Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 53


__ADS_3

"Halo?''


"Halo, siapa ini? Sitha mana?'' ketus Ilham saat mendengar suara laki laki yang menjawab ponsel wanitanya itu.


"Sitha nya lagi di toilet."


"Siapa anda? Kenapa ponsel Sitha ada di tangan kamu?''


"Saya Bayu."


"Pengacara yang mengurus perceraian Sitha?"


"Iya, ternyata Sitha sudah menceritakan tentang saya?,"


"Apa yang kalian berdua lakukan? Dimana kalian?''


"Kami baru saja selesai makan malam dan saya baru saja bermaksud untuk mengantarkan Sitha pulang." jawab Bayu begitu santai.


Bayu tidak mengatakan kalo mereka sedang berada di apartemennya karena Bayu merasa kekasih Sitha itu seorang pria yang posesif, itu sudah terdengar dari nada suaranya di telepon yang terlihat marah ketika mengetahui Bayu yang mengangkat telepon darinya.


Bayu melihat Sitha keluar dari dalam toilet. Wanita itu sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat Bayi sedang berbicara di telepon dan ponsel yang dipegang pria itu adalah ponsel miliknya.


"Telepon dari kekasih kamu, sepertinya pria itu posesif sekali ya," ucap Bayu sambil tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya yang memegang ponsel Sitha.


"Duh, kenapa diangkat, Mas," sahut Sitha ketar ketir menerima ponselnya kembali dan langsung menjawab Ilham.


"Halo...." kata Sitha sedikit pelan.


"Kenapa bisa kamu makan malam dengan pengacara itu tidak bilang samaku?!''


"Kalo Sitha bilang pasti Mas tidak mengijinkan."


"Kamu tau itu dan masih pergi? Dimana kamu biar Mas jemput!''


"Sitha cuma bahas tentang perceraian Sitha. Enggak usah Mas nanti biar Mas Bayu yang antar Sitha ke butik."


Sitha tidak mungkin bilang mau kalo dijemput oleh Ilham karena kalo pemuda itu sampe tahu kalo Sitha makan malam di apartemen Bayu, bisa bisa pemuda itu berkelahi dengan Bayu.


"Biar Mas jemput kamu, Sayang!''

__ADS_1


"Enggak usah, Mas. Biar Sitha di antar sama Mas Bayu aja. Lagian juga kita belum boleh bertemu."


"Aku akan tunggu kamu di butik, Sayang. Ada yang harus kita bicarakan. Suruh pria itu segera mengantarkan kamu!''


"Iya..."


Sitha menghela nafas dan menatap Bayu yang juga sedang memperhatikan dirinya. Pris itu tersenyum lebar.


"Kekasihmu itu cemburuan sekali," ucap Bayu.


"Dan Mas juga sengaja membuat dia semakin cemburu." sahut Sitha dengan ketus.


Bayu tertawa lepas mendengar ucapan Sitha. Pria itu merasa di sudut hatinya masih ada yang kosong ketika di tolak oleh Sitha tetapi Bayu bukan pria picik dan menerimanya karena dari awal ia juga kalo Sitha tidak akan bisa menjadi miliknya karena dari awal wanita itu sudah menolaknya.


"Ayo, Mas antarkan kamu ke butik." ucap Bayu dan melangkah menuju ke pintu apartemen.


"Terima kasih atas makan malamnya, Sitha yakin Mas nanti pasti akan bertemu dengan wanita yang lebih baik dari Sitha." sahut Sitha yang mengikuti langkah Bayu keluar.


"Amin, semoga saja." sahut Bayu mengamini ucapan Sitha.


"Mas akan terus kabari perkembangan proses perceraian kamu, Tha." kata Bayu setelah mereka berada di dalam mobil menuju ke butiknya.


Sepanjang perjalanan menuju ke Butik, Sitha dan Bayu banyak mengobrol santai. Sitha senang karena Bayu begitu dewasa menerima penolakannya. Dan Bayu juga senang ketika Sitha ternyata lawan ngobrol yang asik juga. Pria itu memutuskan untuk tetap menjadi sahabat Sitha walaupun perasaannya telah di tolak.


Sesampainya di depan butik, Sitha melihat mobil Ilham sudah terparkir di sana. Dengan perasaan berdebar, wanita itu keluar di ikuti dengan Bayu yang juga keluar dari mobilnya. Pria itu penasaran dengan kekasih Sitha karena sewaktu di hotel Bayu hanya bisa melihat sekilas pria itu.


Ilham telah bersandar di depan mobilnya dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Pemuda itu melihat sosok pengacara Sitha yang berjalan di samping kekasihnya itu.


Tidak jauh dari depan Ilham, Sitha baru melihat wajah Ilham yang terlihat babak belur seperti habis dipukuli orang membuat langsung bergegas mendekati kekasihnya itu.


"Ya Allah, Mas... Apa yang terjadi? Kenapa dengan wajah Mas?'' tanya Sitha panik.


"Aku tidak apa apa, Sayang." sahut Ilham dan merangkul pinggang Sitha dengan posesif sambil melihat ke arah Bayu yang telah berdiri dihadapannya.


"Saya Ilham tunangan Sitha." ucap Ilham sambil mengulurkan tangannya.


Bayu menatap Ilham sambil tersenyum. Bayu melihat betapa posesifnya pria yang berdiri di hadapannya itu. Berani juga dia mengatakan kalo dirinya tunangan sitha padahal wanita itu saja belum resmi bercerai.


"Saya Bayu, pengacara Sitha." sahut Bayu menyambut uluran tangan Ilham. Bayu sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat wajah Ilham yang terlihat memar tapi pria itu tidak mau ikut campur.

__ADS_1


Inilah perkenalan mereka untuk pertama kalinya. Kedua pria yang sama sama mencintai Sitha itu seakan mengamati saingan mereka masing masing. Apalagi Ilham yang sampai sekarang masih cemburu berat dengan Bayu.


"Senang berkenalan dengan anda, Ilham. Karena sudah malam, saya mau langsung pulang aja." kata Bayu.


"Terima kasih atas makan malamnya, Mas." kata Sitha yang masih berada dalam rangkulan Ilham.


"Sama sama, Tha. Nanti Mas akan kabarin kelanjutan perceraian kamu ya."


"Iya, Mas. Sitha tunggu, semoga segera cepat selesai. Hati hati ya, Mas."


Bayu mengangguk dan masuk kedalam mobilnya. Sebelum menjalankan mobilnya, Bayu sempat menatap ke arah Sitha sebentar yang masih berdiri di parkiran bersama dengan Ilham. Pria itu hanya tersenyum tipis dan menghapus harapannya untuk bisa bersama dengan Sitha.


Kedua sejoli itu masih berada di parkiran memperhatikan mobil Bayu yang sudah meninggalkan mereka hingga sampai tidak terlihat.


"Apa yang terjadi, Mas? Kenapa dengan wajah kamu?" tanya Sitha khawatir sambil mengelus pelan wajah Ilham yang terlihat memar.


"Kita bicara di dalam aja," jawab Ilham mengajak Sitha untuk masuk ke dalam butik.


Setelah sudah masuk ke dalam butik, Ilham langsung menarik tubuh Sitha masuk ke dalam pelukannya dan mengecup bibir wanita itu dengan liar. Tetapi hanya sesaat saja ******* itu terjadi karena Ilham melepaskan ciumannya sambil meringis sakit.


"Sial!" desis Ilham sambil memegang bibirnya yang robek karena pukulan papanya.


"Sakit ya, Mas?'' tanya Sitha sambil memperhatikan Ilham yang sedang meringis kesakitan.


"Iya sakit, Sayang."


"Karena apa?'' tatap Sitha melihat Ilham.


"Papa yang mukul aku."


"Apa? Kenapa? Orang tua Mas tidak menyetujui hubungan kita ya?'' tanya Sitha begitu panik dan sedih saat mengetahui bahwa papanya lah yang melakukan itu untuk Ilham.


"Aku akan ceritakan yang sebenarnya, tapi nanti. Sekarang kenapa kamu tidak bilang kalo kamu ketemuan sama Bayu?!" ketus Ilham.


"Kalo Sitha bilang, Mas pasti tidak akan mengijinkan Sitha pergi," ucap Sitha dengan nada manja.


"Iya, aku pasti tidak akan mengijinkan karena kamu berduaan saja dengan pria itu!" sahut Ilham keras.


"Kemana kalian? Kenapa kamu tidak mau Mas menjemput kamu?!''

__ADS_1


__ADS_2