I Love U. DOCTOR!

I Love U. DOCTOR!
VE 20.


__ADS_3

pagi ini sebelum berangkat sekolah, aku menyetrika dulu Jaket Ivan yang sempat dia pinjam padaku waktu itu.


aku berniat membawanya hari ini kesekolah, aku akan mengembalikannya.


sebelum aku kembalikan, Jaketnya harus aku pastikan dalam keadaan bersih dan tentunya aku menyemprotkan sedikit Parfum juga.


"udah siap.?" tanya Indri yang kini sudah ada di kosan.


aku dan Indri kini sudah sampai di sekolah.


Indri menyimpan motor dulu, sedangkan aku langsung naik ke lantai dua untuk pergi ke kelas.


"hai.." ucap Lusi.


"hai.." jawabku.


aku menyimpan tas, dan menggunakan dasi terlebih dahulu. karna ini hari Senin, akan ada upacara.


jadi aku harus mengenakan dasi. biar terlihat lebih rapih.


di kelas belum ada Ivan, bangku nya juga masih kosong. mungkin dia masih dalam perjalanan menuju sekolah.


"ve, kebiasaan lu ninggal gue." kata Indri yang baru saja sampai di kelas.


aku cengengesan dan meminta maaf padanya.


"tas lu ko kayanya penuh banget." tanya Lusi.


belum sempat aku menjawab, Indri menjawab duluan pertanyaan dari Lusi.


"iya itu si ve bawa jaket punya pacarnya." kata Indri.


aku menepuk tangan Indri dan bilang padanya jangan seperti itu, nanti kalau teman teman di kelas mendengar bisa bisa aku di gosipkan berpacaran dengan Ivan.


"yee, emangnya kenapa.. lu suka kan sama dia.?" tanya Indri.


"udah udah, apasih masih pagi juga." kataku.


tidak lama Ivan terlihat memasuki kelas. aku memanggilnya untuk menghampiriku.


"pagi ve.." ucap Ivan.


"iyah, pagi juga." balasku.


aku mengeluarkan Jaket Ivan dan memberikan kepadanya..


"makasih yah van, udah aku cuci dulu ko." ucapku.


"hati hati van, jaket nya wangi kan.?" tanya Lusi.


Ivan mengangguk...


"sengaja itu di pakein parfum ve. biar lu bisa inget terus sama dia.." lanjut Lusi.


aku menegur Lusi, iya aku tau itu hanya sebuah candaan. tapi perkataan Lusi itu sedikit membuatku malu.


karna Lusi memang benar, aku menyemprotkan Parfumku sendiri kepada Jaket Ivan.


Bell berbunyi, kami semua keluar dari kelas. dan pergi ke lapangan untuk upacara.


aku melihat kelas 12 yang datang kelapangan nya sedikit. termasuk aku Lusi dan Indri.


banyak murid laki laki yang bolos sepertinya..


di tambah lagi tidak adanya Vino dan teman temannya.

__ADS_1


upacara selesai, seperti biasa aku ke toilet sebentar. kali ini aku kebelet. bukan untuk cuci muka.


saat keluar dari toilet, aku melihat ada Eza yang sedang bersandar di luar toilet perempuan.


sedang apa Eza disini, inikan toilet perempuan..


aku menunggu sebentar dan melihat Eza yang masih ada disana. aku berharap dia cepat pergi.


Feelingku mengatakan Eza sedang menungguku. mungkin dia melihatku memasuki toilet.


karna tidak ada siswi lain disini. hanya ada aku.


bagaimana ini, aku ingin kembali ke kelas namun Eza masih berdiri disana juga..


aku sedang tidak ingin mengobrol atau membicarakan sesuatu dengannya untuk saat ini.


aku menunggu selama 2 sampai 3 menit. namun Eza belum beranjak dari tempatnya juga.


yasudah lah, aku keluar saja. daripada aku telat masuk kelas.


"ve.." ucap Eza.


benar saja dugaanku, saat aku keluar dia memanggilku.


aku terus berjalan mengacuhkan nya. dan bertindak seolah olah aku tidak melihatnya.


terdengar suara langkah dari belakangku. aku tau, Eza mengikutiku saat ini.


aku menghentikan langkahku, dan membalikan badan.


"kenapa za.. kalo mau bicara lain kali saja. aku takut telat masuk kelas." kataku.


aku kembali berbalik dan berjalan menuju kelas.


saat sampai di kelas untunglah, belum ada Guru yang datang.


namun tidak lama setelah itu, Guru datang juga. dan pelajaran pertama di senin pagi pun dimulai..


dua materi pelajaran pagi ini sudah selesai, kini jam istirahat aku sengaja tidak ke kantin. dan memilih tetap di kelas.


aku takut Eza akan menghampiriku di kantin..


"kamu, kenapa ngga ke kantin ve.?" tanya Ivan, yang sama sama masih ada di kelas.


"aku lagi males ke kantin van." jawabku.


walaupun aku tidak pergi ke kantin, sebelum Indri dan Lusi keluar aku tadi sempat menitipkan uang kepada Lusi.


untuk membelikanku roti dan air mineral.


"ve, boleh nanya sesuatu ngga.?" tanya Ivan.


"boleh, mau nanya apa.." kataku.


Ivan bertanya kepadaku, apakah aku sudah mempunyai pacar atau belum..


dia juga menanyakan, apa hubunganku dengan adik kelasku si Eza itu.


aku menjawab pertanyaan dari Ivan, bahwa aku memang belum punya pacar. dan aku tidak ada hubungan apa apa dengan Eza.


selain itu aku juga menceritakan Eza lah yang terus mengejarku.


"oh gitu ya.." ucap Ivan setelah mendengar penjelasan dariku.


"memangnya kenapa.." tanyaku.

__ADS_1


"ngga. gapapa ko ve." kata Ivan.


tidak lama Lusi dan Indri datang. seperti biasa Lusi langsung heboh ketika dia masuk kedalam kelas.


apalagi mengingat di kelas ini hanya ada aku dan Ivan saja.


aku tau, Lusi akan kembali melontarkan kata kata yang seolah olah aku dan Ivan memang berpacaran.


"ehemm, pantesan gak mau kantin." kata Lusi.


sudah aku duga..


"apasih, mana roti gue sini." pintaku sambil menyodorkan tangan kepada Lusi.


sambil menunggu waktu istirahat selesai, aku Lusi Indri dan Ivan mengobrol di kelas.


belum ada siswa lain, hanya kami ber empat saja. karna memang waktu istirahat masih cukup lama.


sekitar 15 menitan lagi..


asik mengobrol, Indri tiba tiba menyuruh kami untuk diam.


sontak suasana di kelas langsung hening. karna kami semua diam. seperti perkataan Indri.


"gimana kalo kita hangout bareng.." ajak Indri.


tanpa berfikir, Lusi langsung menyetujui ajakan dari Indri.


aku saling bertatapan dengan Ivan..


"kemana.?" tanyaku.


belum selesai mengobrol obrolan kami harus terhenti, karna Bell sudah berbunyi.


Ivan dan Lusi kembali ke tempat duduk mereka masing masing.


waktu pelajaran hari ini selesai, Indri menyuruhku untuk menunggu sebentar. karna dia harus ke toilet.


aku bersandar di luar toilet di temani oleh Lusi.


"jadi ngga.." tanyaLlusi.


aku menatap Lusi karna aku tidak tau apa yang di bicarakan Lusi, dan jadi apa. aku belum mengerti..


"apa.?" tanyaku.


"ya rencana hangout kita itu yang tadi." balasnya.


"oh itu. ayo boleh lah kapan, bertiga kan.." tanyaku.


Lusi langsung menyanggah ucapanku. katanya kita tidak akan bertiga.


tapi berempat, bersama Ivan tentunya..


aku yang terlanjur sudah menyetujui nya hanya bisa mengangguk saja.


untuk tempat dan waktu memang belum kami bicarakan.


"ayo ve." kata Indri.


kini, aku Indri dan Lusi berada di warung tempat kami biasa nongkrong sepulang sekolah.


kami bertiga melanjutkan obrolan yang tadi sempat terpotong.


tentang rencana Hangout.

__ADS_1


__ADS_2