Ilham melihat orang tuanya sedang duduk santai di ruang keluarga. Pria itu sudah bilang kalo malam ini dirinya akan mengajak Sitha ke rumah untuk berkenalan dengan mereka.
"Sudah datang, Nak?'' sahut Indah sambil bergegas berdiri menghampiri anaknya dan Sitha.
"Malam, Tan." ujar Sitha pelan.
"Malam, Sitha. Mari masuk, Om sudah menunggu." sahut Indah ramah yang membuat Sitha merasa lega.
Sitha akhirnya mengikuti langkah Mama Ilham menuju ke dalam untuk bertemu dengan Rudi papanya Ilham.
"Tenang saja, Sayang.... Mama sama Papa sudah merestui hubungan kita." bisik Ilham pelan tepat di telinga Sitha.
"Pa, ini Sitha." kata Ilham memperkenalkan Sitha kepada papanya yang sedang duduk santai di sofa.
Pria paruh baya itu berdiri dan memandangi Sitha dengan tatapan menyelidik.
"Pantas saja anak saya Ilham takluk dan terpesona, rupanya wanita yang dipilih Ilham tak kalah cantik dari mamanya." sahut Rudi akhirnya setelah sekian lama terdiam seakan sedang menilai Sitha.
"Iya dong, Pa. Makanya dari awal Ilham sudah jatuh cinta dengan Sitha." sahut Ilham sumringah senang sambil lengannya merangkul pinggang Sitha.
"Mas!'' sentak Sitha pelan sambil tangannya berusaha melepaskan rangkulan lengan Ilham di pinggangnya.
Ilham hanya nyengir dengan wajah tanpa dosa dan tetap tidak melepaskan rangkulannya hingga membuat Sitha malu dengan kelakuan pria itu apalagi di depan orang tua Ilham.
"Saya Rudi, papanya anak nakal ini." kata Rudi memperkenalkan dirinya sambil menatap kedua insan yang berada di hadapannya ini. Pria itu memutuskan untuk menerima hubungan Ilham dengan Sitha karena Rudi melihat Sitha sepertinya juga sangat mencintai anaknya.
"Malam, Om. Senang berkenalan dengan anda." ucap Sitha.
Setelah perkenalan Sitha dengan kedua orang tua Ilham berjalan lancar dan papanya sudah menerima Sitha. Acara makan malam mereka berjalan dengan lancar. Sitha sangat bahagia karena orang tua Ilham mau menerima dirinya apa adanya walaupun statusnya sekarang adalah seorang janda.
Malam ini Ilham benar benar bahagia karena papa dan mamanya akhirnya bisa menerima Sitha untuk menjadi calon menantunya. Sekarang tinggal restu dari orang tua Sitha yang harus pria itu dapatkan. Semoga saja orang tuanya juga mau menerima dan merestui hubungan mereka dan menerima Ilham sebagai calon menantunya.
__ADS_1