
"Ya Allah, Nak... Apa benar Sitha belum bercerai dari suaminya?" tanya Indah menatap Ilham.
"Iya, Ma. Sitha masih dalam proses perceraian." sahut Ilham pelan.
Ilham memandangi anaknya dengan tatapan sedih, bagaimana bisa anaknya jatuh cinta dengan istri orang, pantas saja suaminya begitu marah kepada anak semata wayangnya itu.
"Pa... Ma.... Tolonglah restui kami berdua," mohon Ilham kepada orang tuanya.
"Pa..." ucap Indah lembut sambil menatap suaminya memohon agar suaminya mau menerima Ilham dan Sitha bersama karena bagaimana pun wanita itu memikirkan cucu yang di kandung oleh Sitha.
"Baiklah, Papa akan merestui hubungan kalian berdua tapi papa minta kamu menahan diri sampai Sitha menyelesaikan perceraiannya, papa tidak mau ada skandal arau gosip aneh yang bisa mempermalukan keluarga kita," kata Rudi akhirnya merestui hubungan Ilham dan Sitha.
"Terima kasih, Pa." sahut Ilham senyum sumringah, akhirnya papanya merestui hubungannya dengan Sitha.
"Sini mama bantu mengobati luka kamu, Nak." ucap Indah sambil membantu anaknya itu berdiri.
"Tidak usah, Ma. Biar Ilham sendiri aja. Ilham tidak apa apa." jawab Ilham.
"Bawa Sitha ke rumah kita dan berkenalan dengan papa," kata Rudi kepada Ilham. Pria itu penasaran ingin melihat wanita yang bisa menaklukkan hati anaknya sampai sedemikian rupa.
"Iya, Pa. Ilham janji akan mengenalkan Sitha ke papa."
"Ya sudah obatin luka kamu. Papa tidak akan minta maaf untuk itu karena papa merasa kamu memang pantas menerimanya." tegas Rudi menatap anaknya itu.
"Iya, Pa. Ilham tau itu. Ilham ke kamar dulu." ucap Ilham dan pemuda itu lalu keluar dari ruang kerja papanya dengan perasaan yang begitu senang dan bahagia. Sakit akibat pukulan papanya saja sudah tidak di rasakannya lagi karena begitu senangnya dia.
Akhirnya dia bisa bersama Sitha setelah wanita itu resmi bercerai dan mereka bisa segera menikah.
Sementara itu Rudi dan Indah masih berada di ruang kerja papanya itu. Suami istri itu sedang duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Indah sedang bersandar di dada suaminya.
"Kamu terlalu keras dengan anak kita." ucap Indah lirih.
"Papa keras karena papa sayang sama anak kita, Ma. Lagian anak kamu itu bagaiman bisa mencintai istri orang dan malah nekad menghamilinya juga!'' sahut Rudi keras.
"Aku rasa dia keturunan kamu, Pa." ujar Indah sambil mengelus elus dada pria yang dicintainya itu.
"Apa maksudmu, Sayang?'' tanya Rudi sambil mengapit dagu istrinya agar menatapnya.
__ADS_1
"Karena apa yang dilakukan oleh Ilham juga dilakukan oleh kamu dulu. Kamu merebut aku dari tunanganku," sahut Indah sambil tersenyum manis.
Rudi tertawa ketika mengingat kisah cintanya dengan wanita yang berada di pelukannya itu. Wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sekarang dan pasti masih terlihat cantik ketika mereka telah menjadi kakek nenek karena sepertinya sebentar lagi mereka akan mendapat cucu pertama mereka.
"Aku mencintaimu, Indah." ucap Rudi mesra.
"Aku juga mencintaimu, Pa." bisik Indah.
Rudi menunduk dan mencium mesra bibir istrinya itu dan pasangan suami istri itu berakhir dengan memadu kasih. Memang betul yang dikatakan Indah bahwa suaminya itu sama persis dengan anaknya, kelakuan di ranjang juga tak kalah seperti Ilham. Rudi sudah langsung melahap istrinya itu.
"Pa...." desah Indah pasrah.
Suami istri itu seakan terlupakan masalah anaknya itu. Tak lama kemudian terdengar suara ******* dan erangan dari ruang kerja itu.
********
Ilham masuk ke dalam kamarnya dengan hati bahagia, akhirnya jalan menuju kebahagiaan bersama Sitha sebentar lagi akan tercapai. Orang tuanya sudah merestui hubungan mereka. Sekarang tinggal perceraian Sitha yang harus segera diselesaikan.
Pemuda itu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ilham melihat wajahnya di depan kaca yang terdapat di dalam kamar mandi. Sudah terlihat memar di bagian wajahnya. Rupanya pukulan papanya masih kuat walau sudah paruh baya.
Setelah selesai mandi, pemuda itu keluar dan mengambil ponselnya dengan maksud untuk menelepon kekasih hatinya Sitha. Pemuda itu tahu kalo Sitha meminta mereka untuk tidak bertemu dulu tapi itu karena sebelumnya mamanya yang menyuruh melakukan hal itu dan sekarang setelah orang tuanya merestui mereka tentu saja Ilham harus bertemu dengan Sitha untuk menyampaikan kabar bahagia ini kepada wanita yang dicintainya itu.
********
"Tha, Mas mau ngomong sesuatu." ucap Bayi setelah selesai makan.
"Ngomong apa, Mas?'' tanya Sitha.
"Dari awal ketemu kamu, Mas sudah menyukaimu---" tatapnya.
"Maaf, Mas. Sitha tidak bisa," sahut Sitha langsung memotong ucapan Bayu.
"Kenapa? Apa karena sudah ada seseorang yang mengisi hati kamu?'' tanya Bayu.
"Bagaimana Mas bisa tau?'' tanya Sitha pelan.
"Aku pernah melihat kamu berduaan dengan seorang pria masuk ke dalam kamar hotel dan kalian terlihat begitu mesra." sahut Bayu dengan lugas.
__ADS_1
Sitha yang mendengar ucapan Bayu langsung memerah wajahnya, berarti pria itu sudah mengetahui perselingkuhannya juga. Pasti Bayu berpikir bahwa dirinya tidak jauh berbeda dengan Reza karena sama sama selingkuh.
"Apa pria itu kekasih kamu?'' tanya Bayu lagi ketika Sitha hanya diam tak bicara.
"Iya, Mas. Yang Mas lihat itu benar kekasih Sitha. Pria itulah yang membantu Sitha agar tidak terpuruk setelah mengetahui perselingkuhan Reza dengan adik Sitha sendiri." jelas Sitha.
"Kamu mencintainya, Tha?''
"Iya, Sitha sangat mencintainya."
"Apa tidak ada harapan lagi buat Mas untuk mengisi hati kamu?''
"Maaf, Mas." sahut Sitha pelan menatap Bayu dengan pandangan sendu.
Bayu hanya bisa menghela nafas pelan. Rupanya ia telah terlambat. Sitha sudah mencintai orang lain, mungkin wanita itu memang bukan jodohnya.
"Mas akan usahakan agar proses perceraian kamu lebih cepat selesai, tadi kamu bilang kalo Reza sudah menyetujui perceraian kalian berarti prosesnya sudah lebih mudah," kata Bayu yang akhirnya menerima kalo dirinya sudah terlambat untuk memiliki Sitha. Pria itu ikhlas melepas Sitha asal wanita itu bahagia.
"Terima kasih Mas atas bantuannya." sahut Sitha lega karena Bayu masih mau membantu proses perceraiannya walaupun dia telah menolak perasaan Bayu. Ternyata pria itu benar benar pria yang baik.
"Sama sama, Tha. Mas usahakan agar dalam sebulan ini proses perceraiannya sudah selesai."
"Terima kasih banyak, Mas."
"Sudah malam, Tha. Sebaiknya Mas antar kamu pulang," ujar Bayu.
"Iya, Mas. Tapi Sitha permisi ke toilet dulu boleh, Mas?'' kata Sitha minta ijin.
"Iya, boleh. Lurus aja terus ke ujung ruangan ini."
Sitha pergi ke toilet dan meninggalkan tas nya di kursi meja makan. Tak lama setelah Sitha ke toilet terdengar suara ponselnya berbunyi dari dalam tas nya.
Bayu yang mendengar suara ponsel Sitha menjadi penasaran dan mengambil tas Sitha. Pria itu lalu mengeluarkan ponsel Sitha dari dalam tas nya dan melihat siapa yang menelpon wanita itu.
Terlihat nama love tertulis di layar ponsel Sitha. Bayu semakin penasaran ketika ponsel tersebut kembali berbunyi lagi setelah tadi tidak diangkat.
Dengan spontan Bayu menekan tombol hijau di layar ponsel itu.
__ADS_1
"Halo?''