Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 33


__ADS_3

"Ouh.... Ilham....Ak--aku.... Arghh!!!" jerit Sitha yang mendapatkan puncak kenikmatan pertamanya.


Ilham yang merasakan kuatnya cengkeraman di sana semakin gencar melakukannya. Tubuh wanita itu terlonjak lonjak dengan kuat. Dan akhirnya terdengar erangan dan rintihan dari mereka berdua yang sama sama mendapatkan kenikmatan.


"Jangan.....!!'' rintih Sitha lirih berusaha mencegah Ilham melakukan itu di dalam sana tetapi pemuda itu seolah tak mendengar larangan dari Sitha. Semua yang dilakukan oleh Ilham akhirnya masuk dan Sitha hanya pasrah menerimanya.


Tubuh Ilham tersentak untuk yang terakhir kalinya saat melakukan hasil cinta itu. Pemuda itu sudah bertekad untuk tidak peduli lagi akan larangan wanita itu yang mencegahnya untuk selalu meng out kan di luar saat mereka bercinta. Akan ia buat Sitha hamil anaknya sehingga membuat wanita itu tidak bisa lepas darinya lagi. Karena pemuda itu sadar bahwa Sitha wanita yang berparas cantik dan baik yang pasti akan membuat banyak laki laki yang tertarik kepadanya apalagi ditambah Sitha akan menjadi janda dan tentu saja godaan dari banyak lelaki akan semakin banyak untuk mendekatinya.


Sitha masih bersandar lemar di dalam pelukan Ilham dengan kepala yang tergolek lemas di bahu pemuda itu. Adik mereka berdua masih bersama. Keduanya terdiam seakan meresapi sisa sisa kenikmatan yang baru mereka lalui.


Dengan perlahan Ilham menarik si jun yang masih berada di sangkar kenikmatannya. Hasil cintanya masih terlihat jelas dan perlahan Sitha turun dari gendongan Ilham, wanita itu sedikit oleh karena kedua kakinya masih terasa bergetar lemas dan Ilham langsung dengan cepat menahan tubuh Sitha agar tidak terjatuh.


Sitha langsung membenahi dirinya. Wanita itu berantakan sekali seakan baru saja melakukan hal itu dengan begitu liar dan brutal, nyatanya itu memang baru saja dialaminya. Sedangkan Ilham dengan tenang kembali menarik cd nya.


Pemuda itu kemudian menekan tombol pada lift karena tadi sengaja dia hentikan sewaktu bercinta dengan Sitha lalu pemuda itu menunduk, mengambil cd Sitha yang tergeletak di lantai. Kain tipis itu sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah sobek. Dengan cepat Ilham memasukkannya ke dalam saku celananya.


Bersandar santai, Ilham memperhatikan wanita yang dicintainya itu masih sibuk membenahi penampilannya.


"CD ku?'' tanya Sitha lirih.


"Sudah tidak bisa dipakai lagi." sahut Ilham dengan enteng.


Sitha hanya bisa menghembuskan nafas pelan. Ilham menarik lengan Sitha dan membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukannya. Ciuman liat kembali dilakukan oleh ilham.

__ADS_1


"Aku belum selesai, Sayang!'' bisik Ilham sesaat sebelum pintu lift terbuka lebar.


Sitha sedikit tersentak terkejut ketika ada sepasang suami istri yang sudah paruh baya yang akan masuk ke dalam lift. Wanita itu berusaha melepaskan diri dari pelukan Ilham tetapi pemuda itu mencengkeram erat pinggangnya sehingga membuat sitha hanya bisa pasrah.


Ilham tersenyum lebar kepada pasangan suami istri itu yang memandangi mereka dengan tatapan penuh kecurigaan sedangkan Sitha hanya bisa tertunduk malu. Sambil tetap memeluk tubuh Sitha, Ilham melangkah keluar lift. Sementara Sitha hanya bisa terdiam mengikuti langkah Ilham. Wanita itu masih sibuk berpikir dan khawatir, takut kalo pasangan suami istri tadi bisa mengetahui kalo di dalam lift tadi baru saja terjadi hubungan ****. Sitha takut kalo aroma percintaan mereka masih bisa tercium, takut juga mungkin ada sisa dari percintaan mereka yang tertinggal di sana.


Sedangkan Ilham seakan tidak peduli dan malah pemuda itu seakan menyeret Sitha agar segera melangkah menuju apartemennya.


Sepanjang jalan menuju ke unit apartemennya, perasaan tak karuan dirasakan oleh Sitha. Wanita itu takut tapi seakan juga tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi dengan dirinya setelah di dalam apartemen Ilham. Bahkan Sitha sudah terangsang hebat, dedek kembali wet kembali. Masih sedikit terasa aneh akibat percintaan mereka tadi dan itu membuat hasratnya semakin menggelora.


Sitha meremas genggaman tangan Ilham dengan kuat membuat pemuda itu menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan penuh nafsu.


"Siap siap ya, Sayang! Tak akan aku beri kamu untuk beristirahat malam ini!'' bisik Ilham yang semakin mempercepat langkahnya dan Sitha tersenyum tipis dibelakangnya yang seakan tidak sabar juga untuk menerima hukuman yang akan diberikan oleh Ilham.


Semua itu membuat Ilham sangat khawatir akan perasaan Sitha yang bisa berpaling apalagi kelihatannya wanita itu begitu akrab dengan pengacaranya itu.


Ilham telah sampai di depan apartemennya. Pemuda itu langsung memasukkan kode di pintunya dsn menarik Sitha untuk segera masuk ke dalam.


"Kenapa kamu tidak cerita samaku kalo pengacara kamu seorang pria?!'' tanya Ilham sembari langsung melepaskan jas yang dikenakannya dan melemparkannya ke sembarang asal, begitu juga dasi yang dikenakannya.


"Aku pikir itu bukan masalah penting yang harus diceritakan. Aku hanya menganggapnya sebagai pengacara saja. Dan aku juga kan sudah cerita kalo aku sudah mendapatkan pengacara, Ham." jelas Sitha berusaha membuat Ilham untuk mengerti.


"Aku tau kamu sudah cerita. Tapi kamu tidak cerita kalo pengacaranya seperti itu, Sayang!'' tekan Ilham menatapnya.

__ADS_1


"Seperti apa?'' tatap Sitha balik.


"Pengacara kamu itu masih muda, lelaki dewasa dan----"


"Cukup! Jadi kamu pikir aku akan tergoda sama Mas Bayu karena dia tampan dan mapan?" sentak Sitha kesal. Wanita itu kecewa karena Ilham tidak percaya kepadanya padahal selama ini Sitha sudah memberikan hatinya kepada pemuda itu.


"Kamu bahkan memanggilnya Mas, akrab sekali baru juga kenal sudah langsung memanggilnya begitu," sindir Ilham.


Wanita itu menghela nafas berat, percuma menjelaskannya kepada Ilham kalo dia tidak ada apa apa dengan pengacara itu. Pemuda itu terlalu cemburuan.


"Dasar bocah!'' ketus Sitha lirih.


"Apa kamu bilang, Sayang?!" tanya Ilham dengan wajah yang tegang saat dia mendengar ucapan itu.


"Ngg....nggak, nggak ada apa apa," jawab Sitha gugup. Wanita itu sadar kalo dia sudah salah bicara. Sitha mulai melangkah mundur saat Ilham sudah melangkah mendekatinya.


Laki laki itu melangkah perlahan mendekati Sitha sembari melepaskan yang dikenakannya, tatapan matanya begitu tajam menatap Sitha sehingga membuat wanita itu semakin gugup dan berdebar menanti apa yang akan terjadi.


"Ilham, Udah, Stop....." ucap Sitha lirih sambil terus melangkah mundur dan tiba tiba saja wanita itu berbalik dan lari menuju ke dapur berusaha untuk menghindari Ilham.


Baru saja berlari beberapa langkah, Ilham sudah menarik pinggangnya dan tubuhnya membentur dada bidang Ilham.


"Bersiaplah Sayang, bocah ini yang akan membuat bocah bersamamu!" bisik Ilham ditelinga Sitha membuatnya merinding dan terdiam.

__ADS_1


__ADS_2