Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 32


__ADS_3

"Sama sama, Tha. Oh ya, nanti malam kamu ada acara gak?'' tanya Bayu yang langsung mengalihkan ke pertanyaan yang bersifat pribadi.


Sewaktu Bayu menanyakan pertanyaan itu kepada Sitha, bertepatan saat Ilham melangkah ke arah meja mereka. Wajah pemuda itu semakin tegang ketika mendengar perkataan pengacara itu.


Sitha yang mengetahui kalo Ilham mungkin bisa mendengar perkataan Bayu langsung was was. Apalagi kalo wanita itu melihat gestur tubuh Ilham terlihat tegang dan wajahnya terlihat sangat kaku seperti menahan amarahnya.


Saat Ilham melewati meja Sitha, pemuda itu sengaja meremas bahu Sitha dengan cepat tanpa disadari oleh Bayu dan rekan kerjanya. Wanita itu meringis sedikit sakit dan untung saja Bayu tidak melihatnya. Sitha bisa merasa kalo remasan Ilham begitu kuat di bahunya. Pasti sebentar lagi bahunya akan memar.


Wanita itu tahu kalo Ilham sedang memberikan peringatan kepadanya. Dan Sitha juga tahu hukuman yang mungkin didapatkan olehnya. Bisa bisa setelah mendapat hukuman dari Ilham, dia jadi kesusahan jalan karena ngilu di daerah dedek.


"Maaf aku gak bisa, Mas," ucap Sitha yang menolak ajakan dari Bayu. Wanita itu juga tidak mau memberikan harapan kepada Bayu. Sitha akui Bayu adalah pria tampan dan gagah tetapi hatinya sudah diisi oleh seseorang yang berada bersamanya sewaktu dia terpuruk karena perselingkuhan Reza.


"Mungkin lain kali ya," ucap Bayu yang masih tidak mau menyerah.


"Maaf, Mas. Tapi aku benar benar gak bisa menerima ajakan Mas Bayu. Sitha maunya kita berhubungan secara profesional saja, sekali lagi maafkan Sitha," kata Sitha berusaha membuat Bayu mengerti.


"Iya, Tha. Tidak apa apa, Maaf, apa sudah ada orang lain yang mengisi hatimu?''


Sitha terdiam mendengar pertanyaan Bayu itu. Wanita itu bingung harus menjawab apa karena kalo dia berterus terang, takutnya Bayu berpikir negatif kepadanya tetapi kalo dia menghindar malah akan membuat Bayu semakin gencar mendekatinya.


"Maaf, Mas."


"Udah, tidak apa apa. Tidak usah bilang apa apa, aku mengerti. Tak perlu cerita," ucap Bayu yang mengerti betapa sulit Sitha untuk bercerita.

__ADS_1


"Tapi Mas masih boleh kan mendekatimu, Tha?'' lanjutnya masih penuh harap.


"Mas Bayu!'' sentak Sitha putus asa membuat Bayu mengerti.


Bayu tertawa melihat tingkat Sitha yang kesal. Pria itu benar benar senang bisa melihat dan bertemu dengan Sitha lagi. Biarpun ia tahu kalo kemungkinan kecil masih ada harapannya untuk mendekati Sitha tapi pasti masih ada jalan kalo mereka ditakdirkan untuk bersama.


########


Sitha baru saja sampai diparkiran apartemen Ilham. Wanita itu keluar dari mobilnya dengan perasaan deg deg an. Antara rasa takut dan berdebar. Sitha tahu setelah Ilham melihatnya berduaan dengan Bayu tadi siang, pasti pemuda itu cemburu. Wanita itu masih teringat akan kejadian sewaktu Ilham cemburu kepada Reza membuatnya semakin berdebar debar.


Entah kenapa kalo melihat Ilham sedang cemburu dan posesif terhadap dirinya, malah membuat Sitha bahagia karena merasa begitu dicintai. Itu berarti Ilham takut kehilangan dirinya.


Dengan perlahan Sitha melangkah ke arah lift untuk menuju ke unit apartemen Ilham. Sitha belum tahu apakah pemuda itu sudah pulang dari kantornya atau belum. Sitha berharap Ilham masih di kantor agar dirinya bisa mempersiapkan diri. Sambil menunggu di depan lift wanita itu sibuk dengan ponselnya.


Sitha kaget dan langsung memberontak, melepas pelukan itu karena mengira ada seseorang yang sudah berani melakukan pelecahan terhadapnya. Dengan kuat tubuh Sitha di dorong ke dinding lift. Wanita itu berniat untuk berteriak minta tolong tetapi suaranya tenggelam dengan ******* ganas yang di lakukan oleh orang tersebut saat matanya ditutupi. Tounge nya masuk ke dalam mouth dan menjelajahi rongga mouth wanita itu.


Tangan Sitha berusaha mendorong tubuh orang itu, tetapi wanita itu malah tak bisa berkutik ketika kedua tangannya dicekal dengan erat dan diangkat ke atas kepala pria itu.


Sitha semakin panik ketika kedua kakinya juga dihimpit dengan kaki kokoh pria itu. Sitha berusaha untuk memalingkan wajahnya tetapi dicengkeram dengan kuat. Wanita itu begitu terbelalak ketika melihat wajah orang itu. Dan ketika sudah tahu siapa yang menyerangnya, tubuh Sitha langsung lemas dan pasrah. Perasaan lega langsung menghampiri wanita itu. Usahanya untuk memberontak berhenti dan malah sebisa mungkin membalas ciuman ganas itu.


Betapa leganya Sitha ketika mengetahui orang yang menyerangnya dengan penuh nafsu adalah Ilham. Sitha malah langsung membalas ciuman brutal Ilham yang begitu liar. Sitha bisa merasakan kemarahan dalam ciuman pemuda itu hingga membuat wanita itu hanya bisa pasrah menerimanya.


Setelah beberapa saat, Ilham menghentikan ciumannya dan terdengar suara nafas tersengal di keduanya.

__ADS_1


"Kamu pasti tahu apa kesalahanmu, Sayang!" bisik parau Ilham di telinga Sitha lalu menggelitiki daun telinga wanita itu.


Pemuda itu lalu dengan nakalnya menjelajahi body Sitha. Meremas gun yang masih tertutup rapat.


"Ilham, masih di dalam lift! Bentak Sitha berusaha membuat Ilham sadar kalo mereka masih berada di tempat umum.


Tetapi Ilham seolah tak peduli dan malah sibuk melepas kancing blouse yang dikenakan wanita itu hingga sudah memperlihatkan penampakan si gun di sana. Pemuda itu malah sibuk menciumi dada montok Sitha.


"Ham, tolonglah jangan disini!'' mohon Sitha ketika hand Ilham sudah menuju dedek dan berusaha menurunkan cd nya.


Terdengar suara sobekan kain tipis cd yang di tarik Ilham. Dan pemuda itu akhirnya melepaskan tangan Sitha yang sedari tadi di genggamnya. Ilham mengangkat tubuh Sitha dan menyenderkan body nya di dinding lift dan hendak langsung melakukan pemanasannya.


Pemuda itu tidak mau buang buang waktu lagi dsn langsung mempertemukan adik mereka masing masing tanpa menanyakan kesiapan wanita itu.


"Ough.... Pelan, Ham!" rintihan Sitha terdengar. Dedek belum siap menerima si jun karena belum terlaku wet hingga terasa ngilu dan sakit ketika si jun di paksa masuk olehnya.


Tetapi rupanya Ilham tidak peduli dengan itu, dia dengan gencarnya langsung melakukan olahraganya itu, wanita itu hanya bisa pasrah menerima serangan serangan olahraga dari Ilham. Wanita itu merangkul leher Ilham dan memeluknya erat.


Sitha bisa merasakan kesesakan yang terjadi di sana akibat si jun yang masuk lebih dalam lagi.


Sitha terus merintih dan meringis, membuat Ilham lebih leluasa untuk memberikan ciuman ciuman kenikmatan di lehernya, tanda cinta tersebar di sepanjang lehernya.


"Ouh.... Ilham....Ak--aku.... Arghh!!!" jerit Sitha yang mendapatkan puncak kenikmatan pertamanya.

__ADS_1


__ADS_2