Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 41


__ADS_3

"Eh, kok gara gara aku?" tanya Ilham menoleh menatap ke arah Sitha.


"Iya, gara gara kamu. Kamu bikin tanda banyak bangat di leherku. Orang yang lihat bisa tau, Ham," gerutu Sitha.


Ilham tertawa mendengar ucapan Sitha. Pemuda itu memang sengaja menghiasi leher jenjang Sitha dengan tanda cinta darinya agar setiap lelaki yang bertemu dengan wanita itu jadi tahu kalo Sitha sudah ada yang memiliki.


"Memang aku sengaja sayang biar semua laki laki tahu kalo kamu itu sudah ada yang punya." ucap ilham disela sela tawanya.


"Ilham kamu tuh.....,"


Sitha kesal sekali mendengar perkataan Ilham hingga wanita itu mencubit paha kekar pemuda itu.


"Sayang, kebiasaan kamu tuh ya," gerutu Ilham sambil mengelus pahanya.


"Apaan, Ham? Lagian gak sakit juga,"


"Tapi jadi ada yang sakit Sayang gara gara cubitan kamu itu,"


"Eh, apaan? Aku kan tadi nyubitnya gak kuat!'' ketus Sitha bingung.


Ilham mengambil tangan Sitha dan menaruhnya di atas si jun yang sudah tidak karuan itu.


"Ini yang sakit sayang, kayaknya butuh penanganan yang serius dan khusus dari kamu, Sayang,'' ucap Ilham sambil tersenyum menggoda Sitha.


"ILHAM!" sentak Sitha dengan wajah yang memerah malu.


"Apa Sitha Sayang? Itu beneran kok. Cuma kamu yang bisa menjinakkannya."


"Kita lagi di jalan, Ham! Udah deh jangan aneh aneh kita lagi di jalan!'' ucap Sitha mengingatkan.


"Ya sudah kita cari hotel aja. Apartemen aku masih jauh padahal aku mau lagi sama nakal sama kamu, Sayang." ujar Ilham sambil mengedipkan mata.


Sitha hanya kelihatan bego mendengar ucapan Ilham yang terus terang begitu. Akhirnya wanita itu menghela nafas sambil geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan pemuda yang ada disampingnya.


Terdengar suara tawa Ilham ketika melihat reaksi Sitha yang begitu. Dia langsung meraih tangan wanita itu dan mengecupnya dengan lembut.

__ADS_1


"Aku mencintaimu," ucap Ilham yang masih fokus menyetir.


Sitha yang mendengar perkataan Ilham hanya bisa menatap laki laki itu dengan senyum indah di wajahnya. Hati wanita itu bergejolak bahagia mendengar ungkapan cinta dari Ilham.


"Aku juga mencintaimu," ucap Ilham pelan. Wanita itu mencium balik tangan Ilham yang masih menggenggam tangannya.


Ilham akhirnya tetap mencari hotel biarpun Sitha tidak mau dan protes. Setelah memarkir mobilnya di depan hotel, Ilham keluar dari mobil dan membukakan Sitha pintu mobilnya lalu menarik lengan Sitha agar wanita itu turun dari mobilnya.


"Ham, kita ke apartemen kamu aja," ucap Sotha berusaha menolak ajakan Ilham ke hotel, tetapi pemuda itu tidak mendengarkan permintaan Sitha dan malah dengan santainya Ilham merangkul pinggang Sitha dan mengajak masuk ke dalam hotel yang berbintang itu.


Pemuda itu langsung saja memesan kamar suite room buat semalam dan memesan makanan untuk di antar ke kamar mereka. Sitha hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Ilham.


Tanpa mereka berdua sadari semenjak mereka masuk ke hotel, memesan kamar sampai akhirnya masuk ke dalam lift, ada seseorang yang memperhatikan mereka.


######


Kedua sejoli itu sudah berada di dalam kamar yang mereka pesan. Ilham dengan liar ******* lips Sitha dan wanita itu tidak kalah liar saat melakukan balasan dari Ilham. Hand Ilham sudah dengan sigap in to si gun, Dia memainkannya dan meremasnya sesekali. Baru saja Ilham ingin melahapnya terdengar suara pintu di ketuk dari luar membuat Ilham menggerutu kesal.


"Mungkin makanan yang kamu pesan tadi, Ham." bisik Sitha.


"Biar aku yang kesana," sahut Ilham yang langsung berjalan menuju ke arah pintu.


Sedangkan Sitha setelah mengambil kaos yang dilemparkan oleh Ilham lalu masuk ke dalam kamar. Wanita itu merasa Ilham hanya membuang buang uang hanya untuk menginap semalam di kamar hotel yang begitu mewah dan mahal.


Sitha langsung masuk ke kamat mandi dan melepaskan pakaiannya berniat untuk mandi dulu karena wanita itu baru saja dari rumah sakit.


Setelah menyalakan shower, Wanita itu membasahi tubuhnya, baru saja dia ingin mengambil sabun, tiba tiba ada sepasang tangan yang sudah menggosok tubuhnya.


"Ilham!'' desah Sitha ketika kedua tangan Ilham sibuk menyentuh si gun.


"Biar aku yang mandikan kamu, Sayang." ucap Ilham tepat di telinga Sitha sambil toungenya mencium daun telinga wanita itu.


Dengan diam akhirnya Sitha membiarkannya. Pemuda itu memandikannya dan bahkan dedek mendapat perlakuan khusus.


Suara ******* terdengar di dalam kamar mandi mewah itu. Setelah wanita itu selesai, Ilham juga mandi. Ilham mematikan shower dan mengambil handuk yang ada di dalam rak. Tubuhnya dibalut dengan handuk sampai kering sedangkan Sitha hanya diam saja mendapat perlakuan Ilham yang begitu romantis. Pemuda itu lalu melilitkan handuk kecil di pinggangnya.

__ADS_1


Ilham lalu memakaikan jubah mandi lalu menggendong Sitha keluar menuju kamar. Dia menurunkan wanita itu di kursi meja rias lalu mengeringkan rambutnya dengan penuh kemesraan.


Sitha memandangi Ilham dari balik cermin yang ada di depannya. Wanita merasakan hatinya sangat bahagia.


"Aku mencintaimu," ucap Sitha sambil menatap Ilham yang balik menatapnya dari bilik cermin.


"Aku lebih mencintaimu, Sitha. Aku sudah tidak sabar bisa bersamamu tanpa ada penghalang di antara kita. Aku ingin menjadi suamimu, Sayang."


Sitha yang mendengar perkataan Ilham menjadi terharu dan begitu bahagia. Mungkin sudah saatnya mereka berdua melangkah lebih serius lagi dalam hubungan mereka ini. Lagipula Sitha merasa Ilham benar benar mencintainya. Sudah saatnya dia menghormati Ilham yang mungkin nanti akan menjadi imamnya.


"Ma...mas..." kata Sitha lirih memanggil Ilham dengan panggilan Mas.


Ilham langsung menatap Sitha dengan tatapan tidak percaya.


"Eh, apa Sayang? Tadi barusan kamu manggil aku apa?'' tatapnya dari cermin.


"Mas Ilham," ucap Sitha sambil tersenyum mesra.


Ilham langsung menarik tubuh Sitha masuk ke dalam pelukannya. Di peluknya dengan erat tubuh wanita itu.


"Oh my God.... Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." ucap Ilham sambil mencium lips Sitha dengan lembut.


Sitha membalas kecupan Ilham tak kala mesranya dan wanita itu melepaskan pelukan Ilham dan duduk di atas meja rias, gerakan sensual Sitha membuka ikatan jubah mandinya dan memperlihatkan tubuh seksi nan indahnya di sana.


"Cintai Sitha, Mas...." ucap Sitha dengan lembut sambil menggoda.


Ilham yang mendengar permintaan Sitha tentu saja langsung bergairah. Jun yang bahkan sudah tak bisa diajak kompromi. Pemuda itu mendekati Sitha dan mencium lips nya dengan liar. Sementara hand nya sudah bersama dedek.


"Jangan protes kalo besok kamu gak bisa jalan, Sayang!" ucap Ilham, tanpa berlama lama dia langsung menerkam sarang kenikmatan si jun.


"Ough! Mas...." desah Sitha.


"Arrghh.... Sempit, Sayang!'' erang Ilham parau.


"Aaa.... Jun yang big.... Ough, lebih cepetan, Mas.... Sitha mau out!" desah Sitha.

__ADS_1


"Out kan, Sayang...."


"Ough....."


__ADS_2