Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 51


__ADS_3

"Siapa sebenarnya wanita itu? Jelaskan kepada papa semuanya!'' kata Rudi langsung tanpa basa basi lagi.


Ilham terdiam sejenak mendengar ucapan papanya. Pemuda itu bingung apa seharusnya ia menceritakan semua secara jujur dengan risiko bahwa papanya akan marah besar dan kemungkinan akan tidak merestui hubungannya dengan Sitha tetapi Ilham juga takut kalo dirinya berbohong dan pada akhirnya papanya mengetahui kebohongannya dan malah akan semakin mempersulit usahanya untuk mendapatkan Sitha.


"Bicaralah, kenapa kamu diam?!" sentak Rudi ketika melihat anaknya hanya terdiam seakan bingung harus bicara apa dengan dirinya.


"Ilham bertemu Sitha di acara ulang tahun perusahaan," ucap Ilham yang akhirnya berterus terang menceritakan semuanya tanpa bohong kepada orang tuanya.


"Apa Sitha bekerja di perusahaan kita?''


"Tidak, Pa. Sitha istri dari karyawan kantor kita."


"APA?! Jadi kamu berselingkuh dengan istri orang?!" sentak Rudi penuh amarah. Pria itu benar benar marah mendengar perkataan anaknya.


"Papa mendidik kamu sampai sebesar ini bukan untuk menjadi selingkuhan orang! Mau di taruh di mana muka papa kalo semua orang tahu bahwa anak dari Pak Rudi berselingkuh dengan istri karyawannya sendiri?!"


"Pa, tolong dengarkan penjelasan Ilham dulu." mohon Ilham kepada papanya.


"Mendengarkan apa lagi? Semua sudah cukup papa dengar! Pokoknya papa mau kamu putuskan hubungan kamu dengan wanita itu. Jangan bikin malu papa. Masih banyak wanita lain, kamu masih muda Ham, masih bisa mencari yang lebih baik dari wanita itu."


"Ilham tidak bisa, Pa. Ilham mencintai Sitha. Hanya dia yang Ilham inginkan menjadi istri Ilham. Jangan salahkan Sitha, yang salah disini adalah Ilham karena Ilham yang pertama kali mencintainya. Suaminya Sitha juga berselingkuh dengan wanita lain."


"Jadi karena suaminya berselingkuh, kalian juga melakukan hal yang sama?! Jangan jangan wanita itu hanya ingin membalas perbuatan suaminya dengan berselingkuh dengan kamu, Nak." kata Rudi menatap anaknya itu.


"Bukan begitu, Pa. Ilham yang menggodanya pertama kali dan Ilham mengambil kesempatan ketika hati Sitha sedang terluka dengan memaksa masuk hingga akhirnya Sitha menerima Ilham dan mulai mencintai Ilham. Semua salah Ilham bukan salah Sitha. Ilham yang pertama kali jatuh cinta sama Sitha. Tolong Pa, restui kami berdua karena kami saling mencintai." mohon Ilham agar papanya bisa mengerti dan bisa menerima Sitha.


"Apa wanita itu benar sudah cerai dengan suaminya? Kerja di bagian apa suaminya di perusahaan kita?" tanya Rudi. Pemuda itu masih belum bisa menerima kalo anaknya itu menikahi seorang janda apalagi sebenarnya Rudi belum menginginkan Ilham menikah karena anaknya itu belum menyelesaikan kuliahnya.


"Sitha... Pa namanya." ucap Ilham merasa tidak senang setiap papanya menyebut Sitha seakan hanya sesosok yang tidak dikenal.


"Iya Sitha. Apa Sitha benar sudah bercerai dengan suaminya?" tanya Rudi kembali setelah menuruti kemauan anaknya Ilham.


"Sitha dalam proses perceraian,"

__ADS_1


Mendengar perkataan Ilham membuat Rudi menghela nafas berat.


"Apa karena kamu makanya Sitha bercerai dengan suaminya?!''


"Bukan, Pa. Sitha bercerai karena suaminya selingkuh."


"Di bagian apa suaminya bekerja di perusahaan?''


"Di bagian operasional. Reza namanya. Beliau adalah bawahan Ilham dan ternyata Reza juga melakukan penyelewengan di perusahaan kita, Pa."


"Apa? Sudah kamu urus seperti yang lain?''


"Belum, Pa. Karena Reza mengalami kecelakaan mobil makanya Ilham memutuskan untuk menunda sementara masalah itu sampai keadaan Reza sudah lebih baik."


Ilham melihat papanya mengusap wajahnya yang terlihat lelah. Pemuda itu tau apa yang dilakukannya terlihat begitu tidak pantas berselingkuh dengan istri orang tetapi bila ia tidak berani bertindak, Sitha tidak akan menjadi miliknya.


"Papa tidak tahu lagi harus bicara apa. Kamu pasti tau Nak apa yang kamu lakukan itu salah. Papa minta supaya kamu memikirkan baik baik semuanya. Kamu masih muda Ham dan masih bisa bertemu dengan seorang gadis yang baik baik dari keluarga baik baik juga, bukannya seorang wanita yang masih bersuami."


"Baru proses, Ham. Intinya kamu sekarang sedang berselingkuh dengan istri orang, bukan menjalin hubungan yang benar. Tinggalkan Sitha dan carilah wanita lain, kalo kamu tidak bisa biar papa yang carikan wanita baik baik untuk kamu." ucap Rudi dengan tegas kepada Ilham.


"Ilham tidak bisa, Pa. Ilham sangat mencintai Sitha."


"Omong kosong soal cinta! Kamu pasti bisa Nak melupakan Sitha kalo kamu bertemu dengan wanita yang lebih dari Sitha."


"Ilham tidak bisa, Pa!''


"Apa yang tidak bisa? Papa minta kamu putuskan hubungan kamu dengan wanita itu!" tegas Rudi sedikit menekankan nada suaranya.


"Sitha sudah hamil, Ilham tidak bisa meninggalkan Sitha karena dia hamil anak Ilham," sabut Ilham.


"APA?!!"


Rudi berdiri dan menghampiri anaknya Ilham,

__ADS_1


Pria paruh baya itu terlihat sangat murka.


"Apa kamu bilang tadi? Sitha hamil? Apa kamu yakin itu anak kamu?!''


"Iya, Sitha sudah hamil dua minggu dan Ilham yakin itu anak Ilham karena setelah Sitha berhubungan dengan Ilham, Sitha tidak pernah lagi bersama suaminya." jawab Ilham dengan sangat yakin.


PLAK!!


tiba tiba pukulan dan tamparan mendarat begitu keras di wajah Ilham sehingga membuat pemuda itu itu terdorong beberapa langkah kebelakang. Rudi memukulnya.


"Anak tidak tau diri! Bikin malu keluarga saja! Papa mendidik kamu sampai sebesar ini bukan untuk mempermalukan keluarga!" kata Rudi begitu emosi sambil terus memukuli Ilham. Pemuda itu hanya diam menerima pukulan dari papanya yang terlihat begitu emosi.


Tiba tiba pintu ruang kerja terbuka dan Indah langsung masuk dan sangat terkejut melihat anaknya yang dipukuli oleh Rudi.


"Ya Allah, Papa! Sudah jangan pukul Ilham lagi." teriak Indah sambil menarik lengan suaminya dan mendorong tubuh suaminya itu agar menjauhi Ilham anaknya.


"Anak kamu itu buat malu keluarga saja! Ilham sudah menghamili wanita itu!'' kata Rudi begitu keras karena emosinya yang masih memuncak.


"Iya, Pa. Mama juga sudah tau." sahut Indah pelan sambil menenangkan suaminya itu.


"Kamu sudah tau dan tidak bilang ke papa kan?"


"Tolong, Pa. Tahan emosimu nanti darah tingginya naik." ujar Indah berusaha membuat suaminya mereda kemarahannya.


Sementara Ilham masih terduduk di lantai dengan wajah yang sudah tidak karuan. Wajahnya sudah babak belur. Terlihat darah segar mengalir dari bibirnya yang robek akibat pukulan dari papanya.


"Tolonglah, Pa. Restuilah mereka berdua. Lagian Sitha juga sudah hamil, sebentar lagi kita akan mempunyai cucu," ujar Indah berusaha membujuk suaminya agar bisa merestui hubungan Ilham dan Sitha.


"Bagaimana aku bisa merestui hubungan mereka kalo Sitha saja belum bercerai dari suaminya?" sahut Rudi letih, pria itu akhirnya duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Seketika, Rudi merasa usianya berkurang sepuluh tahun karena permasalahan anaknya itu. Pria itu tidak menyangka Ilham ternyata bisa berbuat sejauh itu.


"Ya Allah, Nak... Apa benar Sitha belum bercerai dari suaminya?''

__ADS_1


__ADS_2