
pagi tiba, rasanya susah sekali untuk membuka membuka mata.
aku melihat diriku di cermin, mataku masih sembab. selain itu, Moodku juga masih kurang baik pagi ini.
aku memaksakan diriku untuk tetap bekerja hari ini. aku tidak ingin kurang baik nya Moodku menjadi penghambat ku untuk pergi bekerja..
seperti biasa, selesai mandi aku lanjut untuk membeli sarapan. tidak lupa, aku juga melapisi baju tidur ku dengan jaket.
iya, aku belum berganti pakaian karna masih terlalu pagi.. jadi aku kembali memakai baju tidur.
saat membuka pintu..
"elu.?" tanyaku..
di depan pintu kosanku ada dia. si Dokter itu.
"ngapain lu kesini.. ga puas kemarin ngancurin mood gue hah.?" ucapku.
dia hanya diam. aku perhatikan wajahnya sedikit pucat. aku tidak memperdulikannya, dan langsung mengunci pintu.
"maaf.." ucapnya saat aku sudah beberapa langkah di depannya.
"saya tidak bermaksud untuk seperti itu, dan saya tidak mempunyai niat jahat kepada kamu." jelasnya.
aku membalikan badan dan menghampirinya..
"terus kenapa anda ngikutin saya terus.." tanyaku.
seperti biasa, saat berhadapan seperti ini dia hanya diam..
aku kembali berjalan, dia memegang tanganku.
"saya hanya ingin kenal lebih dekat dengan kamu." ucapnya.
ucapannya membuatku terdiam.
"sudah beberapa hari ini, dan sejak pertemuan pertama kita yang secara tidak sengaja itu. saya benar benar mempunyai ketertarikan untuk kenal kamu lebih jauh lagi." jelasnya..
saat ini aku sedang mencari sarapan, setelah penjelasan yang dia berikan tadi. aku memaafkannya..
ini aku lakukan karna melihat dia sepertinya tulus meminta maaf padaku. dan entah perasaanku saja atau memang benar. dia masih memakai baju yang kemarin, apakah dia belum pulang.?
atau dia menungguku di depan kosan sepanjang malam tadi.? karna wajahnya memang terlihat pucat.
"ayo masuk." ucapku.
aku membawa nya masuk kedalam kosanku, karna rasanya tidak enak dengan yang lain kalau dia berdiri di depan kosanku terus menerus.
"ayo makan." lanjutku.
iya, pagi ini aku membeli 2 bungkus nasi kuning. karna aku tidak tega melihat dia yang sudah pucat pasi.
aku tidak terlalu banyak berbicara dengannya. aku memang sudah memaafkannya. namun dalam hatiku masih ada rasa kesal itu.
__ADS_1
"kamu kerja naik ojek.?" tanyanya.
aku mengangguk sambil memakai sepatu.
"boleh hari ini saya antar kamu ke tempat kerja.?" tawarnya.
"iya sebagai permintaan maaf saya kepada kamu. kalau saya macam macam, kamu boleh teriak.." jelasnya.
aku sedikit mempertimbangkan tawarannya. lumayan untuk menghemat uang saku. jadi aku menerima tawarannya..
"makasih ya.." ucapku setelah aku sampai di tempat kerja.
sedangkan dia sendiri langsung pergi karna harus ke rumah sakit. ya silahkan saja sih, aku juga tidak akan bicara apa apa dan memberi komentar tentang itu.
aku masuk kedalam Resto, dan beraktivitas seperti biasanya.
hari ini walaupun masih pagi tapi Resto sudah lumayan rame. ada beberapa orang anak seusiaku juga.
melihat mereka yang seusiaku bisa berjalan jalan di hari libur sedikit membuatku iri.
karna aku memang belum pernah mengambil libur di hari sabtu dan minggu.
bahkan ketika ada libur di sekolah pun, aku lebih memilih masuk kerja.
"ve, tolong meja 9." aku mengambil nampan berisi beberapa makanan dan minuman itu..
hari sudah siang.. pelanggan silih datang dan berganti, seperti biasa. aku sibuk dengan pesanan untuk para pelanggan Resto.
pesanan demi pesanan aku antarkan ke setiap meja. hingga tidak terasa waktu dah hampir malam, 18.40. ada seorang pelanggan baru datang lagi.
dia.. Dokter itu. iya, dia kesini lagi. tatapan kami saling bertemu.
dia tersenyum kepadaku. aku membalas senyumnya sebagai pelanggan Resto.
kali ini dia tidak memanggilku.. dan Tika yang memberikan menu padanya. tidak seperti hari kemarin, hari ini dia tidak protes dan tidak meminta aku yang harus kesana. ke meja nya.
dia di layani oleh Tika. aku memperhatikan dia yang melepas jas putih nya. mungkin dia baru pulang dari Rumah sakit.
"ve.." ucap mba Rita.
aku menoleh..
"iya mba.." jawabku.
"meja 7." ucapnya sambil memberikan nampan.
aku membawa nampan tersebut dan bergegas ke meja 7. untuk memberikannya kepada pelanggan.
"selamat menikmati, jika ada yang kurang atau mau menambah pesanan bisa angkat tangan aja nanti saya kesini." jelasku ramah.
bisa aku lihat dari ekor mataku, si Dokter itu memperhatikanku.. dia menatapku.
yasudah lah, jika hanya menatap saja itu tidak menjadi masalah untuk ku dan aku juga tidak merasa terganggu..
__ADS_1
malam tiba. waktunya Resto untuk tutup. seperti biasa teman teman ku pulang terlebih dahulu, dan aku.. sama seperti kemarin. memesan ojek online.
"ve.." aku menengok ke arah suara.
Dokter itu berjalan mendekatiku..
"iya kenapa.?" tanyaku.
"boleh saya antar kamu pulang.?" ujarnya.
aku mengerutkan kening dan menatapnya.
"hanya mengantar pulang saja." lanjutnya.
baiklah, karna aku memang belum sempat memesan. jadi aku setuju untuk di antarkan pulang olehnya..
di perjalan pulang kami hanya diam saja. tidak ada obrolan, mungkin dia takut aku marah seperti kemarin atau apapun itu.. aku tidak tahu.
aku teringat, kalau aku belum makan malam..
"em, dok. boleh ga mampir sebentar deket taman buat beli makan.." tanyaku memberanikan diri.
mumpung lagi di jalan pulang lebih baik aku membeli makan sekalian, supaya nanti tidak harus keluar kosan lagi..
"boleh.. mau beli apa, memangnya kamu belum makan.?" tanya nya.
aku menggelengkan kepalaku dan berkata kepadanya kalau aku memang belum sempat makan malam.
"yaudah kamu bilang aja mau beli apa.." tanyanya.
mobil berjalan pelan sekitar Taman, dan agak menepi. sambil aku melihat lihat ada tukang apa saja malam ini.
rasanya sama saja tiap malam juga itu itu juga yang dagang. aku hanya merasa bingung harus makan apa karna aku memang tidak memikirkan sedang ingin makan apa malam ini.. yang penting perutku terisi saja.
"itu aja deh." aku menunjuk sebuah gerobak martabak.
mobil menepi, namun ketika aku akan turun Dokter itu mendahului ku untuk turun dan menyuruhku menunggu di dalam mobil saja.
"manis apa asin.?" tanyanya.
"emm, manis deh." jawabku.
dia menyuruhku untuk menunggu, dan ya aku menurutinya. aku menunggu di dalam mobil..
selang beberapa lama, dia datang menenteng sebuah kresek yang lumayan besar. dan itu isinya martabak semua.
"saya tidak tahu kalau martabak manis itu banyak varian toppingnya.." jelasnya ketika masuk ke dalam mobil.
"jadi saya membeli semua varian martabak manis satu satu.. karna saya gak tahu kamu sukanya apa.." jelasnya.
aku yang terkejut reflek membuka bungkusan kresek tersebut.
dan ternyata benar. isinya martabak manis semua..
__ADS_1