Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 34


__ADS_3

Entah kenapa mendengar ucapan Ilham membuat Sitha terangsang hebat, dedek langsung wet.


Tanpa menunggu lagi Ilham mendorong tubuh wanita itu hingga membuatnya membungkuk, hand Ilham sudah sampai di sarang kenikmatannya si jun.


"Kamu sudah wet, Sayang,"


Pemuda itu langsung bergerak cepat menarik pinggul wanita itu untuk mundur. Dengan cepat dan tanpa ragu Ilham langsung memulai permainannya itu.


"Ough! Ssst..." desah Sitha, tangan wanita itu memegang kuat tepi meja makan.


Tangan Ilham mencengkeram blousenya hingga membuat kancingnya berhamburan dimana mana. Dengan gerakan cepat Ilham meluncurkan hand nya di si gun dan memelintirnya di sana.


"Arrhg....."


"Ough! Sempit sekali si dedek, Sayang...." erang Ilham yang semakin mempercepat tempo permainannya hingga beberapa lama kemudian Ilham merasakan cengkeraman dedek yang menandakan bahwa Sitha akan mencapai puncaknya.


Ilham menghentikan olahraganya dan menikmati cengkeraman itu yang dilakukan si dedek untuk si jun sebelum beberapa saat kemudian Ilham melanjutkan olahraganya.


"Ough! Nikmat, Sayang...." erangan Ilham terdengar begitu keras ketika pemuda itu mendapatkan puncak kenikmatannya yang diikuti oleh Sitha yang kembali mendapatkannya.


Sitha tersungkur di meja makan sementara Ilham malah menindihnya dari belakang.


Deru nafas keduanya saling berkejaran. Sitha merasakan dinginnya meja makan dan panasnya body Ilham secara bersamaan. Wanita itu masih dapat merasakan si jun yang masih tak karuan di sarangnya.


Tanpa aba aba, secara tiba tiba Ilham mengangkat tubuh wanita itu dan melepaskan si jun dari sarangnya. Sitha yang membelakanginya bingung dan kaget harus berpegangan kemana, dia hanya memegangi tangan Ilham yang sedang memeluknya dari belakang.


Rupanya Ilham mencari kursi dan duduk, pemuda itu sengaja menekan thigh Sitha hingga si jun yang masih tak karuan langsung menghantamnya lagi.


"Hemp! Terlalu dalam...'' rintih Sitha, wanita itu berusaha berdiri tetapi Ilham menahannya disarangnya.


"Ham...." mohon Sitha, dia merasa kesakitan dan penuh.


"Ssstttt.... Nikmati saja, Sayang...." ucap Ilham dengan kedua tangannya yang nakal terus bermain dengan si gun.


Sitha terus berusaha mencari posisi yang nyaman tetapi apa yang dilakukan olehnya malah membuat si jun lebih in lagi dan si gun menyentuh titik kenikmatannya yang langsung membuat Sitha mendesah hebat. Membuat wanita itu mengulangi lagi gerakannya semakin lama semakin cepat. Setiap spot spot yang dilakukannya mendapat hantaman dari si gun, Sitha mengerang nikmat.

__ADS_1


Ilham dengan senang hati membantu wanita itu dari duduknya sehingga pertemuan kedua kakak beradik itu beradu dengan kuat dan cepat.


Erangan dan rintihan kembali terdengar, sitha yang hasratnya semakin membara malah semakin liar melakukannya. Kedua tangannya mencengkeram kuat thigh Ilham menjadikan tumpuan agar dia bisa lebih leluasa berolahraga. Ilham dengan cepat membantunya dan ikut juga menikmatinya dengan ******* dan suara suara khas dari keduanya.


"Aaaaa.... Ilham....." desah Sitha.


Ilham yang mengetahui Sitha akan mendapatkan kenikmatannya kembali malah mengentikan olahraganya. Membuat Sitha merengek protes.


"Aaaaaahh, Ilham?!'' rengeknya menatap ke arah Ilham.


"Iya sayang, Apa?" tanya Ilham pura pura tidak mengerti. Malah pemuda itu sibuk mencium dan mencumbui leher jenjang wanita itu.


"Ayo, Ham.... Aku mau...."


"Mau apa, Sayang? bilang dong jangan malu malu," bisik Ilham yang dengan nakalnya menggigit daun telinga Sitha membuat wanita itu merinding geli.


"Argh, Ham, mau kamu...ayo Ham lakukan seperti tadi, aku mau si jun...." ucap Sitha dengan begitu polosnya. Wanita itu tidak peduli lagi dengan rasa malu, hasrat telah menutupi semuanya, yang dia inginkan hanya kenikmatan yang luar biasa yang akan diberikan oleh Ilham.


"Begini bukan, Sayang?'' goda Ilham dengan sengaja melakukannya perlahan membuat Sitha jadi keblisatan. Wanita itu berusaha melakukan pergerakan juga tetapi di tahan oleh Ilham.


"Enak, Sayang?'' tanya Ilham, pemuda itu sengaja membuat Sitha gila akan hasratnya sendiri.


"Iya enak.... Aaaaa..... Iya sayang, lakukan lagi," pinta Sitha memohon.


Ilham tersenyum nakal ketika yabg mendengar permintaan nakal Sitha. Pemuda itu langsung dengan kuat dan liarnya melakukan apa yang di mau oleh Sitha membuat wanita itu mengerang keras tak karuan.


"Bilang, Sayang....." perintah Ilham yang terus melakukan hal itu dengan penuh gairah.


"Ough.... Kamu enak, Ham... Hemph!''


Gerakan Ilham begitu liar dan brutal sedangkan Sitha seakan tak peduli malah wanita itu ikut melakukannya dengan binal. Peluh telah membasahi tubuh mereka berdua, kenikmatan dan gairah berkejaran membuat kedua insan tersebut lupa akan segala hal yang penting hanya melampiaskan nafsu yang terus naik menuju puncak hingga Sitha dan Ilham akhirnya bersamaan merintih dan mengerang. Body mereka mengejang dan tersentak. Ilham meng out kan percintaan mereka di sarangnya tanpa ada protes dari wanita itu. Sitha seakan lupa karena terlalu meresapi kenikmatan yang melanda dirinya.


Dengan body lemas Sitha bersandar di dada bidang Ilham. Wanita merasakan wet sekali di sana yang terus out akibat ulah Ilham.


"Semua ini milikku, Sayang," ucap Ilham parau sambil dengan nakalnya hand nya memainkan dedek serta gun bergantian.

__ADS_1


"Aaaas, Udah, Ham. Aku gak sanggup lagi," desah Sitha.


"Ini selesai kalo aku yang menginginkan selesai, Sayang. Kamu masih dihukum." bisik Ilham ditelinga Sitha sambil dengan kuat pemuda itu mengangkat body Sitha yang sudah lemas agar berhadapan dengannya. Wanita itu mengerang lirih ketika merasakan si jun out dari sarangnya. Terasa ada yang kosong di dalam sana. Percintaan mereka sudah kemana mana.


Sitha dengan manja memeluk tubuh Ilham dengan erat. Sambil wanita itu menciumi leher pemuda itu.


"Maafin aku, Sayang. Aku tidak bermaksud berkata sepeti itu," ucap Sitha berusaha membuat Ilham mengerti dan tidak meneruskan rencana gilanya.


Wanita itu saja sekarang sudah merasa lemas dan sakit serta ngilu, apalagi kalo Ilham mewujudkan keinginannya bisa bisa dia besok tidak bisa bangun lagi.


Ilham dengan mantap memegang dagu Sitha dan mengangkatnya agar mereka bertatapan.


"Aku ingin kamu mengganti pengacara itu!'' kata Ilham dengan tegas.


"Tapi, Ham, aku tidak bisa seenaknya menggantinya begitu saja. Nanti apa yang harus aku katakan kepada Mas Bayu? Aku---'' Sitha langsung terdiam ketika melihat raut wajah Ilham yang langsung berubah ketika dia menyebutkan nama Bayu.


"Mas?! Kamu panggil lelaki itu Mas?!" sentak Ilham emosi yang membuat Sitha langsung kaget. Pemuda itu tiba tiba berdiri hingga membuat Sitha yang duduk di pangkuannya hampir saja terjatuh. Wanita itu langsung mundur menjauhi Ilham.


"Aku mau kamu ganti pengacara, apa sih susahnya?!''


"Tapi, Ham, aku tidak bisa seenaknya begitu," jawab Sitha masih berusaha untuk menenangkannya.


Ilham langsung menarik lengan Sitha dan ******* bibir wanita itu dengan ganas dan brutal hingga membuat lips wanita itu terasa kebas dan sedikit bengkak dengan saliva yang kemana mana.


"Kalo itu yang kamu inginkan, persiapkan dirimu malam ini!'' ucap Ilham pelan sembari menatap tajam ke mata Sitha.


Pemuda itu langsung memanggul body Sitha seperti sekarung beras hingga membuat wanita itu menjerit jerit.


"Jangan, Ham. Kita bisa bicarakan ini baik baik. Aku juga tidak ada apa apa dengan pengacara itu." kata Sitha sembari terus berontak.


"Turunkan aku!" teriak Sitha tetapi tidak dipedulikan oleh Ilham. Pemuda itu terus melangkah dengan mantap menuju ke kamar tidur.


Sedangkan Sitha yang berada di bahu Ilham merasakan debaran yang begitu kuat. Wanita itu antara takut dan keinginan untuk merasakan kenikmatan berjalan beriringan hingga akhirnya dia pasrah saja ketika Ilham membuat pintu kamarnya dan melangkah masuk ke dalam.


Pintu tertutup dengan suara nyaring, dan malam akan terasa panjang bagi Sitha.

__ADS_1


__ADS_2