
Sitha hanya tersenyum nakal ketika mendengar ucapan Ilham. Dengan sengaja wanita itu malah melemparkan cdnya yang lembab ke arah Ilham. Pemuda itu langsung meraih dan menciumnya. Seketika aroma hasrat Sitha masuk ke penciuman Ilham yang semakin membuat pemuda itu bernafsu.
Sitha yang mengetahui kalo Ilham tampaknya sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, segera mendekati pemuda itu.
Tanpa malu lagi, Ditha langsung bersimpuh di depan si jun. Hans Sitha mengelusnya dengan lembut sedangkan toungenya mulai bereaksi untuk memuaskannya. Menikmati setiap yang ada di sana.
"Ough! Hemph! Wet in dulu, Sayang...." ucap Ilham meracau.
Sitja yang mengerti maksud pemuda itu langsung melakukannya agar lebih mantap dan cling ketika di elus. Sambil melakukan itu, Ilham mengerang keras dan nikmat.
"Aaaa.... Terus, Sayang!''
Sitha semakin bersemangat untuk memberikan kenikmatan kepada Ilham. Dengan penuh nafsu wanita itu mengarahkan si jun ke mouth nya sampai akhirnya wanita itu tak mampu melakukan semuanya karena begitu long dan big.
Setelah membiarkan si jun sejenak di sana, Sitha mulai sip and suck si jun. His head was moving up and down rapidly.
Nikmat luar biasa dirasakan oleh Ilham. Tangan Ilham Menggenggam rambut Sitha dan sedikit menahan wanita itu agar lebih dalam lagi untuk berolahraga mouth nya di sana.
Wanita itu seketika tersedak seketika merasakan si jun. Ilham yang merasakan nikmat semakin bersemangat untuk merasakan kembali sehingga pemuda itu malah mengangkat hips nya dengan cepat di mouth Sitha.
"Aaarrghh.... Sayang...." erang Ilham nikmat.
Sitha tak bisa lagi menahan gerakan liar dari Ilham. Wanita itu berusaha untuk melepaskan diri dengan memukuli thigh pemuda itu bahkan Sitha sampai mencakar thigh Ilham karena berusaha mendorong pria itu. Tetap saja seolah Ilham tak peduli karena sibuk dengan kenikmatan yang luar biasa ia alami.
__ADS_1
Sitha's saliva was dripping from the corners of her lips bahkan sebagian sudah ada di thigh Ilham. Beberapa kali wanita itu batuk dan tersedak dan akhirnya Sitha hanya bisa pasrah menerima gencarnya aksi Ilham. Hingga akhirnya Sitha merasakan kembali bahwa si Jun sudah mencapai puncak kenikmatannya.
Sitha kecapean, karena Ilham tetap tak mau berhenti membuat wanita itu akhirnya terpaksa melahap semuanya tanpa sisa.
"Aarrgghh.... Gila, Sayang....selalu nikmat dengan kamu," erang Ilham dengan body yang masih tak karuan.
Setelah pencapaian yang dashyat, Ilham baru sadar apa yang telah ia lakukan kepada Sitha.
Depan cepat Ilham langsung melepasnya, yang sudah tak karuan di sana. Terdengar suara Sitha yang capek dan batuk sehingga Ilham langsung menarik lengannya untuk berdiri.
"Maafkan aku, Sayang.... Aku gak bermaksud begitu," ucap Ilham. Pemuda itu sibuk mengelus wajah dan mouth Sitha dengan lembut. Dia melihat mata Sitha sudah berkaca kaca.
"Sayang, aku benar benar minta maaf. Aku tadi tidak sadar karena terlalu----"
Sitha yang melihat Ilham marah dan mengutuk dirinya sendiri hanya tersenyum. Dengan melihat Ilham begitu semakin membuat cinta wanita itu semakin bertambah.
"Aku gak apa apa," sahut Sitha pelan, wanita itu memeluk tubuh Ilham dengan erat.
"Aku gak apa apa," kata Sitha lagi sambil mengelus elus punggung pemuda itu, dia tahu bahwa Ilham memang menyesali perbuatannya itu.
"Maafkan aku, Sayang.... Seharusnya aku tidak memperlakukanmu seperti tadi,"
"Aku mencintaimu, Ilham. Tolong jangan minta maaf. Aku juga ingin memberikan kenikmatan kepadamu. Aku tadi hanya belum terbiasa seperti itu," lirih Sitha.
__ADS_1
Ilham melepaskan pelukannya. Mereka berdua bertatapan dengan mesra.
"Jadi masih boleh kalo lain kali?'' tanya ilham tersenyum menggoda.
Mendengar ucapan Ilham membuat Sitha menjadi canggung dan malu, wajahnya memerah dan dia menganggukkan kepalanya. Ilham langsung tertawa bahagia sambil mendekap erat tubuh wanita itu.
"Kata orang itu vitamin, Sayang," bisik Ilham di telinga Sitha. Teriak kesakitan langsung terdengar dari mulut Ilham ketika Sitha mencubit perutnya.
"Aduh, Sayang.... Suka sekali nyubitin aku, bisa bisa seluruh tubuhku biru karena cubitan kamu," gerutu Ilham.
"Habisnya kamu tuh cabul bangat!" ucap Sitha melotot.
''Tapi kan kamu juga suka," sahut Ilham yang tidak mau kalah dan mencium bibir Sitha dengan mesra.
Ciuman yang awalanya penuh kemesraan kemudian berubah menjadi ciuman panas dan liar.
Sitha dengan nakal melompat ke pelukan Ilham. Ilham yang sedikit kaget dan tidak tahu apa yang akan dilakukan wanita itu sedikit oleh, untung saja pemuda itu sigap hingga tidak membuat mereka berdua tersungkur di lantai.
"Sayang, kamu tuh kalo mau digendong ngomong dong, kan gak lucu kalo kita berdua tersungkur di lantai," gerutu Ilham.
Sitha tertawa bahagia mendengar ucapan Ilham. Wanita itu benar benar bahagia. Setelah perselingkuhan Reza dan Mila yang membuatnya sakit hati, ternyata dia bisa mendapatkan cinta yang baru lagi. Cinta yang membuatnya berubah menjadi sosok wanita baru.
Sitha hanya berharap semoga dia dan Ilham bisa bersama selamanya.
__ADS_1