Hurt Wife

Hurt Wife
Bab 60


__ADS_3

"Ada apa ini?'' tanya Mila yang melihat Sitha digendong oleh Ilham.


"Ya Allah kak, apa yang terjadi?" tanya Mila yang ikutan panik juga ketika melihat ada darah di kaki kakaknya itu.


"Kita ke rumah sakit sekarang." ucap Ilham panik.


"Biar Mila yang bawa mobilnya." sahut Mila segera mengambil kunci mobil.


Mila segera membuka pintu mobil untuk Ilham yang menggendong Sitha. Sedangkan Uti mamanya langsung duduk di depan. Mereka bergegas menuju ke rumah sakit meninggalkan papanya yang menjaga toko. Pria paruh baya itu begitu menyesali apa yang telah terjadi, karena terbawa emosi malah membuat putrinya harus mengalami kejadian seperti itu. Pria paruh baya itu hanya bisa berdoa dan berharap semoga saja cucunya itu baik baik saja begitu juga dengan Sitha.


Sementara itu, Mila mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Gadis itu berusaha mencari rumah sakit terdekat.


"Sayang, bertahanlah. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit." ucap Ilham sambil mengelus pipi mulus Sitha dengan lembut. Pria itu takut sekali apalagi darah Sitha terus mengalir dan wajahnya yang juga semakin pucat.


"Sakit...." rintih Sitha.


"Mas, Sitha mencintai Mas," ucap Sitha lirih sebelum mata Sitha tertutup karena hilang kesadaran.


"Sayang, Bertahanlah... Tolong jangan lakukan ini padaku!!'' kata Ilham keras sambil tangannya menepuk nepuk pipi Sitha yang telah pucat sekali dan kulit wanita itu terasa dingin. Pemuda itu panik sekali apalagi pendarahan yang dialami Sitha semakin banyak.


"Lebih cepat!" teriak Ilham.


Mila yang mendengar perkataan Ilham langsung melihat keadaan Sitha dari kaca mobil dan melihat situasi semakin parah. Sedangkan Uti mama Sitha sudah menangis meratapi anaknya.


******


Mobil belum berhenti dengan benar ketika Ilham dengan tergesa gesa keluar dari dalam mobil sambil menggendong Sitha yang hilang kesadaran.


Pria itu masuk ke dalam rumah sakit dalam keadaan panik sambil berteriak teriak memanggil dokter dan suster agar segera menolong Sitha.


Suster berlari begitu juga disusul oleh Dokter. Wanita itu langsung ditangani dengan cepat. Sesampainya di depan pintu tindakan, Ilham tidak diperbolehkan masuk dan hanya bisa menunggu di luar saja.

__ADS_1


Ilham bersandar lemas di tembok rumah sakit. Perasaannya kacau dan tidak karuan. Kenapa ini harus terjadi kepadanya. Setelah pria itu merasa bahwa kebahagiaan sudah semakin dekat dengannya bersama Sitha, kenapa mereka kembali lagi harus menghadapi cobaan. Ilham berharap semoga Sitha dan bayinya tidak kenapa kenapa.


"Nak Ilham, Tante tidak tahu harus berkata apa. Tetapi tante hanya bisa berdoa semoga Sitha dan anak yang di kandungnya baik baik saja." ucap Uti sambil menangis. Wanita paruh baya itu benar benar berharap semoga Sitha dan kelangsungannya baik baik saja.


"Saya sangat mencintai anak Tante, kalau terjadi apa apa dengan Sitha, saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri." ucap Ilham pelan. Pria itu tidak menyadari kalo air matanya telah mengalir membasahi pipinya. Ilham untuk pertama kalinya mengeluarkan air mata untuk seseorang yang di cintai.


"Kita berdoa saja semoga semuanya baik baik saja." sahut Uti pelan. Wanita itu menyadari kalo pria yang berdiri disampingnya itu benar benar mencintai putrinya.


"Iya, Tan." jawab Ilham pelan. Pria itu lalu pamit untuk memberi tahu tentang ini kepada orang tuanya. Ilham langsung menelpon mamanya dan Indah berjanji untuk segera datang ke rumah sakit.


Mila yang melihat Ilham begitu mencintai Sitha kakaknya merasa begitu terharu. Ada sedikit terselip rasa iri di hati Mila melihat Sitha mendapatkan seorang lelaki tampan dan gagah yang begitu mencintainya. Apalagi juga Mila tahu sepertinya usia Ilham lebih muda dari kakaknya. Harusnya Ilham lebih cocok dengannya daripada dibanding dengan kakaknya.


Mila mendekati Ilham yang sedang bersandar di tembok rumah sakit. Sambil dengan pelan jemari tangan Mila mengelus lengan Ilham.


"Mas yang tabah ya, Mila yakin kak Sitha pasti baik baik saja." ucap Mila dengan lembut.


"Iya, terima kasih." jawab Ilham pelan.


Baru saja Mila hendak mau merangkul lengan Ilham ketika pria itu beranjak dari tempatnya dan menghampiri sepasang pria dan wanita yang seperti Ilham kenal.


"Apa yang terjadi?'' tanya Rudi yang berdiri disamping Indah istrinya.


Ilham melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah papanya.


"Sitha jatuh dan perutnya terbentur lalu mengalami pendarahan, Pa." sahut Ilham pelan.


"Astagfirullah," ucap Indah kaget.


"Sekarang bagaimana keadaan Sitha?'' tanya Indah begitu panik juga.


"Ilham belum tau, Ma. Karena masih di dalam sedang ditangani oleh dokter." jawab Ilham.

__ADS_1


Uti yang sedari tadi melihat Ilham bersama kedua orang tuanya langsung mendekati mereka.


"Saya Uti, Mamanya Sitha." Uti memperkenalkan dirinya.


"Saya Indah, Mamanya Ilham dan ini Papanya." ucap Indah juga.


"Akhirnya kita semua bertemu disini, tapi dalam suasana yang tidak menyenangkan." ucap Indah pelan.


"Iya, Bu Indah. Saya baru mengetahui perihal hubungan Sitha dengan anak ibu juga baru hari ini." kata Uti.


"Bagaimana keadaan Sitha?'' tiba tiba ada suara seseorang yang berada dari belakang mereka. Ternyata papanya Sitha sudah sampai di rumah sakit.


"Kami belum tahu juga karena Sitha masih ditangani oleh dokter." sahut Uti yang segera menghampiri suaminya.


"Pa, kenalin ini keluarga Nak Ilham." kata Uti memperkenalkan orang tua Ilham kepada suaminya. Akhirnya kedua orang tua Sitha berkenalan dengan orang tua Ilham.


Ilham membiarkan orang tuanya berbincang dengan orang tua Sitha. Pria itu kembali mendekati pintu tempat dimana Sitha ditangani. Ilham terus berdoa semoga Sitha dan bayinya sehat sehat saja.


Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan dokter bersama suster keluar dari dalam ruangan tersebut. Ilham dan kedua orang tuanya bergegas menghampiri dokter itu.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?'' tanya Ilham langsung dengan perasaan cemas. Pria itu sengaja mengatakan Sitha istrinya agar dokter itu tidak berpikir yang macam macam.


Dokter terlihat menghela nafas berat. "Kami sudah berusaha semampunya untuk menolong istri bapak dan bayi yang ada di dalam kandungannya."


Mendengar perkataan Dokter membuat wajah Ilham seketika memucat dan Uti bersama Indah sudah menangis.


"Jadi bagaimana keadaan istri saya, Dok?'' tanya Ilham dengan gemetaran.


"Alhamdulillah, semuanya berhasil kami tangani. Istri bapak baik baik saja dan anak dalam kandungannya bisa selamat dan baik baik saja. Untung saja bapak langsung cepat membawanya kesini dan kalo telat, istri bapak mungkin tidak bisa kami selamatkan. Untuk sekarang, istri bapak benar benar harus bed rest dulu karena pendarahan yang lumayan banyak dan diusahakan jangan mengalami guncangan lagi." kata Dokter menjelaskan kepada Ilham.


"Alhamdulliah, terima kasih banyak, Dok." ucap Ilham lega dan sangat bersyukur bahwa Sitha dan bayinya baik baik saja.

__ADS_1


Indah segera memeluk anaknya Ilham dengan perasaan senang karena Sitha dan cucunya selamat.


Rudi dan papanya Sitha bersalaman dengan lega dan senang. Semua mengucap syukur karena Sitha dan anaknya selamat. Sedangkan Mila berdiri agak jauh memperhatikan semuanya dengan perasaan lega dan juga iri karena sepertinya semua orang menyayangi Sitha apalagi pria yang bernama Ilham itu terlihat begitu mencintai kakaknya.


__ADS_2